Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts
Showing posts with label Jawa Barat. Show all posts

Wednesday, December 13, 2017

Kesenian Tradisional Jawa Barat Lengkap Penjelasannya

Kesenian Tradisional Jawa Barat Lengkap

Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah yang kaya akan budaya-budaya dan seni. Maklum, Jawa Barat ini merupakan salah satu hunian manusia tertua di Indonesia. Dengan demikian perjalanan kebudayaan berikut kesenian-kesenian rakyat juga saling isi mengisi. Perhatikan beberapa uraian tentang kesenian tradisional di Jawa Barat .

1. Rampak Kendang
Instrumen kesenian Rampak Kendang tidak hanya memerlukan kendang saja, tetapi dapat divariasikan dengan alat-alat lainnya, seperti: alat gamelan, Rehab, dan gitar.

Dalam seni pertunjukan, Seni Rampak Kendang telah diterima sebagai salah satu seni kreasi dan telah dipertunjukan pada acara-acara resmi, baik di lingkup pemerintahan, swasta maupun masyarakat umum.

2. Jaipong
Dewasa ini Jaipong/tari Jaipong boleh disebut sebagai salah satu identitas kesenian Jawa Barat. Hal ini tampak pada beberapa acara-acara penting yang berkenaan dengan tamu dari negara asing yang datang ke Jawa Barat. Para tamu itu sering disambut dengan tari Jaipongan. Demikian pula dengan misi-misi kesenian ke mancanegara senantiasa sering dilengkapi dengan Tari Jaipong. Tari Jaipong banyak memengaruhi kesenian-kesenian lain yang ada di masyarakat Jawa Barat, baik pada seni pertunjukan wayang, degung, genjring/ terbangan, dan kacapi jaipong. Hampir semua pertunjukan rakyat dan musik dangdut modern dikolaborasikan dengan Jaipong menjadi kesenian Pong-Dut.

gambar tari jaipong

3. Sintren
Istilah Sintren berasal dari dua kata, yaitu ”Sinyo” dan ”trennen”. Sinyo yang berarti pemuda dan trennen artinya latihan. Jadi, sintren artinya pemuda-pemuda Indramayu yang sedang berlatih kesenian.

Cara memainkan Sintren ini mirip dengan pertunjukan sulap. Seorang penari perempuan awalnya menggunakan pakaian sehari-hari. Setelah dimasukkan ke dalam kurungan sebesar kurungan ayam dan dimasukkab juga busana tari ke dalam kurungan tersebut, dalam beberapa saat pakaian penari tersebut telah berubah dengan pakaian tari khusus.

Kesenian ini sudah sangat jarang dan tidak setiap saat dapat dijumpai pertunjukannya. Oleh karena itu, kesenian ini dijadikan sebagai seni tradisional yang memiliki ciri khas khusus yang berkembang di daerah Indramayu.

4. Blantek
Blantek merupakan seni pertunjukan tradisional dari daerah Bogor. Bentuk kesenian ini seperti lenong Jakarta. Blantek dimainkan oleh sejumlah penari laki-laki dan perempuan dengan dialog-dialog yang yang mengundang gelak tawa. Atraksi-atraksi para pemain di atas panggung banyak diwarnai dengan lawak dan permainan silat.

Dewasa ini kesenian Blantek sudah banyak dipengaruhi oleh kesenian Pop dan Dangdut. Masuknya musik Pop dan Dangdut ini tidak hanya berupa lagu-lagu, tetapi juga alat musiknya. Demikian pula tari Jaipongan. Cerita-cerita yang sering ditampilkan adalah Prabu Zulkarnaen dan Ngarah Barni. Alat musik yang dipergunakan dalam pertunjukan Blantek adalah rebana (biang, katek, dan kebuk), kendang, jihan/rebab, kecrek dan gong. Pada zaman sekarang ditambah dengan alat musik diatonis seperti gitar melodi, bas, dan keyboard.

5. Wayang Golek
Ada yang menyebut kesenian wayang golek ini sebagai teater boneka. Perkataan wayang berasal dari Wad an Hyang, artinya "leluhur", tetapi ada juga yang berpendapat yaitu dari kata "bayangan". Di Jawa Barat, wayang golek ini cerita-ceritanya bersumber dari Ramayana dan Mahabharata.

