Showing posts with label Seni Tari. Show all posts
Showing posts with label Seni Tari. Show all posts

Thursday, November 23, 2017

13 Tarian Tradisional Sumatera Selatan Lengkap Penjelasannya

13 Tarian Tradisional Sumatera Selatan Lengkap Penjelasannya - Dalam cabang seni tari di Provinsi Sumatera Selatan berkembang banyak jenis tari klasik dan tari kreasi yang masih berpangkal pada tari tradisionalnya. Berikut ini 13 kesenian tari tradisional dari daerah Sumatera Selatan yang perlu diketahui.

1. Tari Gending Sriwijaya
Tarian ini mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, gembira, dan bahagia menyambut tamu kehormatan. Penari terdiri atas sembilan putri yang berbusana adat aesan gede, selendang mantri, pak sang kong, dodot, dan tanggai. Mereka merupakan penari inti yang dikawal dua penari lainnya. Tari Gending Sriwijaya diiringi musik yang terdiri atas penyanyi dan alat musik gamelan dan gong. Penari paling depan membawa tapak sebagai sekapur sirih yang akan dipersembahkan kepada tamu kehormatan diiringi dua penari yang membawa pridon yang terbuat dari kuningan.

Tari Gending Sriwijaya diciptakan pada tahun 1943. Tarian ini untuk mengingatkan para pemuda bahwa nenek moyang mereka adalah bangsa yang besar. Bangsa yang menghormati persahabatan dan persaudaraan antar manusia.

gambar tari gending sriwijaya palembang sumatera selatan

2. Tari Melati Karangan
Tarian ini menggambarkan tentang keagungan para gadis dan ibu-ibu daerah Palembang. Para penari menggunakan busana khas Palembang. Para gadis mengenakan lenggak dan subang, sedangkan para ibu mengenakan baju kurung dengan selendang.

3. Tari Benang Setukal
Tari tradisional ini berasal dari Ogan Komering Ilir. Tarian ini menggambarkan kaum wanita yang sedang menenun benang untuk membuat sarung. Penari berjumlah lima orang gadis.

4. Tari Longgok Musi atau Kipas
Latar belakang tarian ini adalah alunan dan riak-riak gelombang Sungai Musi. Ketika menari, para penari memegang kipas. Kipas ini melambangkan perdamaian dan kesejukan.

5. Tari Tampak Rebana
Tari Tampak Rebana merupakan tari kreasi baru. Tari Tampak Rebana bersumber dari sarafor anam dan tari Rodat. Selain menari, para penari juga memainkan alat musik.

6. Tari Gentasiwa
Tari Gentasiwa merupakan tarian persembahan atau pemujaan yang menggambarkan keagungan Dewa Siwa. Tarian ini melukiskan keagungan Kerajaan Sriwijaya. Gerakan dalam tari gentasiwa merupakan paduan antara tari gendhing sriwijaya, tari tanggal, dan tari lilin.

7. Tari Putri Bekhusek
Tarian ini berasal dari daerah Kabupaten Ogan Komering Ulu. Tarian ini menggambarkan putri sedang bermain dan melambangkan kemakmuran daerah Sumatra Selatan.

8. Tari Bacande
Tari Becande menggambarkan canda ceria muda-mudi masyarakat Melayu. Suasana Islami sangat terasa pada tarian ini. Garis batas tetap dipertahankan, tidak ada kontak fisik antara penari wanita dan penari lelaki. Tarian ini menggunakan kostum yang serba tertutup.

kesenian tari becande sumatera selatan

9. Tari Tanggai 
Tari Tanggai ditampilkan pada saat acara pernikahan adat  atau dalam  acara penyambutan tamu-tamu resmi. Tari Tanggai pada umumnya dibawakan oleh lima penari yang memakai pakaian khas daerah, seperti kain dodot, songket, kalung, pending, sanggul malang, tajuk cempako, kembang rampai,  kembang goyang, dan tanggai berbentuk kuku dari bahan lempengan tembaga. Kesenian tari ini menggambarkan keramahan masyarakat Palembang yang santun dan selalu menghormati, serta menghargai tamu yang berkunjung ke daerahnya.

10. Tari Dempu Awang
Tarian ini melukiskan seorang pemuda yang berhasil mengobati penyakit seorang putri raja yang kemudian menjadi istrinya. Setelah menikah, pasangan ini pindah ke negeri lain bersama istrinya. Suatu saat mereka kembali ke desanya dan bertemu dengan seorang wanita tua yang ternyata adalah ibunya. Akan tetapi, Dempu Awang tidak mengakui bahwa wanita itu adalah ibunya. Kemudian, ibunya mengutuknya sehingga kapal Dempu Awang tenggelam. Itulah yang dilukiskan dalam tarian tersebut.

11. Tari Setabik
Tari Setabik merupakan tarian tradisional masyarakat Musi Banyuasin. Tari ini digelar untuk menyambut tamu-tamu penting yang berkunjung ke daerah itu. Tarian ini juga dipertunjukkan dalam upacara-upacara perkawinan.

seni tari setabik sumatera selatan

12. Tari Bedana
Tari Bedana menggambarkan rasa gembira para remaja ketika mereka bertemu dengan teman-temannya, saling bercengkerama, dan bercanda ria. Perasaan ini digambarkan dengan ayunan langkah dan lenggak lenggok tangan dalam tarian. Biasanya tarian Bedana dilakukan secara berpasangan. Akan tetapi, dalam perkembangannya penari hanya terdiri atas pria saja.

13. Tari Selendang
Tari Selendang adalah sebuah tarian pergaulan muda-mudi yang biasa ditampilkan pada perayaan-perayaan atau pesta-pesta adat di Provinsi Sumatra Selatan.

Demikian pembahasan tentang "13 Tarian Tradisional Sumatera Selatan Lengkap Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel kebudayaan Sumatera Selatan menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.



Sumber : Selayang Pandang Sumatera Selatan : Purwati
Read more

Sunday, November 19, 2017

Ragam Seni Tari dan Seni Pertunjukan Daerah Sumatera Barat

Ragam Seni Tari dan Seni Pertunjukan Daerah Sumatera Barat - Provinsi Sumatera Barat kaya akan tarian tradisional. Salah satu tarian yang sangat terkenal adalah tari Piring. Tari Piring merupakan tarian tradisional khas Minangkabau yang sudah berumur ratusan tahun. Pada awalnya, tari ini dilakukan sebagai ritual untuk mengucapkan rasa syukur masyarakat setempat kepada dewa-dewa karena mendapatkan hasil panen yang melimpah. Upacara tersebut dilakukan oleh beberapa gadis cantik yang membawa sesaji dalam bentuk makanan yang diletakkan di dalam piring. Dalam perkembangannya, setelah agama Islam masuk ke masyarakat Minangkabau tradisi tari Piring ini hanya ditampilkan sebagai sarana hiburan bagi masyarakat. 

Tari Piring dimainkan dengan menggunakan piring sebagai media utama. Keistimewaan para penari piring adalah mereka dapat memainkan piring sambil menari dengan gerakan yang lembut dan teratur tanpa terlepas dari genggaman. Para penari ini juga sering menari di atas pecahan kaca. Mereka menari, melompat-lompat, dan berguling-guling sambil membawa piring di atas pecahan kaca. Tari piring diiringi oleh musik talempong.

kesenian tari piring sumatera barat

Selain tari Piring, ada juga tari Indang. Tari ini menggambarkan tradisi syari’at pada memalu atau kegotongroyongan yang melandasi kehidupan masyarakat Minangkabau. Indang sendiri berarti alat penampi beras. Sebagian dari gerak tari ini berasal dari gerak silat. Ada pula tari Kipas dan tari Payung. Tari Kipas menggambarkan kehidupan pergaulan muda-mudi. Hal tersebut terungkap melalui gerak kipas yang ditarikan secara dinamis. Sementara itu, tari Payung melukiskan hubungan percintaan sepasang muda-mudi. Tarian ini juga ditarikan oleh sepasang mempelai dalam pesta perkawinan mereka. Provinsi Sumatera Barat juga mempunyai sebuah tarian yang penuh dengan unsur gerak silat yaitu Rantak. Rantak menggambarkan kehidupan masyarakat Minangkabau yang dinamis.

kesenian tari indang dan tari rantak sumatera barat


Randai 
Randai adalah pertunjukan teater khas Minangkabau. Pertunjukan teater tersebut merupakan gabungan dari seni peran, senitari, seni musik, dan seni beladiri. Randai biasanya membawakan sebuah cerita, seperti cerita Cindua Mato, Malin Deman, Anggun Nan Tongga, dan cerita rakyat lainnya. Randai biasanya diadakan pada saat pesta rakyat atau pada hari raya ldul Fitri dengan tujuan untuk menghibur. 

