Showing posts with label Bangka Belitung. Show all posts
Showing posts with label Bangka Belitung. Show all posts

Friday, December 29, 2017

8 Alat Musik Tradisional Kepulauan Bangka Belitung Lengkap, Gambar dan Penjelasannya

Provinsi Kepulauan Bangka Belitung memiliki beberapa alat musik tradisional. Alat musik tradisional tersebut antara lain dambus, suling, gendang melayu, rebab, caklemong, gong, gambang, dan rebana. Berikut ini gambar dan penjelasan jenis-jenis alat musik tradisional  Kepulauan Bangka Belitung.

1. Dambus
Dambus adalah alat musik yang terbuat dari bahan kayu meranti atau gerunggang. Ada dua macam jenis dambus yaitu dambus besar dan dambus kecil. Kedua macam jenis dambus tersebut memiliki enam senar.

alat musik tradisional Dambus belitung

Dambus besar berukuran panjang 83 cm, lebar 14 cm, tebal 9-10 cm. Adapun panjang gagangnya 26 cm, panjang perut 28 cm, panjang kepala 25 cm. Dambus kecil berukuran panjang 12 cm, lebar 4 cm, dan tebal 3-3,5 cm. Panjang gagangnya 5,5 cm, panjang perut 5,5-6 cm, panjang kepala 5 cm, panjang tanduk 3 cm, lebar gagang 1,3 cm.

2. Suling
Suling adalah alat musik tiup kayu. Ciri suara suling lembut dan dapat dipadukan dengan alat musik lainnya dengan baik. Suling modern untuk para ahli umumnya terbuat dari perak, emas, atau campuran keduanya. Sementara itu, suling untuk pelajar umumnya terbuat dari nikel-perak atau logam yang dilapisi perak.

alat musik tradisional suling belitung

Suling konser standar ditalakan di C dan mempunyai jangkauan nada 3 oktaf dimulai dari middle C. Akan tetapi, pada beberapa suling untuk para ahli ada kunci tambahan untuk mencapai nada B di bawah middle C. Suling merupakan salah satu alat musik orkes yang tinggi, hanya piccolo yang lebih tinggi lagi dari suling. Piccolo adalah suling kecil yang ditalakan satu oktaf lebih tinggi dari suling konser standar. Piccolo juga umumnya digunakan dalam orkes. Suling konser disebut juga suling Boehm atau suling saja.

3. Gendang Melayu
Seperti gendang di daerah lain, gendang melayu termasuk alat musik pukul. Pada umumnya gendang terbuat dari kayu dengan selaput (membran) yang dapat menghasilkan bunyi jika dipukul. Ada berbagai ukuran gendang, yaitu gendang kecil, sedang, dan besar. Gendang kecil disebut rebana. Gendang sedang dan besar ada yang menyebut redap. Selain itu, ada juga gendang yang kedua sisinya ditutup dengan kulit rotan sedemikian rupa sehingga dapat dikencangkan dan dilonggarkan.

alat musik tradisional gendang melayu belitung

Cara memainkan gendang dengan dipukul baik dengan tangan saja atau dengan alat pemukul gendang. Gendang memiliki banyak fungsi, di antaranya pengiring tarian atau pencak silat, pembawa tempo atau penegasan dinamik sebuah orkes atau sebagai pelengkap saja untuk memeriahkan suasana.

4. Rebab
Alat musik Rebab telah lama dikenal oleh masyarakat Melayu Bangka Belitung, bahkan masyarakat Melayu Bangka Belitung menganggap keberadaan alat musik tradisional ini lebih dulu dikenal masyarakat daripada alat musik tradisional jenis lainnya. Keberadaan alat musik tradisional rebab ini tidak hanya sebagai hiburan atau pengiring lagu tradisional Bangka Belitung saja, dahulu alat musik ini juga digunakan sebagai media pengobatan yang dilakukan para dukun untuk mengobati orang sakit.

5. Caklemong
Alat musik tradisional Caklemong (kenong) merupakan alat musik perkusi yang dimainkan dengan cara dipukul. Alat musik ini dimainkan secara bersama-sama dengan alat musik tradisional lainnya yang terdapat di Bangka Belitung seperti gambang, rebab, gong, dambus dan suling untuk mengiringi pertunjukan tari piring dan tari lilin.

alat musik tradisional bangka belitung

6. Gong
Gong adalah alat musik tradisional yang terdapat disebagian besar wilayah Indonesia. Alat musik tradisional ini juga terdapat di daerah Kep. Bangka Belitung untuk mengiringi berbagai kesenian tradisional daerah ini. Istilah Gong diambil dari bunyi yang dihasilkan alat musik ini. Alat musik gong di daerah ini berukuran diameter 1 meter yang digantung dengan posisi vertikal. Dalam suatu pertunjukan gong dipukul untuk menandai permulaan dan akhiran sebuah lagu.

7. Gambangan
Gambang merupakan alat musik tradisional yang juga terdapat di daerah Bangka Belitung. Alat musik tradisional ini dibuat dari bilah-bilah kayu yang disusun pada grobogan yang berfungsi sebagai resonator. Gambang di daerah ini tersusun atas lima bilah kayu dengan ukuran berbeda. Setiap bilah kayu pada gambang akan menghasilkan nada melodis yang berbeda-beda ketika dipukul. Kayu yang biasa digunakan untuk membuat alat musik ini adalah jenis kayu meranti, kayu medang, atau kayu libut.