Pertunjukan wayang biasanya dilakukan pada saat adanya kenduri baik dalam upacara perkawinan maupun hajatan sunatan, Agustusan atau karena hal tertentu (biasanya ini dinamakan ruwatan). Waktu pelaksanaannya bisa semalam suntuk atau hanya beberapa jam saja. Isi ceritanya ada yang menganut prinsip galur (diambil secara utuh berdasarkan cerita Ramayana dan Mahabharata) dan ada yang menggunakan prinsip sempalan (mengambil bagian-bagian tertentu yang biasanya menarik penonton, seperti: peperangan, dan dialog humor).

Beberapa jenis kesenian lain di Provinsi Jawa Barat
No. 
Jenis Musik
 Alat/Instrumen Musik
1
Karawitan
Bentuk tetabeuhan (bunyi-bunyian), kakawihan, dan tetembangan. Karawitan yang dipadukan disebut karesmen.
2
Degung
Jenis musik yang menggunakan laras degung. Musik khas Jawa Barat ini menggunakan seperangkat gamelan berlaras degung: yaitu bonang peking. cempres, jengglong, gong, kendang, dan suling.
3
Kliningan
Jenis musik dengan laras slendro tetapi kadang kadang lepas dari laras slendro, misalnya laras pelog. Perangkat musik kliningan terdiri atas rebab kendang, bonang, gambang, saron rincik, peking, penerus, dan gong
4
Cianjuran
Jenis alat musik yang digunakan untuk mengiringi tembang Sunda Cianjuran. Alat musik ini terdiri atas dua buah kacapi (kacapi indung/besar dan kacapi rincik/kecil) serta suling.
5
Angklung
Jenis alat musik yang terbuat dari bambu terdiri atas angklung, calung, dan bilah bambu lainnya.
6
Dog-Dog
Semacam alat musik perkusi untuk mengiringi pergelaran reog. Alat musiknya terdiri atas tilingtit, tempas, dan brang-brang.
7
Tarawangsa
Jenis alat musik khas Sumedang berupa alat musik gesek berbentuk seperti rebab dan didukung alat musik petik yang disebut jentreng (sejenis kacapi).
8
Rengkong
Pikulan padi yang dapat menghasilkan bunyi khas.
9
Tarling
Seni musik khas Cirebon dengan alat musik utama berupa gitar dan suling. Alat musik pendukungnya adalah kendang, gong, kecrek, tamborin, dan organ.

Seni Sastra Daerah

Selain kesenian-kesenian tradisional sebagaimana yang tadi sudah diuraikan, di Provinsi Jawa Barat juga terdapat seni sastra daerah. Ada jenis sastra lisan, ada pula jenis sastra tulisan. Sastra lisan, meliputi cerita-cerita rakyat, dongeng, legenda/ mitologi, sedangkan sastra tulisan terdapat dalam naskah-naskah kuno.

Di wilayah Jawa Barat, sastra lisan dibuat dalam bentuk pantun. Model dari pantun adalah puisi yang diselang-seling dengan percakapan dan syair-syair cerita.

Pantun dibawakan oleh juru/tukang pantun. Biasanya bentuk sastra pantun ini tampil mengiringi upacara-upacara adat. Pantun dibawakan dengan irama-irama tertentu yang diiringi musik kecapi.

Contoh sastra lisan misalnya Lutung Kasarung, Sangkuriang, Ciung Wanara, Carios Wiwitan Raja-Raja di Pulo Jawa. Ada juga yang berbentuk wawacan yang masing-masing dibuat dalam bentuk pantun.

Sastra tulisan terdapat dalam naskah-naskah kuno.  Contoh dari sastra tulisan adalah naskah-naskah berikut.

1. Kunjarakarna
2. Sanghyang Hayu
3. Sanghyang Siksakandang Karesian
4. Amanat dari Galunggung
5. Sewaka Darma
6. Cerita Parahiyangan
7. Bujangga Manik
8. Pantun Ramayana
9. Babad Dermayu
10. Babad Cirebon

Seni Tari

Tarian daerah yang terdapat di wilayah Jawa Barat meliputi dua kelompok. Ada kelompok tarian klasik dan ada juga tarian kreasi. Apakah tari klasik dan kreasi itu? Tarian klasik adalah jenis-jenis seni tarian yang masih kental dengan tradisi. Biasanya dibawakan saat diselenggarakan upacara-upacara adat. Contoh tari klasik misalnya tari Merak, Topeng, dan Bangreng. Tari kreasi adalah jenis tarian yang sudah disesuaikan dengan perkembangan baru, contohnya tari Jaipong. Perhatikan Tabel berikut ini.