Randai biasanya dimainkan oleh beberapa orang. Pemain randai terdiri atas anak-anak dan orang dewasa. Pada zaman dahulu Randai tidak mempunyai anggota wanita. Untuk memerankan seorang wanita, salah seorang anggota Randai didandani mirip wanita. Pemeran wanita ini disebut bujang gadih. Sesuai dengan perkembangan zaman, sudah banyak kelompok Randai yang memiliki anggota wanita.

gambar seni pertunjukan sumatera barat

Silek
Silek adalah seni beladiri dalam masyarakat Minangkabau yang lebih dikenal dengan nama silat. Pengaruh sistem matrilineal di provinsi ini menyebabkan anak laki-laki setelah akil balik harus tinggal di surau. Silek adalah salah satu dasar pendidikan penting yang harus dipelajari oleh anak laki-laki selain pendidikan agama Islam. Silek merupakan unsur penting dalam tradisi dan adat masyarakat Minangkabau. Ada beberapajenis aliran silek di Sumatera Barat, yaitu silek Kumanggo, Linatu, Tuo, Sitaralak, Harimau, Pauh, Sungai Patai, Luncua, Gulo-Gulo Tareh, Baru, dan Ulu Ambek.

Lukah Gilo
Lukah adalah perangkap ikan atau belut yang terbuat dari anyaman lidi atau rotan yang diletakkan di aliran sungai. Berbekal lukah inilah, pada tahun 1955 anak nagari Muaro Paneh, Kecamatan Bukit Sundi, berkreasi dan menciptakan Lukah Gilo. Lukah Gilo adalah lukah yang dibentuk seperti boneka dan diberi mantra oleh seorang pawang. Karena diberi mantra, lukah tersebut dapat bergerak liar. Gerakan lukah akan semakin kuat jika semakin banyak orang yang mencoba menahan gerakan lukah tersebut.

Demikian pembahasan tentang "Ragam Seni Tari dan Seni Pertunjukan Daerah Sumatera Barat" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel kebudayaan Sumatera Barat menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.


Sumber : Selayang Pandang Sumatra Barat : Purwati
Read more

Thursday, November 16, 2017

8 Tarian Tradisional Jawa Timur Lengkap Penjelasannya

8 Tarian Tradisional Jawa Timur Lengkap Penjelasannya - Daerah Jawa Timur kaya akan kesenian yang khas rnenunjukkan ciri khas daerahnya. Salah satunya adalah kesenian tari. Berikut penjelasan singkat tentang beberapa jenis tarian di Jawa Timur.

1. Tari Remo adalah sebuah tarian yang menggambarkan seorang ksatria yang sedang dimabuk asmara. Pada saat sedang asyiknya bercinta tugas negara memanggil sehingga dalam penampilannya terlukislah gerak-gerik yang menggambarkan antara tugas dan cinta. Tari ini biasanya dipakai untuk penyambutan tamu dan juga sebagai tari pembuka pada pertunjukan ludruk. 

2. Tari Seblang merupakan tari tradisional dari daerah Kabupaten Banyuwangi yang mengandung unsur magis religius atau sakral. Tarian ini biasanya ditampilkan sebagai bagian dari upacara adat Seblang.

3. Tari Barongan merupakan tari tradisional dari daerah Kabupaten Ponorogo yang penarinya mengenakan topeng singa sehingga tari ini juga disebut tari Singobarong. Pada bagian kepala singa bermahkotakan bulu-bulu burung merak sehingga tari ini juga disebut tari Dhadhak  Merak. Sekarang ini tari Barongan ditarikan bersama tari Jathilan/ Jaran Kepang, Bujangganong, dan lain-lain sebagai bagian dari seni tradisional Reog Ponorogo.

tari barongan jawa timur

4. Tari Gandrung Banyuwangi adalah sebuah tarian adat orang asing yang semula bersifat sakral, tetapi kini berkembang menjadi sebuah tarian pergaulan. Yang mencolok adalah gerakan pinggul yang berkesan erotik dan langkah kaki yang bervariasi. Gerakannya banyak menirukan gerakan kupu-kupu, ayam bertarung, burung merak, dan kucing. 

5. Tari Jaran Kepang merupakan tari tradisional yang ditarikan oleh beberapa orang pria dengan menggunakan alat berupa kuda-kudaan. Keunikan dari tarian ini adalah pemainnya yang kesurupan, kemudian memakan benda-benda yang terbuat dari kaca. Tarian ini tersebar di beberapa daerah di Jawa Timur dengan nama yang berbeda-beda, seperti Jaranan, Jathilan, atau Kuda Lumping.

tari kuda lumping jawa timur

6. Tari Kalipang merupakan tari tradisional bernapaskan lslam dari Kabupaten Lumajang yang menonjolkan banyak unsur bela diri. Tari ini diiringi dengan alat musik rebana dan jidor. Tari ini biasanya diikuti tari Jaran Kencak.

7. Tari Jejer adalah suatu tarian selamat datang dari ujung timur Pulau Jawa. Biasanya dipertunjukkan pada upacara pernikahan, penerimaan tamu-tamu terhormat, dan lain sebagainya.

8. Tari Pecut adalah rangkaian acara tradisional karapan sapi dari Madura diawali dengan tari Pecut. Dalam tarian ini dilukiskan keakraban pemilik dengan sapi yang dipeliharanya ketika mempersiapkan pertandingan karapan sapi antara lain penggambaran menolak bala dan perawatan sapi. 

Demikian ulasan tentang "8 Tarian Tradisional Jawa Timur Lengkap Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel kebudayaan Jawa Timur menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.



Sumber : Selayang Pandang Jawa Timur : M Purwati
Read more

Tarian Tradisional Betawi Lengkap Penjelasannya

Tarian Tradisional Betawi Lengkap Penjelasannya - Suku Betawi yang berada di wilayah Provinsi DKI Jakarta memiliki beragam kesenian tari tradisional yang hidup dan berkembang di dalam kehidupan masyarakatnya. Tarian Betawi terbentuk dari proses asimilasi berbagai kebudayaan, seperti Melayu, Arab, Cina, Portugis, India, dan juga berbagai kebudayaan dari daerah lainnya di Indonesia seperti Jawa, Lampung, Bali dan sebagainya . Tarian Betawi juga mempunyai ciri khas sendiri, yaitu penggunaan suara musik pengiring yang riang serta gerakanan tari yang dinamis. Berikut ini beberapa kesenian tari tradisional yang banyak dikenal masyarakat Betawi.
  
Tari Ngarojeng
Tarian ini diadaptasi dari musik ajeng yang berkembang di daerah Betawi pinggir. Musik ajeng merupakan tetabuhan/ iringan dalam acara pengantin Betawi, yang menjadi inspirasi gerak Tari Ngarojeng.

Tari Blantek
Tarian ini sebagai pembuka pada setiap pertunjukkan kesenian Blantek yang berasal dari daerah Betawi. Dalam perkembangannya, Tari Blantek merupakan tarian lepas yang sering dipertunjukkan pada acara penyambutan tamu.

Tari blantek Betawi

Tari Topeng Gong
Tari ini diangkat dari kesenian Topeng Betawi yang sudah hampir punah di daerah Betawi pinggir.

Tari Topeng 
Tari Topeng adalah visualisasi gerak yang dibuat nenek moyang tanpa melalui konsep. Para penari menggunakan topeng yang mirip dengan topeng Banjet Karawang Jawa Barat. Dalam topeng Betawi sendiri ada tiga unsur, yaitu musik, tari dan teater.

Tari Cokek Betawi
Tari Cokek biasanya tampil pada pesta, hiburan, baik perayaan perjamuan hajatan perkawinan hingga pesta pengantin sunat. Penari cokek biasanya tidak hanya menari, tetapi juga harus pandai olah vokal diiringi alunan musik gambang kromong. 

Pada tarian pembukaan para penari berjoget dalam posisi berjajar ke samping. Mereka merentangkan tangan setinggi bahu, sambil melangkahkan gerak kaki maju mundur diiringi lagu-lagu khas gambang kromong. Kemudian, mereka mengajak menari kepada para tamu yang hadir dengan mengalungkan selendang. Penyerahan selendang biasanya diberikan kepada tamu yang dianggap paling terhormat.

Pakaian yang dikenakan oleh para penari cokek cukup santun. Rata-rata mereka memakai baju kurung dan celana panjang serta selendang melingkar dililitkan di bagian pinggang Kedua ujung selendang menjulur ke bawah untuk menggaet tamu laki-laki untuk menari bersama. Pakaian yang dikenakan terbuat dari kain sutera atau saten berwarna merah menyala, hijau, kuning, dan ungu, temaram mengkilap. Adapun hiasan kepala, rambutnya dikepang, disanggulkan dengan tusuk konde jaran goyang. Ditambah hiasan dari benang wol dikepang atau dirajut yang lebih dikenal dengan burung hong.

Tari Zapin
Tari Zapin merupakan tarian Melayu yang berasaskan kesenian Arab-Parsi yang telah disesuaikan dengan kesenian Melayu. Tarian ini dibawakan oleh dua orang pria dengan iringan orkes gambus berirama padang pasir. Tari ini biasa ditarikan untuk memeriahkan suatu upacara khitanan atau perkawinan. Tari yang banyak  menggunakan langkah kaki ini bernafas keislaman. Pendukungnya orang-orang Betawi perkotaan keturunan Arab.

tari zapin betawi

Tari Samra
Tari ini adalah sebuah tarian yang khusus ditarikan oleh penari pria. Gerak tarinya menyerupai gerakan silat, tetapi sedikit lebih lembut. Tarian hiburan ini biasanya diselingi oleh orkes gambus.

