Showing posts with label Kalimantan Tengah. Show all posts
Showing posts with label Kalimantan Tengah. Show all posts

Monday, November 27, 2017

Rumah Adat Kalimantan Tengah Lengkap, Gambar dan Penjelasannya

Rumah Adat Kalimantan Tengah Lengkap, Gambar dan Penjelasannya - Orang Dayak asli mempunyai rumah adat yang disebut betang. Di Kalimantan Timur rumah seperti ini disebut Lamin. Panjang betang rata-rata 30-150 meter, lebarnya 10-30 meter, dan tinggi tiangnya 2-4 meter dari tanah ke lantainya.

Dengan ukuran dimensi seperti tersebut di atas, betang dapat menampung sampai 100-200. Dengan kondisi seperti ini, seluruh sanak keluarga hidup dalam satu betang. Betang dapat juga dikatakan sebagai rumah suku, yang dipimpin oleh seorang Bakas Lewu atau Kepala Suku. 

gambar rumah betang kalimantan tengah

Dasar yang digunakan dalam penentuan tinggi betang yaitu tinggi orang menumbuk padi dengan mempergunakan alu (antan). Dengan begitu, pada saat menumbuk padi, alu tidak tersangkut pada lantai betang. 

Dalam huma betang terdapat ruangan-ruangan antara lain ruang (kamar) tidur dan satu buah los. Ruangan depan merupakan tempat menerima tamu atau tempat pertemuan. Ruangan tempat tidur dibuat berjejer, artinya setiap pintu merupakan kamar tidur. Semuanya menghadap ke ruang los. Ruang los dibuat sepanjang bangunan utama, dengan lebar kira-kira 1/4 lebar bangunan utama sedangkan 3/4 bangunan utama seluruhnya dipergunakan sebagai kamar tidur. Luas kamar tidak tergantung pada kebutuhan, tetapi harus sama luasnya. 

Biasanya tangga (dan pintu) rumah betang hanya satu dan terbuat dari kayu besi bulat panjang. Tangga ini dinamai hejan atau hecot. Di belakang rumah terdapat balai kecil yang berfungsi sebagai tempat menyimpan lesung untuk menumbuk padi. Bahan dasar betang umumnya dari kayu besi (ulin, Eusideroxylon zwagery). Dalam bahasa Dayak disebut tabalien atau bulin. Atap betang yang terbuat dari kayu ulin terkenal dengan nama sirap.

ukiran tangga masuk rumah betang

Ukiran pada bangunan umumnya melambangkan penguasa bumi, penguasa dunia atas, dan dunia bawah. Ukiran itu berupa ukiran burung tingang dan ukiran naga. Ukiran burung tingang dan naga tiap-tiap kepala harus horizontal ( tanggar), tidak boleh menengadah. Hal ini karena naga atau burung tingang berarti hanya mencari rezeki untuk dirinya sendiri, tidak mendatangkan rezeki bagi penghuni rumah tersebut, Sebaliknya. ukiran kepala burung tingang dan kepala naga tidak boleh tunduk karena akan membawa sial bagi penghuninya. 

Selain betang. ada beberapa jenis bangunan lain dalam tradisi Dayak Ngaju. Jenis-jenis bangunan itu antara lain huma gantung, pasah dukuh, tingkap, sanggarahan, dan lepau.

Demikian pembahasan tentang "Rumah Adat Kalimantan Tengah Lengkap, Gambar dan Penjelasannya" yang dapat kami sajikan. Baca juga artikel kebudayaan daerah Kalimantan Tengah menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.