No.  Jenis Tari  Keterangan
1Tarian Klasik         Tari Tayuban/Nayuban, Ketuk Tilu, Ronggeng Gunung, Bangreng, Doger Kontrak, Baniet, Longser, Kemprongan, Bedaya Tara-wangsa, Sekar Putri, Kandagan, Gawil, Lenyepan, Ponggawa, Topeng Betawi, Merak, Kupu-Kupu, Kijang, Topeng, Sulintang, Ratu Graeni, Anjasmara, Kendang Penca, Reog, lbing Keurseus, Gotong Singa.
2Tarian Kreasi        Tari Jaipong

gambar tari merak

Seni Kerajinan

Di wilayah Provinsi Jawa Barat terdapat berbagai jenis seni kerajinan rakyat. Kerajinan-kerajinan tersebut ada yang berkembang menjadi kegiatan industri dan ada juga yang berkembang secara tradisional. Keragamannya ada kerajinan anyaman, batik, payung, sepatu. Perhatikan tabel di bawah ini.

No. Daerah Seni Kerajinan
1Kab.CirebonBatik tradisional Trusmi, rotan, kedok, lukisan kaca, dan kulit.
2Kab.
Indramayu
Topeng, tembikar, tas kulit ular, batik tulis, tikar pandan dan bulu domba.
3Kab. TasikmalayaAnyaman, payung, batik tulis, kelom geulis, bordir, sepatu kulit, anyaman mendong, dan topi.
4Kab. PurwakartaKeramik
5Kota BandungSepatu
6Kota BekasiAnyaman bambu dan pahat patung.
7Kota BogorTanduk

Lagu Daerah

Setiap provinsi/daerah biasanya mempunyai beberapa nyanyian/lagu daerah. Istilah lagu daerah ada Juga yang menyebutnya lagu rakyat.

Lagu daerah dari Jawa Barat adalah Bubuy Bulan. Beberapa nyanyian/lagu yang lain yang terkenal adalah Es Lilin, Cing Cangkeling, Tokecang, Manuk Dadali, Warung Pojok, Panon Hideung, Sintren, dan Kembang Jahe Laos.

Demikian pembahasan tentang "Kesenian Tradisional Jawa Barat Lengkap Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel kebudayaan Daerah Jawa Barat menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.



Sumber : Selayang Pandang Jawa Barat : Moh. Rofi'i
Read more

Wednesday, October 25, 2017

Pakaian Adat Jawa Barat Lengkap, Gambar dan Penjelasannya

Pakaian Adat Jawa Barat Lengkap, Gambar dan Penjelasannya - Dalam buku lama Sang-hyang Siksa Kandang Karesian (ditulis tahun 1518) dijelaskan, bahwa ukuran kesejahteraan masyarakat Sunda waktu itu meliputi;
  1. Lingkungan sekitar rumah terpelihara.
  2. Tanaman yang ada disekitar subur.
  3. Orang berpakaian layak mengenakan pridana.
Dalam masyarakat Jawa Barat juga dikenal ungkapan bisa nyandang, biso nganggo, bisa babasahan, bisa dibusana. Dengan kata lain melihat sejarahnya, masyarakat Jawa Barat memang sudah mengenal tata cara berbusana dengan baik.

gambar pakaian adat kontes mojang jawa barat
Sumber : Selayang Pandang Jawa Barat : Moh. Rofi'i
Pakaian adat umumnya dipakai pada waktu upacara-upacara tertentu. Pakaian tradisional biasa dikenakan oleh penduduk suatu daerah/ suku tertentu. Pakaian tradisional juga bisa disebut sebagai pakaian adat. Berbagai daerah memiliki pakaian adat sebagai ciri khasnya.

Pakaian adat sering digunakan pada saat upacara adat, seperti upacara perkawinan, upacara penyambutan tamu agung, dan lain-lain. Ada juga jenis pakaian adat sebagai pakaian adat sehari-hari.