Tari Blenggo
Ada dua jenis tari Blenggo, yaitu Blenggo Ajeng dan Blenggo Rebana. Blenggo Ajeng diiringi musik gamelan ajeng yang mirip gamelan Bali, sedangkan Blenggo Rebana diiringi oleh rebana besar yang disebut rebana biang. Tarian ini memiliki gerakan-gerakan yang penuh dengan gerak silat.

Tari Silat
Tari silat adalah tarian yang seluruh gerakannya diambil dari gerak pencak silat. Tari ini diiringi oleh tetabuhan khusus yang disebut gendang pencak, gambang kromong, gamelan topeng, dan lainnya. Gaya dalam tari silat yang paling terkenal disebut gaya seray, gaya pecut, gaya rompas, serta gaya bandul.

Demikian ulasan tentang "Tarian Tradisional Betawi Lengkap Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel kebudayaan Daerah Betawi menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.



Sumber : Selayang Pandang DKI Jakarta : Moh. Rofii Adji Sayekti
Read more

Tarian Tradisional Jambi Lengkap Penjelasannya

Tarian Tradisional Jambi Lengkap Penjelasannya - Dari 220 jenis kesenian di Provinsi Jambi sebagian besar berupa seni tari, Jumlahnya mencapai 98 jenis yang tersebar di berbagai daerah Jambi. Ada jenis tarian daerah yang sudah punah seperti tari Tauh, tan Sumbel, dan tan Rangak. Beberapa jenis tari yang masih sering dipertontonkan sebagai berikut.

Tari selampit Delapan menggambarkan kebijaksanaan mengenai iman yang menjadi alat paling kuat dalam hubungan para generasi muda. Tarian ini dibawakan oleh empat pasang penari muda-mudi yang terikat oleh kain syal yang panjang. Adegan ini menggambarkan janji-janji yang terucap terikat kuat menyatukan hati mereka. Tarian Selampit Delapan berasal dari Mandiangin. Awalnya bernama Selampit Delapan Tulang Belut.

kesenian tari selampit delapan jambi

Tari Rangguk merupakan tarian menyambut tamu khas Kerinci. Tari ini ditarikan oleh beberapa gadis sambil memukul rebana kecil. Para penari menggerakkan kaki dan pinggul seiring irama sambil mengangguk-anggukan kepala seakan memberi hormat. 

Tari Joged Batanghari merupakan jenis tari yang digunakan untuk menyambut tamu agung. Sesuai namanya tari ini berasal dari sekitar Sungai Batanghari. Awalnya merupakan tari Melayu yang berirama joged.

Tarian Sekapur Sirih merupakan jenis tari untuk menyambut tamu. Pada awalnya tarian ini hanya dipersembahkan kepada raja-raja. Dalam tarian ini disuguhkan sirih lengkap (selako) kepada para tamu undangan sebagai penghormatan. Sembilan wanita yang membawakan tarian ini terbagi atas dua wanita pembawa selako dan tujuh wanita pembawa bunga tabur.

Sulain itu, masih ada tari-tari yang lain seperti tari Serentak Satang, Iyo-Iyo, Ntok Kudo, Zapin, Asyik, Niti Naik Mahligai, Angguk, Aek Sakotak, Kain Kromong, Rangkuang, Kisan, Puti Cinde, dan tari Marcok. Tari-tarian ini sering dipertunjukkan di wilayah Jambi dalam berbagai kesempatan seperti upacara penyambutan tamu, perkawinan, pesta adat, festival daerah, pertunjukan seni daerah, dan ritual adat lainnya.

Demikian pembahasan tentang "Tarian Tradisional Jambi Lengkap Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel kebudayaan Daerah Jambi menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.


Sumber : Selayang Pandang Jambi : Giyarto
Read more

Wednesday, May 24, 2017

Macam-Macam Tari Bedhaya dari Daerah Yogyakarta

Macam-Macam Tari Bedhaya dari Daerah Yogyakarta - Sebagai pusat budaya, Keraton Kasultanan Yogyakarta Hadiningrat mempunyai beragam kekayaan budaya adiluhung bernilai seni tinggi. Salah satunya adalah tari klasik gaya Yogyakarta-Mataraman yang sangat banyak jenis dan jumlahnya. Salah satu tari klasik Keraton Yogyakarta yang sampai saat ini masih tetap lestari dan berkembang di lingkungan istana keraton Yogyakarta adalah tari Bedhaya.

Tari Bedhaya merupakan tari pusaka keraton Yogyakarta yang sangat sakral. Tari Bedhaya dari daerah Yogyakarta terdapat bermacam-macam jenis, antara lain sebagai berikut;

a. Tari Bedhaya Semang
Tari Bedhaya Semang diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwana I yang termasuk dalam tari putri klasik di Istana Ngayogyakarta Hadiningrat dan dianggap sebagai tari pusaka keraton. Tari Bedhaya Semang ini sangat disakralkan oleh Kraton Ngayogyakarta, yang menggambarkan hubungan mistis antara keturunan Panembahan Senopati sebagai Raja Mataram Islam dengan penguasa Laut Selatan atau Ratu Laut Selatan, yaitu Kanjeng Ratu Kidul.

Bedhaya merupakan gubahan Kanjeng Ratu Kidul, sedangkan semang (Bedhaya semang) diberikan oleh Sultan Agung (Menurut Babad Nitik). Tarian ini dipagelarkan pada saat ritual istana, seperti pada saat jumenengan. Jumlah penari bedhaya terdiri dari 9 orang putri keraton yang mendapatkan status sebagai pegawai Kraton dengan sebutan abdi dalem Bedhaya.9 orang penari Bedhaya Semang memakai busana yang sama. Hal ini merupakan simbolisasi bahwa setiap manusia terlahir dalam keadaan dan wujud yang sama.

b. Tari Bedhaya Sumreg
Bedhaya Sumreg atau Sumbreg merupakan salah satu Tari Bedhaya pusaka milik Keraton Yogyakarta. Tari Bedhaya Sumreg berarti bidadari yang menari dengan iringan gendhing ageng ladrang dan Ketawang. Bedhaya Sumreg muncul pertama kali pada masa Sri Susuhunan Paku Buwono I. Tari Bedhaya Sumreg diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono I. Tari Bedhaya Sumreg ini mengisahkan tentang sikap dan cara yang ditempuh oleh para pemimpin dalam mengatasi berbagai persoalan pada zamannya. Pesan yang disampaikan pada tarian ini, adalah agar manusia di bumi saling menghormati dan menghargai segala bentuk perbedaan dengan berlandaskan pada hubungan kekeluargaan, berbudaya, dan beragama.

Tari-Bedhaya-dari-Daerah-Yogyakarta
c. Tari Bedhaya Sang Amurwabhumi
Tarian ini merupakan tarian klasik gaya Yogyakarta yang diciptakan oleh Sultan Hamengku Buwono X. Karya tari ini merupakan legitimasi Sri Sultan Hamengku Buwono X kepada swargi (Almarhum Sri Sultan Hamengku Buwono IX), yang memiliki konsep filosofis setia kepada janji, berwatak tabah, toleran, kokoh, selalu berbuat baik dan sosial. Konsep tarian ini berasal dari Sri Sultan Hamengku Buwono X dengan koreografinya diciptakan oleh K.R.T. Sasmintadipura.

Tarian ini ditarikan oleh 9 penari putri dengan durasi setengah jam. Dasar cerita diambil dari serat Pararaton atau Kitab Para Ratu Tumapel dan Majapahit, yang selesai ditulis bertepatan pada hari sabtu pahing.

Gamelan pengiring tarian ini menggambarkan kelembutan seorang raja dalam mengabdi dan mengayomi rakyatnya. Tari Bedhaya Sang Amurwabhumi sebagaimana tari Bedhaya lainnya tetap mengacu pada patokan baku Tari Bedhaya sesuai tradisi keraton.
Baca juga:
d. Tari Bedhaya Sapta
Sesuai dengan namanya, tari Bedhaya Sapta ditarikan oleh 7 penari putri (biasanya 9 penari). Tarian ini diciptakan oleh Sri Sultan Hamengku Buwono IX. Tari Bedhaya Sapta mengisahkan dua utusan Sultan Agung untuk menuju Batavia. Dalam menuju Batavia kedua utusan ini menghadapi berbagai rintangan. Yang pada akhirnya keduanya dapat mengatasi rintangan yang ada.

e. Tari Bedhaya Sabda Aji
Tari Bedhaya Sabda Aji bercerita tentang sabda (perintah) aji (raja) atau perintah Sri Sultan Hamengku Buwono IX kepada empu tari untuk menyempurnakan tari golek menak. Tarian ini ditarikan oleh 9 orang penari putri. Salah satu penari dalam Bedhaya Sabda Aji adalah putri sulung Sri Sultan Hamengku Buwono IX, GKR Pambayun.

f. Tari Bedhaya Angron Sekar
Tari Bedhaya Angron Sekar diciptakan oleh K.R.T. Sasmintadipura. Tarian  ini menceritakan Sutawijaya yang menaklukkan Arya Penangsang. Sang Istri Arya Penangsang yang bernama Angron Sekar mengatahui kalau pasangannya ditaklukkan Sutawijaya sehingga bermaksud membalasnya. Namun, pada akhirnya justru Angron Sekar jatuh cinta kepada Sutawijaya.

g. Tari Bedhaya Herjuna Wiwaha
Tari Bedhaya Herjuna Wiwaha ini menceritakan proses pengangkatan KGPH Mangkubumi menjadi Sri Sultan HB X.