Sumber : Selayang Pandang Kalimantan Tengah : Ir. Nugroho Yuananto

Bahasa Daerah Kalimantan Tengah Lengkap Penjelasannya

Bahasa Daerah Kalimantan Tengah Lengkap Penjelasannya

Bahasa Daerah Kalimantan Tengah Lengkap Penjelasannya - Masyarakat Kalimantan Tengah menggunakan bahasa lndonesia sebagai bahasa pengantar. Sebagian besar masyarakat Kalimantan Tengah (sekitar 60%) terutama di daerah perkotaan telah mengenal dan menggunakan bahasa Indonesia dalam berkomunikasi, terutama sebagai bahasa pengantar di pemerintahan dan pendidikan. Pelajaran Bahasa Indonesia telah diajarkan kepada para siswa sejak di bangku sekolah dasar. Keberagaman etnis dan suku bangsa menyebabkan bahasa Indonesia dipengaruhi berbagai dialek.

Sebagian besar penduduk Kalimantan Tengah terdiri atas suku bangsa Dayak. Suku bangsa dayak sendiri terdiri atas beberapa subsuku bangsa. Mereka memiliki beberapa bahasa daerah. Bahasa Dayak Ngaju adalah bahasa Dayak yang paling luas digunakan di Kalimantan Tengah, terutama di daerah sungai Kahayan dan Kapuas. Bahasa Dayak Ngaju terbagi dalam berbagai dialek seperti bahasa Dayak Katingan dan Rungan. Selain itu, Bahasa Ma'anyan dan Ot Danum juga banyak digunakan. 

Bahasa Ma'anyan banyak digunakan di daerah aliran Sungai Barito dan sekitarnya, sedangkan bahasa Ot Danum banyak digunakan oleh suku Dayak Ot Danum di hulu Sungai Kahayan dan Kapuas. Kelompok masyarakat pendatang juga memberikan keragaman bahasa bagi masyarakat Kalimantan Tengah. 

Bahasa yang sering digunakan dalam kehidupan sehari-hari adalah bahasa Banjar. Hal ini dikarenakan memiliki kedekatan geografis dengan daerah Kalimantan Selatan yang mayoritas dihuni oleh suku (orang) Banjar, dan cukup banyak orang Banjar yang merantau ke Kalimantan Tengah. Bahasa lainnya adalah bahasa Jawa, bahasa Bugis, bahasa Batak, dan sebagainya yang dibawa para pendatang. 

Menurut Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Kalimantan Tengah, bahasa daerah (lokal) terdapat di sebelas DAS meliputi sembilan bahasa dominan dan tiga belas bahasa minoritas yaitu: 

Bahasa Dominan:
1. Bahasa Melayu 
2. Bahasa Banjar 
3. Bahasa Ngaju 
4. Bahasa Maanyan 
5. Bahasa Ot Danum 
6. Bahasa Katingan 
7. Bahasa Bakumpai 
8. Bahasa Tamuan 
9. Bahasa Sampit 

Bahasa Kelompok Minoritas: 
1. Bahasa Mentaya
2. Bahasa Pembuang   
3. Bahasa Dayak Bara Injey
4. Bahasa Dusun Kalahien
5. Bahasa Balai  
6. Bahasa Bulik 
7. Bahasa Kadoreh 
8. Bahasa Mendawai 
9. Bahasa Waringin 
10. Bahasa Dusun Bayan 
11. Bahasa Dusun Tawoyan 
12. Bahasa Dusun Lawangan 
13. Bahasa Dayak Barean

Demikian Pembahasan tentang "Bahasa Daerah Kalimantan Tengah Lengkap Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel kebudayaan daerah Kalimantan Tengah menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.



Sumber : Selayang Pandang Kalimantan Tengah : Ir. Nugroho Yuananto

Friday, October 27, 2017

Pakaian Adat Kalimantan Tengah Lengkap, Gambar dan Penjelasannya

Pakaian Adat Kalimantan Tengah Lengkap, Gambar dan Penjelasannya - Pakaian adat Provinsi Kalimantan Tengah biasanya dipakai pada waktu penyelenggaraan upacara-upacara adat atau pesta adat, misalnya upacara perkawinan dan penyambutan tamu. Pakaian adat untuk upacara pada setiap suku bangsa di Provinsi Kalimantan Tengah berbeda-beda. Hal ini disebabkan setiap suku bangsa memiliki kepercayaan dan ritual adat yang berbeda-beda. Berikut ini pakaian adat suku bangsa di Provinsi Kalimantan Tengah.