Pakaian adat Jawa Barat dapat dikelompokkan menjadi dua, yaitu pakaian adat gaya Priangan dan pakaian adat gaya Cirebon. Ini sesuai dengan dua budaya (suku) yang ada. Pakaian yang dijadikan simbol identitas pakaian adat di daerah Jawa Barat adalah Pakaian Adat Priangan

Pakaian adat Priangan dan Cirebon memiliki beberapa persamaan dan perbedaan. Berikut ini persamaan dan perbedaan pakaian adat dari ke dua suku Daerah Jawa Barat tersebut.

gambar pakaian adat pengantin jawa barat
Sumber : Selayang Pandang Jawa Barat : Moh. Rofi'i

Pakaian Adat untuk Kaum Perempuan

  • Kaum perempuan Priangan mengenakan kebaya surawe yang berhiaskan pasmen di bagian leher dan bawah kebaya. Sebaliknya, kaum wanita Cirebon mengenakan baju sorong atau baju kurung. Bahan kebaya surawe dan naju sorong atau baju kurung kaum wanita bangsawan terbuat dari sutra atau beludru, sedangkan untuk rakyat biasa terbuat dari kain kasar.
  • Kaum perempuan Priangan dan Cirebon mengenakan kain batik yang dililitkan di bagian bawah badan, dan pinggang hingga pergelangan kaki. Kain batik yang dikenakan biasanya buatan setempat, misalnya kain batik Garutan atau Ciamisan untuk kaum wanita Priangan dan dermayon atau trusmi untuk kaum wanita Cirebon.
  • Kaum perempuan Priangan dan Cirebon dari golongan rakyat biasa memakai perlengkapan pakaian berupa  gelang emas atau perak, gelang bahar, suweng plenis emas atau perak, ali meneng, serta sendal, selop atau kelom. Sedangkan kaum wanita bangsawan Priangan atau Cirebon memakai seperangkat perlengkapan pakaian berupa kalung emas, gelang emas, giwang emas, serta selop yang bagian ujung atasnya dihias manik-manik.

Pakaian Adat untuk Kaum Laki-Laki

  • Kaum laki-laki biasa Priangan dan Cirebon memakai kain sarung poleng atau polekat. Cara memakainya sesuai keperluan. Ada yang dikerudungkan dan diikatkan atau dililitkan pada pinggang. Sebaliknya, kaum bangsawan laki-laki Priangan dan Cirebon pada acara-acara resmi lebih suka memakai kain batik halus.
  • Kaum laki-laki Priangan dan Cirebon mengenakan celana komprang yang berhiaskan pasmen dari atas ke bawah di bagian tengah samping dan sekeliling lubang celana.
  • Kaum laki-laki Priangan dan Cirebon memakai iket sebagai penutup kepala. Iket yang dipakai kaum laki-laki bangsawan terbuat dari kain batik halus, sedangkan untuk kaum laki-laki rakyat biasa terbuat dari kain batik kasar. Khusus untuk kaum bangsawan Cirebon, bahannya terbuat dari kain wulung. Kemudian iket ini dikembangkan menjadi bendo, yaitu penutup kepala yang terbuat dari kain batik. Bendo di Priangan berbeda dengan bendo di Cirebon. Di bagian depan bendo Cirebon terdapat garis selebar 4 cm. Semakin ke dalam, lebar garis pada bendo tersebut semakin menyempit. Di bagian belakang bendo Priangan terdapat ikatan simpul pada ujung-ujung kain.
  • Kaum laki-laki rakyat biasa Priangan dan Cirebon mengenakan perlengkapan pakaian berupa cincin emas, hiasan jas pada bagian dada berupa rantai emas atau perak dengan liontin dari kuku harimau, dan selop atau sepatu.
gambar nama bagian-bagian pakaian adat jawa barat
Sumber : Selayang Pandang Jawa Barat : Moh. Rofi'i
Demikian ulasan tentang "Pakaian Adat Jawa Barat Lengkap, Gambar dan Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Artikel ini dikutip dari buku "Selayang Pandang Jawa Barat : Moh. Rofi'i". Baca juga artikel kebudayaan Indonesia menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Read more

Wednesday, May 10, 2017

Mengenal Kebudayaan Daerah Jawa Barat

Mengenal Kebudayaan Daerah Jawa Barat - Jawa Barat terletak di Pulau Jawa bagian barat berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta dan Provinsi Banten di bagian Barat serta Provinsi Jawa Tengah di bagian timur. Ibukota Provinsi Jawa Barat adalah Bandung. Setiap daerah di Indonesia memiliki kebudayaan yang menjadi ciri khasnya masing-masing, begitupula Provinsi Jawa Barat ini. Provinsi Jawa Barat memiliki beragam kesenian dan kebudayaan yang cukup banyak jumlahnya.