Demikian ulasan tentang "Macam-Macam Tari Bedhaya dari Daerah Yogyakarta" yang dapat kami sajikan. Baca juga seni tari menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Read more

Saturday, April 29, 2017

Nama-Nama Tari Tradisional Indonesia dan Daerah Asalnya

Nama-Nama Tari Tradisional Indonesia dan Daerah Asalnya - Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan seni dan budaya salah satunya adalah seni tari. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman jenis-jenis tari yang terdapat di berbagai daerah-daerah Nusantara. Salah satunya adalah jenis tari tradisional, yaitu seni tari yang sudah ada sejak zaman nenek moyang serta diwariskan secara turun temurun. Keanekaragaman seni tari di Indonesia dipengaruhi oleh keanekaragaman adat, suku, dan budaya yang ada di berbagai daerah di Nusantara. Setiap suku atau daerah memiliki adat, budaya dan kesenian daerah yang menjadi ciri khas suatu daerah.

Keanekaragaman seni dan budaya Nusantara merupakan warisan bangsa yang tidak ternilai. Beragam kesenian bisa kita temukan di berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan keanekaragaman seni dan budaya Nusantara, salah satunya adalah seni tari tradisional  yang tersebar di berbagai daerah Nusantara, maka sebagai masyarakat yang berbudaya kita harus memiliki wawasan seni dan budaya Nusantara, salah satunya adalah nama-nama tari tradisional Indonesia dan dari mana asal daerahnya. Untuk menambah wawasan seni dan budaya Nusantara, berikut ini kami sajikan daftar nama-nama tari tradisional Indonesia dan daerah asalnya.
nama-nama tari tradisional indonesia dan daerah asalnya

1. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
  • Tari Saman

Tari saman merupakan salah satu kesenian tari tradisional yang penyajiannnya mengungkapkan rasa puji syukur kepada Allah SWT. Biasanya tarian ini disajikan pada acara penyambutan tamu.
  • Tari Pukat
Tarian ini berhubungan dengan kehidupan nelayan masyarakat Aceh. Dalam tarian ini diceritakan seorang nelayan yang menganyam pukat, pergi ke laut untuk menangkap ikan.
  • Tari Bines
Tari Bines merupakan tarian tradisional Aceh yang berasal dari Kabupaten Gayo Lues. Tarian ini diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Syech Saman dalam rangka dakwah keagamaan. Tarian ini ditarikan oleh penari wanita dengan cara duduk berjajar sambil menyanyikan syair dakwah atau informasi pembangunan.

2. Provinsi Sumatera Utara
  • Tari Baluse
Tari baluse adalah tarian khas masyarakat suku Nias yang melambangkan kegagahan di medan perang.
  • Tari Manduda
Tari manduda merupakan tarian yang melambangkan perasaan suka cita saat sedang panen.
  • Tari Sekapur Sirih
Tarian ini dikhususkan untuk menyambut tamu yang ditarikan oleh beberapa wanita yang membawa bunga untuk ditaburkan.

3. Provinsi Sumatera Barat
  • Tari Piring
Tari piring berasal dari kata tarian dan piring. Penari menggunakan piring sebagai alat utama dalam tariannya. Tarian ini dipercaya berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. PembahasanTari Piring secara jelas dan lengkap silahkan baca di "Tari Piring, Sejarah, Asal Usul, dan Cara Menari Tari Piring".
  • Tari Randai
Randai dalam masyarakat Minangkabau suatu kesenian yang dimainkan secara berkelompok. Tari Randai membawakan cerita rakyat seperti cerita Cindua Mato, Anggun Nan Tongga, Malin Deman, dan cerita rakyat lainnya. Tari Randai bertujuan menghibur masyarakat dan diadakan pada saat pesta rakyat atau pada saat hari besar keagamaan. Randai terdapat di pesisir selatan, sebuah daerah bagian selatan di Provinsi Sumatera Barat.

4. Provinsi Riau (Kepulauan Riau dan Bangka Belitung)
  • Tari Melemang
Tari melemang sudah dikenal sejak abad ke-12 (zaman kerajaan Bentan). Pada waktu itu tarian ini merupakan tarian istana yang ditarikan oleh para pedagang di sekitar istana. Tarian ini dipersembahkan ketika Sang Raja sedang beristirahat. Tari Melemang mementaskan kecakapan para penari saat mengambil sesuatu (uang receh, sapu tangan, dan lain sebagainya) dengan cara melemang (berdiri sambil membungkukkan badan ke arah belakang), oleh karena itu tarian ini disebuat sebagai Tari Melemang. Di daerah Tanjungpisau, tarian ini dikenal dengan sebutan Melemang Penaga atau tari Melemang Bintan Penaga.
  • Tari Zapin
Tari Zapin diinspirasikan oleh keturunan arab yang berasal dari Yaman. Menurut sejarah, Tari Zapin merupakan tari hiburan untuk kalangan raja-raja di istana yang dibawa dari Yaman oleh para pedagang-pedagang di awal abad ke-16. Tarian Tradisional ini bersifat edukatif dan menghibur, yang digunakan sebagai media dakwah islamiyah melalui syair-syair lagu zapin yang didendangkan.

5. Provinsi Jambi
  • Tari Puti Cinde
Tari Puti Cinde merupakan salah satu tari tradisional yang diinspirasi oleh relief yang terdapat di candi Muara Takus yang menunjukkan kebesaran, keagungan dari hati untuk menyambut tamu agung.
  • Tari Selampit Delapan
Tarian ini menceritakan kebijaksanaan mengenai iman yang dapat menjadi alat paling kuat pada hubungan genarasi muda. Tarian ini dibawakan oleh delapan pasangan muda-mudi yang mempesona dan saling terikat dengan syal, yang mengartikan bagaimana janji-janji yang diucapkan tetap kuat yang menyatukan hati mereka.
  • Tari Kain Kromong
Tarian ini menceritakan ritual peminangan, dimana biasanya mereka bernyanyi secara bersama-sama.

6. Provinsi Sumatera Selatan
  • Tari Gending Sriwijaya
Tari Gending Sriwijaya merupakan tari tradisional masyarakat Palembang yang digelar untuk menyambut para tamu istimewa yang berkunjung ke daerah tersebut. Tarian ini berasal dari Kerajaan Sriwijaya pada masa kejayaannya di kota Palembang yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, bahagia dan gembira, tulus dan terbuka terhadap tamu istimewa yang berkunjung ke daerah tersebut.

Tari Gending Sriwijaya dibawakan oleh 9 penari muda yang cantik-cantik yang berbusana adat Aesan Gede, selendang mantri, paksangkong, dodot, dan tanggai. Mereka adalah penari inti yang dikawal dua penari lain yang membawa payung dan tombak.

7. Provinsi Lampung
  • Tari Cangget
Tari Cangger merupakan tarian tradisional masyarakat daerah lampung yang dimainkan oleh para pemuda dan memudi. Tari cangget ditampilkan pada setiap upacara yang berhubungan dengan gawi adat, seperti; upacara mendirikan rumah, panen raya, dan pada saat mengantar orang yang menunaikan ibadah haji. Ada beberapa macam tari cangget, antara lain yaitu Cangger Nyambuk Temui, Cangget Bakha, Cangget Penganggik, Cangget Pilangan, dan Cangget Agung.

8. Provinsi DKI Jakarta
  • Tari Blantek
Tari ini dipentaskan sebagai pembuka pada setiap pertunjukan kesenian Blantek yang berasal dari Betawi. Dalam perkembangannya, tari blantek merupakan tarian lepas yang dipertunjukkan untuk acara penyambutan tamu.
  • Tari Cokek
Tari Cokek merupakan tari garapan baru yang diangkat dari kesenian cokek dan merupakan tari pergaulan yang dimainkan sepasang muda-mudi dengan rasa riang, gembira dan suka canda.
  • Tari Gitek Balen
Gitek artinya goyang dan balen artinya bergantian (yang diambil dari istilah dalam tetabuhan musik Ajeng). Tarian ini sebagai manifestasi dari kedinamisan dan kelincahan gadis-gadis yang menginjak dewasa.
  • Tari Ngarojeng
Tarian ini diadaptasi dari musik ajeng yang berkembang di daerah Betawi pinggir. Musik Ajeng merupakan tetabuhan dalam upacara pengantin masyarakat Betawi yang menjadi inspirasi garak tari ngarojeng.

9. Provinsi Jawa Barat
  • Tari Topeng
Secara historis, pertunjukan tari topeng berawal di Cirebon pada abad ke 19, yang dikenal dengan Topeng Babakan. Menurut R. Tjetje Soemantri (1951), didaerah Jawa Barat yaitu Sumedang, Garut, Bandung, dan Tasikmalaya, pada tahun 1930 didatangi rombongan topeng wayang wong dengan dalangnya bernama Koncer dan Wentar. Berdasarkan data historis inilah, taori awal masuknya tari topeng ke daerah Jawa Barat (Priangan), kemudian ditetapkan sebagai awal perkembangan Tari Topeng Priangan.
  • Tari Merak
Tarian ini merupakan tari kreasi baru dari daerah Jawa Barat yang menggambarkan segala tingkah laku burung merak yang suka ria, canda dan harmonis dalam bentuk visual dari warna yang dimiliki burung merak yang menggambarkan tarian ini.