Pakaian Adat Suku Dayak Ngaju Kalimantan Tengah

Beratus tahun lalu masyarakat Dayak membuat pakaian dengan bahan dasar kulit kayu yang disebut kulit nyamu. Kulit kayu dari pohon keras ini ditempa dengan pemukul semacam palu kayu hingga menjadi lemas seperti kain. Setelah dianggap halus, "kain dari kulit kayu" itu dipotong untuk dibuat baju dan celana.

Baju adat suku Dayak Ngaju, Kalimantan Tengah berupa rompi tanpa hiasan apa pun yang disebut sangkarut. Celana adalah cawat yang ketika dikenakan, bagian depannya ditutup lembaran kain nyamu berbentuk persegi panjang, yang disebut ewah. Pakaian itu berwarna coklat muda, warna asli kayu, tidak diberi hiasan, tidak pula diwarnai hingga kesannya sangat alamiah.

Dalam perkembangannya, baju kulit kayu dilengkapi aksesori ikat kepala (salutup hatue untuk kaum laki-laki dan salutup bawi untuk kaum perempuan), giwang (suwang), kalung, gelang, rajah (tato) pada bagian-bagian tertentu, yang bahannya juga dipungut dari alam sekitar. Biji-bijian, kulit kerang, gigi dan taring binatang dirangkai menjadi kalung. Gelang dibuat dari tulang binatang buruan, giwang dari kayu keras, dan berbagai akseroris lainnya yang mendaurulangkan limbah keseharian mereka. Kesederhanaan pakaian kulit kayu itu pun memancarkan esensi keindahan karena tambahan warna warni flora dan fauna yang ditambahkan sebagai pelengkap pakaiannya.

Setelah itu, masyarakat Dayak Ngaju pun mulai membubuhkan warna dan corak hias pada pakaian mereka. Bahan pakaian itu secara kreatif diolah dari bahan yang tersedia di alam sekitar mereka. Misalnya warna hitam dari jelaga, warna puitih dari tanah putih dicampur air, warna kuning dari kunyit, warna merah dari buah rotan. Corak hias yang digambarkan pada paakaian mereka juga diilhami oleh apa yang mereka lihat di alam sekitar mereka. Maka tampillah stilasi bentuk flora dan fauna, bunga, dedaunan, akar pohon, burung, cakar harimau dan sebagainya menjadi corak hias pakaian adat. Keyakinan dan alam mitologi juga memberi inspirasi pada penciptaan ragam corak hias pakaian adat sehingga gambar-bambar itu, selain tampil artistik juga punya makna simbolik.

gambar busana adat kalimantan tengah
Sumber : Selayang Pandang Kalimantan Tengah : Ir. Nugroho. Yuananto

Pakaian adat masyarakat Dayak Ngaju yang beredar sekarang hampir seluruhnya dibuat dari kain tenun halus serat kapas atau sutra. Kain-kain tenun halus ini bermula dari para pedagang dari Gujarat India yang datang ke wilayah Nusantara. Oleh masyarakat Ngaju, terutama yang bermukim di daerah pesisir, teknik menenun kain halus ini diadaptasi.

Pakaian Adat Kotawaringin Barat Kalimantan Tengah

Pakaian adat Kotawaringin Barat yang merupakan unsur budaya Melayu di Provinsi Kalimantan Tengah, banyak dipengaruhi oleh pakaian pengantin banjar baamar galung pancaran matahari.

Demikian pembahasan tentang "Pakaian Adat Kalimantan Tengah Lengkap, Gambar dan Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Artikel ini dikutip dari buku "Selayang Pandang Kalimantan Tengah : Ir. Nugroho. Yuananto". Baca juga artikel kebudayaan Indonesia menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.

Contact Me

Name

Email *

Message *