Kebudayaan daerah di Provinsi Jawa Barat lebih dipengaruhi oleh dua kebudayaan utama, yaitu kebudayaan Sunda dan kebudayaan Cirebon. Kebudayaan Sunda berkembang di tataran Sunda, Tanah Pasundan atau Tanah Priangan. Kebudayaan Cirebon berkembang di daerah bekas karesidenan Cirebon kawasan bagian utara. Kebudayaan lain yang berkembang di wilayah Provinsi Jawa Barat adalah budaya Betawi dan pesisir. Budaya Betawi terdapat di daerah-daerah yang berbatasan dengan Provinsi DKI Jakarta. Kebudayaan pesisir banyak terdapat di daerah-daerah pesisir pantai.

mengenal-kebudayaan-jawa-barat

A. Bahasa Daerah Jawa Barat
Penduduk asli Provinsi Jawa Barat adalah suku Sunda dan Cirebon, sehingga bahasa sehari-hari yang mereka gunakan adalah bahasa Sunda dan Cerbon. Tiap-tiap bahasa ini digunakan oleh penduduk di daerah Priangan, Cirebon, dan daerah-daerah lainnya. Dalam bahasa Sunda dikenal istilah undak-usuk-basa, yaitu pemakaian bahasan sesuai dengan tingkat sosial pemakai bahasa dalam masyarakat, seperti istilah bahasa yang dianggap kasar, sedang lemes, cohag atau kasar pisan, dan luhur atau lemes pisan.

Dalam bahasa Sunda juga dikenal beberapa dialek. Dialek adalah cara pengucapan kata-kata yang khas di suatu daerah atau kelompok masyarakat (istilah lainnya logat atau aksen). Ada dialek Priangan, Bogor (Karawang), dan Cirebon. Setiap dialek memiliki karakter khas sendiri-sendiri.

B. Rumah Tradisional Daerah Jawa Barat
Pada umumnya rumah adat masyarakat Sunda asli berbentuk panggung (imah panggung). Rumah adat sunda berbentuk segi empat agak memanjang, dengan lantai rumah yang terbuat dari palupuh. Dinding rumah adat terbuat dari bilik, yaitu anyaman bambu dengan pola kepang atau sasag. Kerangka rumahnya terbuat dari kayu, dengan penyangga tiang dari batu yang dinamakan tatapakan. Atap rumah terbuat dari ijuk atau daun rumbia.

Ada beberapa jenis nama rumah adat Sunda, antara lain Suhunan Japang (Tasikmalaya), Jogo Anjing, Suhunan Jure (Sumedang), Suhunan Ngupuk, Limasan (Majalengka), Panjalin (Majalengka), Lengkong (Kuningan), dan Citalang (Purwakarta).

rumah adat Jawa Barat

C. Pakaian Tradisional Daerah Jawa Barat
Pakaian adat daerah Jawa Barat dapat dikelompokkan menjadi dua. Ada pakaian adat gaya Priangan dan ada juga pakaian adat gaya Cirebon. Pakaian adat Priangan dan Cirebon memiliki beberapa persamaan dan perbedaan, antara lain sebagai berikut.