10. Provinsi Jawa Tengah
  • Tari Roro Anteng dan Joko Seger
Tarian ini mengisahkan perjalanan waktu dari mulai bertemunya Roro Anteng yang merupakan putri Prabu Brawijaya dengan Garwa Padmi, raja terakhir Majapahit, yang terkenal berwajah ayu rupawan dengan seorang Senopati berdarah Brahmana yang bernama Jaka Seger.
  • Tari Srimpi
Tarian ini ditarikan oleh empat putri, yang masing-masing mendapat sebutan; air, api, angin, dan bumi, yang selain melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. Sedangkan nama peranannya adalah gatak, gulu, gadha, dan buncit. Komposisi segi empat melambangkan tiang pendopo, seperti Bedhaya. Tari Srimpi ini ada yang duci atau disakralkan, yaitu tari Srimpi Anglir Mendhung.
  • Tari Blambangan Cakil 
Tari Blambangan Cakil merupakan tarian tradisional yang berasal dari Jawa Tengah yang mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil. Tarian ini melambangkan penumpasan angkara murka.
  • Tari Bedhaya Ketawang
Tari Bedhaya Ketawang merupakan jenis tarian tradisional klasik dari Keraton Surakarta yang hanya dipertunjukkan pada saat tinggalan dalem Jumenengan Keraton Surakarta (upacara peringatan kenaikan tahta raja). Tarian Bedhaya Ketawang merupakan tarian sakral di Keraton Surakarta. Bedhaya Ketawang merupaka tarian yang berfungsi bukan hanya sebagai hiburan, karena tarian ini disajikan pada acara khusus dan bersifat resmi. Tari Bedhaya Ketawang menggambarkan hubungan asmara raja-raja Mataram dengan Ratu kidul. Lebih jelas dan lengkap pembahasan tentang tari Bedhaya Ketawang silahkan baca di "Tari Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral dari Surakarta".

11. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Tari Langen Mandra Wanara
langen Mandra Wanara adalah salah satu bentuk drama tari jawa yang menggunakan materi tradisi klasik gaya Yogyakarta. Drama Tari ini menggambarkan banyaknya wanara (kera) dan memiliki fungsi menghibur. Drama tari ini merupakan perkembangan dari drama tari Langendriya yang bersumber dari serat Damarwulan. Langendriya dan Langen Mandra Wanara disajikan dalam bentuk tari dengan posisi jengkeng atau jongkok, disertai dengan dialog yang berupa tembang macapat.
  • Tari Bedhaya Semang
Tari Bedhaya semang merupakan jenis tari tradisional klasik yang diciptakan oleh Hamengku Buwono I pada tahun 1759, yang menceritakan perkawinan Sultan Agung dari Mataram dengan Ratu Kidul. Tari Bedhaya Semang merupakan tarian yang sangat dikeramatkan di keraton Yogyakarta. Tarian ini ditarikan oleh sembilan penari putri menggunakan rias busana yang serba kembar.
  • Tari Srimpi SanguPati
Tari Srimpi SanguPati diciptakan dengan nama Srimpi Sangapati yang berasal dari gabungan kata sang dan apati yang secara harfiah diartikan sebagai sang pengganti raja. Pada masa pemerintahan Pakubuwono IX nama tari Srimpi Sangapati diubah menjadi Srimpi Sangupati. Tari Srimpi Sangupati memiliki makna mendalam tentang nilai-nilai luhur agar manusia mampu mengendalikan dan melawan hawa nafsunya sendiri.

12. Provinsi Jawa Timur
  • Tari Ebeg
Tari ebeg merupakan kesenian tari tradisional yang berasal dari daerah Banyumas, Jawa timur. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari anyaman bambu dengan ijuk sebagai rambut di kepalanya. Tarian ini menggambarkan prajurit perang yang gagah berani sedang menunggang kuda.

13. Provinsi Bali
  • Tari Bebali
Seni tari Bali pada umumnya dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok, yaitu Tari Wali atau seni tari pertunjukan sakral, Tari Bebali atau seni tari untuk upacara adat dan juga untuk pengunjung, serta Tari Balih-Balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung. Lebih jelas dan lengkap tentang pembahasan beragam jenis Tari Bali ini, silahkan baca pada artikel berikut ini;
14. Provinsi Nusa Tenggara Barat
  • Tari Batunganga
Tari Batunganga merupakan tarian tradisional yang berlatar belakang cerita rakyat. Tarian ini mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon kepada sang pencipta agar sang putri dikeluarkan dari batu tersebut.
  • Tari Mpaa Lenggogo
Tari Mpaa Lenggogo merupakan sebuah tari tradisional yang disajikan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Tarian ini juga sering ditarikan pada saat upacara perkawinan atau upacara khitan keluarga raja.

15. Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Tari Gareng lameng
Tari Gareng lameng merupakan tari tradisional dari daerah Nusa Tenggara Timur yang sering dipertunjukkan pada saat upacara khitan. Tarian ini berupa ucapan selamat dan memohon kepada sang pencipta agar anak yang di khitan sehat lahir batin serta sukses dalam hidupnya.
  • Tari Gawi
Tari gawi adalah tarian tradisional masyarakat Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur yang dilakukan secara massal. Tarian ini merupakan tarian adat masyarakat Ende Lio sebagai ungkapan rasa syukur atas berkat rahmat yang diberikan tuhan kepada mereka.
  • Tari Perang
Tari Perang merupakan tarian tradisional masyarakat Nusa Tenggara Timur yang menunjukkan sifat keperkasaan dan kepandaian memainkan senjata berupa cambuk dan perisai.

16. Provinsi Kalimantan Barat
  • Tari Zapin Tembung
Tari Zapin tembung merupakan salah satu bentuk tari pergaulan pada masyarakat Kalimantan Barat.
  • Tari Monong
Tari Monong merupakan salah satu tari tradisional masyarakat Kalimantan Barat yang bertujuan sebagai tari penolak penyakit. Penari melakukan perilaku seperti dukun dengan jampi-jampi tujuannya agar penyakit si penderita dapat segera sembuh.

17. Provinsi Kalimantan Tengah
  • Tari Balean Dadas
Tari Balean Dadas merupakan tarian tradisional masyarakat Kalimantan Tengah yang bertujuan untuk memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.
  • Tari Gong
Tari Gong merupakan tarian tradisional masyarakat Kalimantan Tengah yang dipertunjukkan sebagai upacara penyambutan tamu agung. Tarian ini dapat pula dipertunjukkan pada saat upacara kelahiran bayi keturunan kepala suku.
  • Tari Perang
Tari Perang merupakan tarian tradisional masyarakat Kalimantan Tengah yang diperagakan oleh dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.

18. Provinsi Kalimantan Selatan
  • Tari Baksa Kumbang
Tari Baksa Kumbang merupakan tari tradisional dari Kalimantan Selatan yang dipertunjukkan pada saat menyambut tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.
  • Tari Radab Rahayu
Tari Radab Rahayu merupakan tari tradisional masyarakat Kalimantan Selatan yang dipertunjukkan pada upacara tepung tawar, yaitu pada saat sebelum pengantin pria dan wanita dipersandingkan.

19. Provinsi Kalimantan Timur
  • Tari Kanjar
Tari Kanjar merupakan tarian sakral masyarakat suku Kutai dari Keraton Kasultanan Kutai Kertanegara ing Martadipura, Kalimantan Timur. Tari Kanjar yang ditarikan oleh penari laki-laki disebut tari Kanjar laki, dan tari Kanjar yang ditarikan oleh penari wanita disebut tari Kanjar Bini.
  • Tari Rembara
Tarian Rembara merupakan tarian tradisional masyarakat Kalimantan Timur yang diadakan khusus untuk upacara adat, atau kegiatan ritual lainnya seperti ritual pengobatan (upacara balian).
  • Tari Gintur
Tari Gintur berasal dari Kabupaten Paser. Masyarakat Paser menyebut tari ini sebagai tari giring-giring. Tarian ini menceritakan pahlawan yang baru pulang dari medan perang.

20. Provinsi Sulawesi Utara
  • Tari Maengket
Tari Maengket merupakan tarian tradisional Minahasa. Tari Maengket adalah perpaduan gerak dan nyanyian yang saat ini populer dikalangan masyarakat Tou Minahasa. Tarian ini terdiri atas tiga babak, yaitu; Maoweykamberu, Marambak, dan Lalayan.

21. Provinsi Sulawesi Tengah
  • Tari Lumense
Tari Lumense adalah jenis tarian untuk menyambut tamu terhormat, yang diakhiri dengan menaburkan bunga kepada para tamu tersebut.
  • Tari Mamosa
Tari Mamosa adalah tarian perang yang dibawakan seorang penari pria dengan membawa parang dan perisai dari kayu, yang ditarikan dengan gerakan melompat-lompat seperti menangkis serangan musuh.
  • Tari Pajoge
Tarian ini berasal dari lingkungan istana. Biasanya dipertunjukkan pada waktu pelantikan raja. Para penarinya terdiri atas tujuh penari wanita dan seorang penari pria.