8. Rebana
Rebana adalah alat musik dengan membran semuka dan kulit mukanya dibuat dari kulit kambing. Apabila dimainkan, rebana itu diletakkan di atas tapak kaki pemainnya yang duduk bersila. Lutut kanan pemain dimasukkan ke dalam tubuh rebana sehingga mencecah kulit muka untuk menghasilkan bunyi yang lebih nyaring. Untuk menegangkan kulit rebana,  digunakan kayu baji yang diletakkan di bawah tubuh rebana dan juga seutas rotan kecil sebagai penyedak. 

alat musik tradisional rebana belitung

Alat musik Rebana di daerah Bangka Belitung biasanya dimainkan untuk mengiringi irama alat musik dambus yang melodis pada saat mengiringi berbagai kesenian tradisional daerah Bangka Belitung lainnya.






Sumber : Selayang Pandang Kepulauan Bangka Belitung : Nunung Yuli Eti
Read more

Wednesday, October 25, 2017

Pakaian Adat Kepulauan Bangka Belitung Lengkap, Gambar dan Penjelasannya

Pakaian Adat Kepulauan Bangka Belitung Lengkap, Gambar dan Penjelasannya - Seperti di ketahui bahwa sebagian besar penduduk Kepulauan Bangka Belitung beretnis Melayu. Oleh sebab itu, tidaklah mengherankan jika gaya berpakaian mereka juga dipengaruhi oleh gaya Melayu.

Tradisi Melayu menempatkan upacara pernikahan sebagai peristiwa sakral yang penting. Hal ini tentu mempengaruhi bentuk pakaian adat pernikahan mereka. Pakaian adat pernikahan Melayu ditampilkan secara lengkap dan indah, mulai dari pakaian sampai perlengkapan perhiasannya.

gambar pakaian adat pengantin bangka belitung
Sumber : Various sources from Search Google Image Indonesia.
Pada upacara adat pernikahan biasanya wanita Melayu memakai kebaya panjang atau baju kurung. Kebaya panjang dan baju kurung ini terbuat dari jenis-jenis klain bermutu tinggi, seperti brokat atau sutra dan bersematkan peniti emas. Baju kurung ini dipadukan dengen kain songket Batubara atau tenun Malaysia. Bagian kepala ditutupi dengan selendang bersulam corak emas yang menutupi tata rambut dalam gaya sanggul khusus, yaitu sanggul lipat padan atau sanggul tegang. Pada sanggul ini dipasang hiasan-hiasan keemasan.

Di bagian leher dan dada biasanya tergantung kalung dan corak-corak rantai mentimun, sekar sukun, rantai serati, mastura, gogok rantai lilit, rantai panjang dan tanggang meskipun saat ini sudah jarang dijumpai. Gelang juga dikenakan pada kaki. Pengantin wanita juga memakai gelang kerukut yang beraneka jenis, seperti gelang tepang, gelang kana, gelang ikol dan keroncong. Pada jarinya terpasang aneka ragam cincin, seperti cincin genta, cincin bermata, cincin patah biram, dan cincin pancaragam.

Sebagai alas kaki, pengantin wanita memakai selop bertekad. Selop bertekad yaitu sejenis sandal bersulam corak-corak keemasan. Adapun bagian pinggang pengantin wanita dihiasi dengan bengkong dan pending.

Sementara itu, pengantin pria memakai dua pilihan penutup kepala, yaitu tengkulok dan kain bertabur atau destar. Tengkulok ini terbuat dari kain songket. Adapun jenis-jenis ikatan tengkulok , seperti ikatan bendahara (Kedah) dan ikatan serdang. Tengkulok adalah lambang kebesaran dan kegagahan seorang pria Melayu.

Penutup kepala yang sejak dahulu dipakai adalah destar. Destar terbuat dari rotan yang berbentuk parabola, berlapis tiga, dan dibalut dengan beludru atau kain berwarna kuning. Pada destar diberi hiasan gerak gempa, renda, bunga mas, dan hiasan batu permata sehingga menampilkan kesan kebesaran dan kegagahan.

Baju yang dipakai pengantin pria melayu Bangka Belitung adalah teluk belanga. Teluk belanga ini terdiri atas baju berkerah kocak musang, berseluar (celana panjang), dan bersamping. Sebagaimana pada kaum wanita, kain pembuat teluk belanga merupakan kain yang bermutu, seperti satin dan sutra.

Alas kaki pengantin pria berupa selop sewarna dengan baju. Pada bagian leher digantung beberapa hiasan rantai. Lengan atasnya memakai kilat bahu dan sidat sebagai lambang keteguhan hati. Pada bagian pinggang dipakai bengkong dan pending. Pada pinggang depan sebelah kanan disisipkan sebilah keris yang bergagang emas. Keris dianggap sebagai lambang kegagahan dan kemampuan menghadapi masa depan yang penuh tantangan.

Demikian pembahasan lengkap "Pakaian Adat Kepulauan Bangka Belitung Lengkap, Gambar dan Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Artikel ini dikutip dari buku "Selayang Pandang Kepulauan Bangka Belitung :  Nunung Yuli Eti". Baca juga artikel kebudayaan Indonesia menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Read more