1. Pakaian Adat Perempuan
  • Perempuan Priangan mengenakan kebaya surawe, sedangkan kaum perempuan Cirebon mengenakan baju sorong atau baju kurung.
  • Kaum perempuan Priangan dan Cirebon mengenakan kain batik yang dililitkan di bagian bawah badan, dari pinggang hingga pergelangan kaki.
  • Kaum perempuan Priangan dan Cirebon dari golongan rakyat mengenakan perlengkapan pakaian berupa gelang emas atau perak, gelang bahar, suweng pelenis emas atau perak, ali meneng, dan sandal, selop, atau kelom. Sedangkan kaum wanita bangsawan Priangan dan Cirebon mengenakan perlengkapan pakaian berupa kalung emas, gelang emas, giwang emas, serta selop dengan hiasan manik-manik di bagian ujungnya.
2. Pakaian Adat Laki-Laki
  • Kaum laki-laki biasa Priangan dan Cirebon mengenakan kain sarung poleng atau polekat yang dikerudungkan dan diikatkan atau dililitkan pada pinggang.
  • Kaum laki-laki Priangan dan Cirebon mengenakan celana komprang yang berhiaskan pasmen.
  • Kaum laki-laki Priangan dan Cirebon mengenakan iket sebagai penutup kepala.
  • Kaum laki-laki rakyat biasa Priangan dan Cirebon mengenakan perlengkapan pakaian berupa cincin emas, rantai emas atau perak dengan liontin dari kuku harimau sebagai hiasan jas pada bagian dada, dan sepatu atau selop.
Pembahasan lebih lengkap silahkan klik Pakaian Adat Jawa Barat Lengkap, Gambar dan Penjelasannya
nama-nama bagian pakaian adat jawa barat

D. Kesenian Tradisional Daerah Jawa Barat
Provinsi Jawa Barat merupakan salah satu daerah di Indonesia yang kaya akan seni dan budaya. Beragam kesenian daerah yang dimiliki Jawa Barat, antara lain sebagai berikut.

1. Rampak Kendang
Kesenian Rampak Kendang merupakan suatu pertunjukan kendang yang dimainkan secara bersama-sama. Istilah rampak berasal dari bahasa Sunda yaitu bersama-sama. Meskipun mennggunakan istilah kendang sebagai instrumen utamanya, namun kesenian rampak kendang tidak hanya memerlukan kendang saja, tetapi divariasi dengan alat-alat lainnya seperti; gamelan, rebab, dan gitar.

2. Jaipong
Jaipongan merupakan tarian yang mengkolaborasikan berbagai macam gerakan seperti gerakan tari ronggeng, tari ketuk tilu, dan juga beberapa gerakan pencak silat yang sangat diminati masyarakat setempat pada waktu itu.

Tarian ini dikenal dengan sebutan jaipongan yang merupakan jenis kesenian tari pergaulan. Keunikan gerakan pada setiap pentas tari inilah yang kemudian mendongkrak keberadaan tari jaipong sebagai salah satu seni tari tradisional andalan dari Jawa Barat.

3. Sintren
Istilah sintren berasal dari dua kata, yaitu "Sinyo" dan "trennen". Sinyo berarti pemuda, dan trennen artinya latihan. Jadi Sintren artinya pemuda-pemuda Indramayu yang berlatih kesenian.

Cara memainkan sintren lebih mirip dengan pertunjukan sulap. Seorang penari perempuan pada awalnya mengenakan pakaian sehari-hari. Kemudian dimasukkan ke dalam kurungan sebesar kurungan ayam dan juga dimasukkan busana ke dalam kurungan tersebut, dalam beberapa saat penari telah berubah dengan mengenakan pakaian tari khusus.

4. Blantek
Blantek merupakan kesenian pertunjukan tradisional dari daerah Bogor. Bentuk kesenian ini menyerupai lenong Jakarta. Blantek dimainkan oleh beberapa penari laki-laki dan perempuan dengan dialog yang mengundang gelak tawa. Atraksi pemain di atas panggung banyak diwarnai lawakan dan permainan silat.

5. Wayang Golek
Sebagian orang menyebut kesenian wayang golek sebagai kesenian teater boneka. Istilah kata wayang berasal dari kata Wad an Hyang, yang artinya "leluhur", namun ada juga yang berpendapat berasal dari kata "bayangan". Cerita Wayang golek bersumber dari Ramayana dan Mahabharata. Pertunjukan wayang biasanya dilakukan pada acara kenduri baik dalam upacara perkawinan maupun hajatan sunatan, Agustusan atau pada saat peringatan hari-hari tertentu.