22. Provinsi Sulawesi Barat
  • Tari Salabose Daeng Parolle
Tarian ini melambangkan perjuangan I Salabose Daeng Parolle salah seorang Raja Banggae yang menentang para perampok dari suku Tidung.
  • Tari Elo-Elo
Tarian ini melambangkan kesetiaan dan keteguhan kaum wanita. Tarian ini merupakan salah satu rangkaian upacara adat bandangan di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.
  • Tari Pallaga
Tarian ini merupakan salah satu tari rakyat/ tari tradisional Mandar. Tari ini dimainkan dua orang atau lebih dengan menggunakan aksesories kepala kerbau.

23. Provinsi Gorontalo
  • Tari Polopalo
Tari Polopalo merupakan jenis tari pergaulan bagi muda mudi daerah Gorontalo. Polopalo berasal dari nama sebuah alat musik tradisional Gorontalo.
  • Tari Dana-Dana
Tari Dana-Dana merupakan tarian tradisional Gorontalo yang berasal dari bahasa daerah yaitu daya-dayango yang memiliki arti menggerakkan seluruh tubuh sambil berjalan. Tarian ini merupakan tari pergaulan remaja yang ditarikan oleh 2 sampai 4 penari laki-laki.
  • Tari Saronde
Tari Saronde merupakan tarian tradisional masyarakat Gorontalo yang diangkat dari tradisi masyarakat saat malam pertunangan dalam rangka upacara perkawinan adat.

24. Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Tari Molulu
Molulu adalah tarian pergaulan suku Tolaki yang dibawakan secara massal sambil bergandengan tangan membentuk lingkaran besar. Filosofi tarian ini adalah ungkapan rasa syukur masyarakat atas suatu keberhasilan yang dicapai yang sekaligus sebagai ajang pertemuan muda-mudi untuk menjajaki perasaan diantara mereka.
  • Tari Balumpa
Tari Balumpa merupakan tari tradisi rakyat yang berasal dari Button. Tarian ini merupakan tari selamat datang dalam menyambut tamu agung.

25. Provinsi Sulawesi Selatan
  • Tari Kipas Pakarena
Tari Kipas Pakarena merupakan salah satu tarian tradisional daerah Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini ditarikan oleh penari wanita yang berbusana adat dengan melakukan gerakan khas menggunakan kipas sebagai atribut menarinya.
  • Tari Pattenung
Tari Pattenung merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat Sulawesi Selatan. Tarian ini menggambarkan wanita-wanita yang sedang menenun. Tarian ini juga menggambarkan kesabaran, kegigihan dan ketekunan wanita Toraja yang menenun benang menjadi kain.
  • Tari Ma'gellu
Tari Ma'gellu merupakan tarian tradisional masyarakat Sulawesi Selatan yang ditarikan oleh remaja putri berjumlah ganjil, diiringi gendang yang ditabuh oleh empat remaja putra.

26. Provinsi Maluku
  • Tari Katreji
Tari Katreji merupakan tari pergaulan dari daerah Maluku yang sering dipentaskan pada acara pelantikan Kepala Desa, Bupati maupun Gubernur. Tarian ini dipercaya merupakan produk akulturasi budaya dari pejajah masa lalu serta budaya lokal Maluku.
  • Tari Orlapei
Tari Orlapei merupakan tari tradisional Maluku yang dipentaskan pada saat penyambutan tamu kehormatan dalam acara desa di Maluku.Tari Orlapei menggambarkan suasana kegembiraan seluruh masyarakat atas kedatangan tamu kehormatan di Desanya.
  • Tari Saureka Reka
Tari Saureka Reka merupakan tarian tradisional Maluku yang mirip dengan  permainan engklek. Perbedaan dengan permainan engklek adalah Penari Saureka Reka harus melompat menari sekaligus menghindari hentakan gaba-gaba yang dimainkan oleh pemain lainnya.

27. Provinsi Maluku Utara
  • Tari Cakalele
Tari Cakalele merupakan tarian yang berasal dari Maluku Utara yang masuk dalam kategori tari tradisional berupa tari perang. Tarian ini umumnya ditarikan oleh sejumlah pria, namun ada juga beberapa wanita sebagai pendukungnya.
  • Tari Bambu Gila
Tari Bambu Gila merupakan tarian mistis dari daerah hutan bambu di kaki gunung Gamalama, Maluku Utara.
  • Tari Soya-Soya
Tari Soya-Soya merupakan salah satu tarian tradisional dari Maluku Utara. Tarian ini menggambarkan perjuangan masyarakat Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan pada zaman dahulu.

28. Provinsi Papua
  • Tari Musyroh
Tarian ini merupakan salah satu tarian sakral Papua yang diadakan jika ada sanak saudara atau warga mengalami kecelakaan maut dan diperkirakan arwahnya tidak tenang. Tarian ini biasanya ditarikan oleh sekelompok penari pria.
  • Tari Sajojo
Tarian ini ciptakan sebagai cerminan budaya warga Papua yang senang bergaul. Tarian ini dapat ditarikan oleh siapa saja dan dalam jumlah yang tidak terbatas.
  • Tari Yospan
Tari Yospan merupakan tarian tradisional Papua dengan gerakan yang sangat energik yang menandakan pergaulan masyarakat Papua. Tarian ini dipentaskan pada acara-acara besar seperti upacara adat, acara seni budaya, dan upacara penyambutan.

29. Provinsi Papua Barat
  • Tari Perang
Tari Perang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Papua Barat yang menggambarkan kepahlawanan dan kegagahan masyarakat Papua Barat. Tarian ini dibawakan oleh penari pria yang membawa panah sebagai atribut menari.
  • Tari Wutukala
Tari Wutukala merupakan tari tradisional masyarakat suku Moy di Papua Barat yang menggambarkan aktifitas masyarakat saat berburu ikan. Tarian ini biasanya dilakukan secara berpasangan atau berkelompok. Tari Watukara merupakan tarian terkenal di Papua Barat, khususnya masyarakat di daerah tempat tinggal Suku Moy, yaitu di pesisir Sorong.
  • Tari Magasa
Tari Magasa merupakan tarian tradisional masyarakat suku Arfak di Papua Barat yang dibawakan secara massal oleh penari pria dan wanita. Tarian ini dilakukan dengan cara menari saling bergandengan tangan dan membentuk barisan memanjang seperti ular, sehingg ada yang menyebut tarian ini sebagai tarian ular. Tarian ini cukup terkenal di Papua Barat terutama di daerah tempat tinggal suku Arfak.

Demikian pembahasan tentang "Nama-Nama Tari Tradisional Indonesia dan Daerah Asalnya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel seni tari menarik lainnya disitus Senibudayaku.com.
Read more

Sunday, March 19, 2017

Seni Tari di Indonesia, Sejarah, Jenis, dan Fungsi Seni Tari

Seni Tari di Indonesia, Sejarah, Jenis, dan Fungsi Seni Tari - Seni tari terus berkembang sejak zaman prasejarah, sejarah , sampai modern. Ini terlihat dari perkembangan geraknya. Dari yang sangat sederhana, sederhana, terkonsep secara estetis, sampai tidak beraturan atau bebas.

Sejarah Seni Tari di Indonesia
Karya tari pada zaman prasejarah betul-betul berbentuk ungkapan ekspresif. Rasa senang dan sedih betul-betul diungkapkan dalam gerak dan hentakan kaki, tepuk tangan, jeritan, bahakan, bahkan berguling-guling.

Pada zaman prasejarah bentuk-bentuk gerakan tari di Nusantara sudah mengarah pada maksud atau tujuan kegunaan menari. Tidak hanya sebagai ungkapan perasaan tapi tari juga sebagai sarana hiburan dan persembahan. Karena seni lain juga sudah berkembang, unsur-unsur pendukung tari seperti busana, perlengkapan tari/ properti, rias, dan musik juga lebih maju.

Pada masa inilah muncul tari tradisional kerakyatan dan tari tradisional klasik yang menjadi tonggak dasar perkembangan seni tari di Indonesia. Bentuk gerak tari zaman modern betul-betul digarap  dengan gaya baru yang lebih bebas. Misalnya cara manusia terbang, hewan bernyanyi dan bermain di taman, orang berjalan seperti robot dan lain-lain.
seni tari di indonesia

Jenis Tari Daerah di Indonesia
Tari daerah Nusantara adalah kesenian tari yang terus tumbuh dan berkembang sesuai dengan kelompok masyarakat pendukungnya. Tari daerah Nusantara memiliki keunikan gerak, irama musik pengiring, bentuk penyajian, rias dan busana. Keunikan ini disesuaikan dengan fungsi seni tari tersebut di masyarakat, apakah sebagai hiburan atau sebagai sarana upacara adat.

1. Berdasarkan Sifat dan Sejarah
Berdasarkan sifat dan sejarah pembentukannya, tari daerah terbagi menjadi dua bagian yaitu tari tradisi dan tari kreasi.

a. Tari Tradisi, merupakan tari yang ada sejak zaman nenek moyang dan diwariskan secara turun temurun. Tari tradisi dibagi menjadi tari tradisi kerakyatan dan klasik.

Tari Tradisional Kerakyatan, tumbuh dan berkembang di dalam lingkungan masyarakat umum atau rakyat biasa. Tari tradisional kerakyatan biasanya digunakan sebagai tari hiburan, pergaulan, juga sebagai wujud rasa syukur. Memiliki ciri-ciri bentuk gerak, irama, ekspresi, dan rias busana yang sederhana serta sering disajikan secara berpasang-pasangan atau kelompok. Contohnya; tari Jaran Kepang, Kuda Lumping (Jawa), tari Jaipong (Jawa Barat), tari Banyumasan, tari Payung, Lilin (Sumatera Barat), tari Saman (Aceh), dan lain-lain.

Tari Tradisional Klasik, dikembangkan oleh kaum bangsawan di istana. Bentuk gerak tarinya baku dan tidak bisa diubah. Pengembangan tari tradisional klasik lebih sulit karena hanya bisa dilakukan dalam kelompok bangsawan tersebut. Fungsi tari klasik biasanya digunakan sebagai sarana upacara kerajaan dan adat. Bentuk gerak, penghayatan, irama, rias, dan busananya terkesan lebih mewah dan estetis.

Contohnya; tari Topeng Klana (Jawa Barat), tari Beskalan, tari Ngremo (Jawa timur), tari Bedhaya, tari Serimpi, tari Sawung (Jawa Tengah), tari Pakarena (Sulawesi Selatan), tari Rejang (Bali).

b. Tari Kreasi, adalah bentuk gerak tari baru yang dirangkai dari perpaduan gerak tari tradisional kerakyatan dengan tari tradisional klasik. Gerak tari kreasi berasal dari satu daerah atau berbagai daerah di Indonesia. Selain bentuk geraknya, rias, busanan dan irama iringannya juga merupakan hasil modifikasi tari tradisi. Bentuk gerak tari baru misalnya operet (mempertegas lagu dan cerita), pantomim (gerak patah-patah penuh tebakan), dan kontemporer (gerak ekspresif spontan, terlihat tak beraturan tapi terkonsep).

Contohnya; tari Tenun, tari Wiranata, tari Panji Semirang (Bali), tari Kijang, tari Angsa, tari Kupu-Kupu, tari Merak (Jawa), tari Lebonna, tari Bosara (Sulawesi Selatan), dan lain-lain.

2. Berdasarkan Bentuk Penyajian
Bentuk seni tari dibedakan berdasarkan jumlah penari. Tari dapat disajikan secara tunggal, berpasangan, dan kelompok.

a. Tari tunggal, merupakan bentuk tari yang ditarikan secara individu/ sendiri, baik perempuan atau laki-laki. Penari memiliki tanggung jawab pribadi untuk menghapal gerak dan formasi dari awal sampai akhir pementasan. Tari tunggal biasanya memiliki alur cerita atau penokohan yang mengambil tema  seperti kepahlawanan atau percintaan. Contohnya; tari Panji Semirang (Bali), tari Topeng (Jawa Barat), tari Golek (Jawa Tengah).

b. Tari Berpasangan, bisa dilakukan oleh penari laki-laki dan perempuan, sesama laki-laki, atau sesama perempuan. Penari harus memperhatikan keselarasan geraknya dengan gerak pasangannya. Mereka harus saling mengisi dan melengkapi, juga melakukan respons dan kerja sama. Contohnya; tari Gale-Gale (Papua), tari Payung (Melayu), tari Cokek (Jakarta), tari Piso Surit (Batak), dan lain-lain.

c. Tari kelompok, adalah bentuk tarian yang ditarikan oleh tiga orang atau lebih. Tari jenis ini memerlukan kerjasama yang lebih baik lagi. Keselarasan gerak dan permainan komposisi sangat menentukan. Untuk pergelaran sendra tari atau drama tari penari harus dapat diajak kerja kelompok berdasarkan alur cerita atau keterkaitan para pemeran tokohnya. Contohnya; tari Bedhaya Ketawang (6 orang, Surakarta, Jawa Tengah), tari Bedhaya Semang (6 orang, Yogyakarta), tari Lawung (4 orang, Jawa Tengah), tari Kecak, tari Janger (Bali).
Baca juga:
Fungsi Seni Tari di Indonesia
Seni tari tidak hanya sekedar ungkapan ekspresi spontan tatkala senang dan sedih. Tari berkembang sesuai dengan kebutuhan sosial sehingga mempunyai fungsi yang lebih penting dalam kehidupan masyarakat.

Fungsi seni tari di Indonesia antara lain sebagai;

a. Sarana Upacara Adat dan Religi
Berbagai upacara yang berkaitan dengan perburuan, peperangan, kenaikan tahta, pergantian musim, saat tanam dan panen , kelahiran bahkan kematian memiliki tarian sendiri. Tari ini bersifat sakral dengan unsur sebagai pemujaan kepada alam dan penguasanya. Gerak ekspresif dan imitatif (meniru gerak sekitar). Dengan komposisi tari melingkar, berjajar atau berbaris. Contohnya; tari Seblang (Panen Padi, Jawa Timur), tari Pattudu (persembahan, Sulawesi Selatan), tari Ratep (meminta hujan, Madura).

b. Sebagai Sarana Pertunjukan
Tari berguna untuk menghibur masyarakat luas. Sebagai sarana pertunjukan tari dapat dibagi menjadi dua, yaitu:
  • Tari hiburan/ tontonan rakyat, disusun agar rakyat bergembira. Gerakannya lincah dan semarak. Irama, rias, busana dan komposisinya meriah dan beragam. Contohnya; tari Serampang Duabelas (Sumatera barat), tari Jaipong (Jawa barat), tari Janger (Bali).
  • Tari sebagai sarana pergelaran resmi, disusun dan direncanakan secara matang untuk pertunjukan. Contohnya; drama tari atau sendra tari, tari untuk festival, penyambutan tamu, upacara resmi.
c. Sebagai Media Pendidikan
Sebagai media pendidikan tari dapat membentuk keseimbangan emosi, keterampilan, budipekerti, toleransi, dan berpenampilan santun. Fungsi inilah yang kemudian melahirkan sanggar-sanggar tari. Dengan mempelajari seni tari kita bisa mengetahui jenis-jenis tari di Indonesia serta mengembangkan rasa memiliki dan menghargai budaya bangsa sehingga dapat turut melestarikannya. Disamping itu pribadinya juga dapat terbentuk dalam menjaga dan menghormati budaya suku bangsa dan bangsa lain.

d. Sebagai Sarana Komunikasi
Dalam acara perayaan dengan menampilkan pertunjukan tari, warga berkumpul, menari, dan bergembira bersama dengan gerak-gerak yang selaras. Lewat tarian ini warga berinteraksi, bergaul, berkomunikasi, menciptakan hubungan yang lebih baik. Jadi, secara umum seni tari dapat menjadi sarana komunikasi dan pemersatu bangsa.

Demikian artikel "Seni Tari di Indonesia, Sejarah, Jenis, dan Fungsi Seni Tari". Baca juga artikel seni menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Read more

Saturday, March 18, 2017

11 Pengertian Seni Tari dan Unsur-Unsur Keindahan Tari

11 Pengertian Seni Tari dan Unsur-Unsur Keindahan Tari - Seni tari adalah gerak terangkai dan berirama sebagai ungkapan jiwa atau ekspresi manusia yang di dalamnya terdapat unsur keindahan wiraga/ tubuh, wirama/ irama, wirasa/ penghayatan, dan wirupa/ wujud.

Jika pembaca melihat suatu pertunjukan tari, maka dari sekian banyak elemen yang terdapat di dalamnya, ada satu elemen yang paling penting, yaitu gerak. Seorang kritikus dari Amerika Serikat yaitu John Marin dalam bukunya yang berjudul The Modern Dance, mengemukakan bahwa gerak adalah pengalaman fisik yang paling elementer dari kehidupan manusia (Soedarsono, 1978) Dengan kata lain selama masih hidup, manusia itu selalu bergerak.

Dengan landasan elemen dasar tari adalah gerak, maka para ahli tari berpendapat bahwa tari itu lahirnya bersama-sama dengan lahirnya manusia. Hal ini membuktikan bahwa gerak adalah media yang paling tua untuk berkomunikasi atau merupakan bentuk refleksi spontan dari gerak batin manusia.