Beberapa Kesenian lain dari daerah Jawa Barat dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Kesenian Daerah Provinsi Jawa Barat
NoJenis MusikAlat/ Instrumen Musik
1
Karawitan
Bentuk bunyi-bunyian (tetabeuhan), tetembangan , dan kekawihan. Karawitan yang dipadukan disebut karesmen.
2
Degung
Jenis musik yang menggunakan laras degung. Musik khas Jawa Barat ini menggunakan seperangkat gamelan berlaras degung, yaitu bonang peking, jengglong, cempres, kendang, gong, dan suling.
3
Kliningan
Jenis musik dengan laras slendro, namun kadang lepas dari laras slendro, misalnya laras pelog. Perangkat musik ini terdiri atas kendang, rebab, bonang, gambang, saron, rincik, penerus, peking, dan gong.
4
Cianjuran
Jenis alat musik yang digunakan untuk mengiringi tembang sunda Cianjuran. Alat musik ini terdiri dari dua buah kecapi (kecapi indung dan kecapi rincik) dan suling.
5
Angklung
Jenis alat musik dari bambu yang terdiri atas angklung, calung, dan bilah bambu lainnya.
6
Dog-Dog
Sejenis alat musik perkusi untuk mengiringi pertunjukan reog. Alat musik ini terdiri atas tempas, tilingtit, dan brang-brang.
7
Tarawangsa
Jenis alat musik gesek khas sumedang berbentuk seperti rebab dan didukung alat musik petik yang disebut jentreng (sejenis kecapi).
8
Rengkong
Pikulan padi yang dapat menghasilkan bunyi khas.
9
Tarling                                                                       
Seni musik khas Cirebon dengan gitar dan suling sebagai alat musik utamanya. Alat musik pendukungnya berupa kendang, kecrek, gong, organ dan tamborin.

Seni Tari
Tarian daerah yang terdapat di Jawa Barat meliputi dua kelompok. Ada kelompok tarian klasik dan ada juga kelompok tarian kreasi. Tarian klasik adalah jenis tarian yang masih kental dengan tradisi budaya daerah. Contohnya adalah seperti Tari Merak, Topeng, dan Bangreng. Tari Kreasi adalah jenis tarian yang disesuaikan dengan perkembangan zaman. Contohnya adalah tari Jaipong.

Tarian Daerah Provinsi Jawa Barat
NoJenis TariKeterangan
1
Tarian Klasik
Tari Tayuban/Nayuban, Ronggeng Gunung, Ketuk Tilu, Doger Kontrak, Longser, Banjet, Bangreng, Kemprongan, Bedaya Tara-wangsa, Kadagan, Sekar Putri, Lenyepan, Gawil, Ponggawa, Topeng Betawi, Merak, Kijang, Kupu-Kupu, Topeng, Sulintang, Ratu Graeni, Kendang Penca, Anjasmara, Reog, Ibing Keurseus, Gotong Singa.
2
Tarian Kreasi
Tari Jaipong

Seni Kerajinan
Di Jawa Barat terdapat berbagai jenis seni kerajinan rakyat. Kerajinan-kerajinan tersebut ada yang berkembang menjadi kegiatan industri, dan juga ada yang berkembang secara tradisional. Berikut ini Tabel Seni Kerajinan Rakyat Provinsi Jawa Barat.

Seni Kerajinan Rakyat Provinsi Jawa Barat
NoDaerahSeni Kerajinan
1
Kab. Cirebon
Batik Tradisional Trusmi, kedok, rotan, lukis kaca dan kulit.
2
Kab. Indramayu
Tembikar, topeng, tas kulit ular, tikar pandan, batik tulis, dan bulu domba.
3
Kab. Tasikmalaya 
Payung, anyaman, batik tulis, kelom geulis, sepatu kulit, bordir, anyaman mendong dan topi.
4
Kab. Purwakarta
Keramik
5
Kota Bandung
Sepatu
6
Kota Bekasi
Anyaman bambu dan pahat patung
7
Kota Bogor
Kerajinan Tanduk

Lagu Daerah
Lagu Daerah Jawa Barat adalah Bubuy Bulan. Beberapa lagu terkenal lainnya, antara lain Es Lilin, Cing Cangkeling, Tokecang, Warung Pojok, Manuk Dadali, Sintren, Kembang Jahe Laos, dan Panon Hideung.

E. Upacara-Upacara Adat Daerah Jawa Barat
Setiap daerah di Indonesia kental dengan berbagai upacara. Tujuan upacara tersebut biasanya berkaitan dengan pelestarian adat suatu daerah. Apa saja jenis upacara adat di Jawa Barat, silahkan perhatikan pada tabel berikut ini.
Jenis Upacara Adat di Jawa Barat
NoJenis Upacara AdatNama Upacara Adat
1
Kehamilan
Kandungan berusia 3, 5, 7, dan 9 bulan.
2
Masa Bayi
Tembuni, Nenjrak Bumi, Puput Puseur, Ekah, Nurunkeun, Cukur Rambut, dan Turun Taneuh
3
Masa Kanak-Kanak 
Khitan dan Gusaran
4
Perkawinan
Nanyaan, Neundeun Omong, Nyeureuh, Seserahan, Ngeuyeuk Seureuh, Akad Nikah, Sawer, Meuleum Harupat, Nincak Endog, Nincak Songsong, Pecah Kendi, Huap Lingkung, dan Bakakak Hayam.
5
Kematian
Pemberitahuan, Pemandian oleh Lebe/ Amil, Pengkafanan dengan kain boeh, serta taklilan (hari ke-40, ke-100, dan ke-1000 kematian)
6
Upacara Adat Lainnya
Muludan, Pesta laut, Kawin Tebu, Seren taun, Ngirab, dan Sedekah bumi.

F. Permainan Tradisional Rakyat Daerah Jawa Barat
Permainan tradisional rakyat merupakan permainan yang biasanya dilakukan oleh sekelompok anak-anak di daerah tersebut. Provinsi Jawa Barat memiliki beragam permainan tradisional rakyat. Beberapa permainan tradisional rakyat Daerah Jawa Barat silahkan dilihat pada tabel berikut ini.
Permainan Tradisional Rakyat Jawa Barat
NoNama PermainanDaerah Permainan
1
Bebentangan 
Cirebon dan pantai utara Jawa Barat
2
Congkak
Hampir seluruh wilayah Jawa Barat
3
Ecor
Daerah Kabupaten Karawang
4
Gatrik
Hampir seluruh wilayah Jawa Barat
5
Kobak
Daerah Bandung, Bogor, Garut dan Cianjur
6
Meong Bongkok
Daerah Cibitu, Kab. Garut
7
Ngadu Karbit
Daerah Karawang dan Bekasi
8
Ngadu Muncang
Hampir seluruh wilayah Jawa Barat
9
Oray-orayan
Hampir seluruh wilayah Jawa Barat
10
Pal-palan
Hampir seluruh wilayah Jawa Barat
11
Prang-pring
Daerah Parahyangan
12
Pacublek-cublek Uang
Daerah Parahyangan
13
Sursar/ Surser
Hampir seluruh wilayah Jawa Barat
14
Serokan
Hampir seluruh wilayah Jawa Barat
15
Susumputan
Hampir seluruh wilayah Jawa Barat

G. Makanan Tradisional Daerah Jawa Barat
Makanan dan minuman khas Jawa Barat banyak jenisnya. Tiap-tiap jenis makanan tersebut merupakan bagian dari kebudayaan daerah setempat. Jenis-jenis makanan yang menjadi ciri khas Jawa Barat dapat dilihat pada tabel berikut ini.
Makanan/ Minuman Khas Jawa Barat
NoDaerahNama Makanan/ Minuman
1
Kota Bandung
Oncom dan Peuyeum
2
Kota Bogor
Asinan dan tales
3
Kab. Cianjur
Tauco, Manisan, dan Pepes Ikan Mas
4
Kab. Purwakarta
Peuyeum Bendul dan simping
5
Kab. Sukabumi
Rempang pala
6
Kab. Garut
Dodol dan jeruk
7
Kab. Indramayu
Kerupuk terasi, nasi lengko, doclang, emping tike, serabi, rumbah, klepon, tapel, cikak, koci, dan lara gudig

Demikian pembahasan tentang "Mengenal Kebudayaan Daerah Jawa Barat" yang dapat kami sampaikan. Artikel ini dikutip dari buku Selayang Pandang Jawa Barat : Muh. Rofi'i. Baca juga artikel kebudayaan daerah di Indonesia lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Read more