Pengertian Seni Tari
Untuk menambah pemahaman tentang pengertian seni tari perhatikan pendapat tentang pengertian seni tari dari 11 pakar seni tari Indonesia dan mancanegara berikut ini.
  1. Seni tari (Drs. Soedarsono) adalah ekspresi jiwa manusia yang diungkapkan dengan gerak ritmis yang indah.
  2. Seni tari (B.P.H. Soeryodiningrat) adalah gerak dari seluruh anggota badan yang selaras dengan bunyi musik (gamelan), diatur oleh irama yang sesuai dengan maksud dan tujuan dalam menari.
  3. Seni tari (Raden Mas Wisnoe Wardhana) adalah ekspresi gerak dengan media tubuh manusia (dalam bukunya Pengajaran Tari).
  4. Seni tari (Drs. Sudharso Pringgo Broto) adalah keteraturan bentuk gerak tubuh dalam ruang.
  5. Seni tari (Drs. S. Humardhani) adalah ungkapan bentuk-bentuk gerak ekspresif yang indah dan ritmis.
  6. Seni tari (Corrie Hartong; Belanda) adalah keteraturan bentuk gerak tubuh yang ritmis di dalam suatu ruangan (dalam bukunya Dankunst).
  7. Seni tari (Curt Shach) adalah gerak yang ritmis dan ekspresif.
  8. Seni tari (John Martin) adalah perwujudan suatu tekanan emosi dalam bentuk gerak tubuh.
  9. Seni tari (Kamaladevi Chattopadhaya; India) adalah gerakan-gerakan luar yang ritmis dan lama kelamaan mengarah kepada bentuk-bentuk tertentu.
  10. Seni Tari (Susanne K. langer) adalah gerak-gerak yang dibentuk secara ekspresif untuk dapat dinikmati dengan rasa.
  11. Seni tari (La Mery; Inggris) adalah gerak-gerak yang diberi bentuk dan ritmis dari badan di dalam ruangan (dalam bukunya Dance Composition).
Dari sekian pendapat tentang seni tari di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa substansi atau bahan baku tari adalah gerak; gerak yang terangkai sehingga memuat ritme dan waktu di dalam ruangan. Dapat diartikan bahwa seni tari adalah pengungkapan lewat gerak yang distilir/ digayakan dan berkesinambungan  yang di dalamnya terdapat unsur keindahan.

Unsur-Unsur Keindahan Tari
Seni Tari memiliki empat unsur Keindahan. Yaitu; wiraga, wirama, wirasa, dan wirupa. keempat unsur keindahan tari tersebut merupakan satu ikatan yang membentuk harmony.
  • Wiraga (raga atau tubuh), yaitu gerak tubuh dari kaki sampai kepala, merupakan media pokok gerak tari. Gerak tari ini dirangkai dan digayakan sesuai dengan bentuk yang tepat. Misalnya seberapa jauh badan merendah, tangan merentang, kaki diangkat atau ditekuk, dan seterusnya.
  • Wirama, yaitu ritme/ tempo atau seberapa lamanya rangkaian gerak ditarikan serta ketepatan perpindahan gerak selaras dengan jatuhnya irama. Irama ini biasanya bersumber dari alat musik ritmis yang mengiringi, seperti gendang, gong, tifa, rebana, dan lain-lain.
  • Wirasa, yaitu perasaan yang diekspresikan lewat raut wajah dan gerak. Keseluruhan dari gerak tersebut harus mampu menjelaskan jiwa dan emosi dari sebuah tarian. Seperti sedih, senang, gembira, tegas, atau marah.
  • Wirupa (rupa atau wujud), yaitu memberi kejelasan gerak tari yang diperagakan melalui warna, busana, dan tata rias yang disesuaikan dengan peranannya.
Demikian "11 Pengertian Seni Tari dan Unsur-Unsur Keindahan Tari" yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan dan wawasan pembaca situs SeniBudayaku.
Baca juga:
Read more

Unsur-Unsur Keindahan Seni Tari, Lengkap

Unsur-Unsur Keindahan Seni Tari, Lengkap - Seni tari merupakan salah satu cabang seni, dimana media ungkap yang digunakan adalah tubuh. Tari merupakan alat ekspresi manusia ibarat bahasa gerak sebagai media komunikasi yang universal dan dapat dinikmati oleh siapa saja, dan pada waktu kapan saja. Melalui gerak, tubuh manusia dipakai untuk mengungkapkan ide-ide, perasaan, dan pengalaman sang seniman kepada orang lain dengan menggunakan irama dan atau musik tertentu sebagai ciri khas dari tarian tersebut. Sebagaimana seni yang lain, seni tari juga memiliki unsur-unsur yang menjadi dasar keindahan sebuah karya seni tari. Unsur-unsur seni tari tersebut diantaranya adalah;

1. Wiraga (Gerak fisik)
Unsur dasar tari adalah gerak fisik atau gerak tubuh manusia. Gerak tidak dapat dipisahkan dengan unsur tenaga, ruang dan waktu. Oleh karena itu, tari merupakan penjabaran dari gerak, tenaga, ruang dan waktu.

Tari (Soedarsono) adalah seni gerak, maka yang paling penting dalam seni tari adalah bagaimana gerakannya. Biasanya, urutan gerak berhubungan dengan perpindahan gerak dari satu gerak ke gerak berikutnya (yang biasanya bersifat sesaat), juga termasuk penuh arti atau tidak, indah atau tidak, dan efisien atau tidak.

Yulianti Parani membagi gerak tari menjadi sepuluh dalam pola pengaturannya adalah sebagai berikut;
  • Gerak sebagai akibat kesadaran dari anggota tubuh atau anggota badan.
  • Gerak sebagai akibat kesadaran waktu dan kekuatan atau daya.
  • Gerak sebagai akibat penggunaan daya kekuatan yang bersumber pada lengan dan tangan.
  • Gerak sebagai kesadaran ruang.
  • Gerak sebagai akibat kesadaran pengaliran berat badan dalam ruang dan waktu.
  • Gerak sebagai akibat kesadaran berkelompok.
  • Gerak sebagai akibat bentuk-bentuk tertentu dalam penggunaan tubuh.
  • Gerak sebagai akibat ritme yang bersifat fungsional.
  • Gerak sebagai akibat rasa ringan sehingga ingin lepas dari lantai.
  • Gerak yang dituntut oleh kualitas ekspresi.
Berdasarkan uraian di atas, maka dalam suatu gerak mempunyai unsur tenaga, ruang, dan waktu.
  • Tenaga adalah besar kecilnya energi yang dikeluarkan oleh penari untuk melakukan usaha gerak.
  • Ruang adalah tempat penari itu berada (panggung) dan diakibatkan oleh gerak.
  • Waktu adalah satuan waktu untuk membentuk panjang pendeknya gerak.
2. Wirama (Irama/ Iringan Musik)
Dalam tari, irama memegang peranan penting. Irama berperan penting karena menjadi pengatur gerakan penari dalam melakukan gerakan tarinya. Irama menjadi patokan dalam menari untuk memperjelas dan mempertegas gerakan penari sehingga menjadi ritmis dan beraturan. Ada dua macam irama atau iringan dalam tari, yaitu irama internal yaitu irama yang dihasilkan oleh penari itu sendiri seperti bunyi tepuk tangan, hentakan kaki, siulan, jeritan, dan lain-lain. Dan irama eksternal yaitu irama yang berasal dari luar diri penari seperti dari instrumen yang dimainkan secara langsung ataupun rekaman yang sudah ada.

Dalam tari, irama musik mempunyai tiga fungsi, yaitu musik sebagai iringan gerak tari, musik sebagai ilustrasi, dan musik sebagai pemberi suasana. Dalam tari kesesuain dan keselarasan irama atau iringan musik dengan gerakan tari sangat penting. Misalnya, tarian yang bersifat atraktif dan dinamis akan cocok diiringi dengan lagu bernuansa gembira dengan tempo yang cepat.

3. Wirasa (Perasaan)
Wirasa yaitu penghayatan yang dilakukan oleh penari terhadap materi dan jenis tarian. Menari bukan sekedar menggerakkan anggota tubuh, melainkan mengekspresikan nilai seni atau keindahan melalui bahasa gerak bahasa tubuh, dan ekspresi wajah. Dalam melakukan gerakan tarinya seorang penari tidak asal-asalan, penjiwaan dan penghayatan menjadi hal yang wajib bagi penari agar setiap gerakan yang dibawakan memiliki nyawa dan dapat menjelaskan ekspresi dan perasaan tarian yang dibawakan. Ekspresi dalam sebuah tarian mampu mengungkapkan makna tari. Ekspresi dapat diungkapkan melalui gerak, suasana musik, dan perubahan ekspresi wajah penari.

Unsur wirasa akan semakin kuat apabila disertai dengan perasaan dan pendalaman karakter seorang penari dalam situasi perasaan pada tari yang dibawakan. Dengan kombinasi iringan atau irama  yang selaras akan menambah penjiwaan pada tari yang dibawakan.

4. Wicitra (Wujud)
Wicitra yaitu bagaimana keseluruhan gambaran yang dapat diperlihatkan sebagai sebuah keutuhan karya seni. Unsur ke empat ini dibangun dengan padu padan dari tata rias, tata busana, tata lampu, dan tata panggung.

Tata rias adalah membuat garis-garis di wajah sesuai dengan ide atau konsep garapan. Yang dilakukan dalam pengaturan tata rias termasuk juga tata rambut. Tata rias di dalam tari sangat berbeda dengan rias sehari-hari, karena rias di sini berfungsi untuk membantu ekspresi ataupun perwujudan watak si penari. Dengan demikian tata rias di dalam pergelaran bukan hanya sekedar menggarap muka atau tubuh penari supaya cantik atau tampan, akan tetapi harus disesuaikan dengan peranan yang dibawakan oleh penari tersebut.

Tata busana atau kostum haruslah sesuai dengan konsep garapan, baik desain busana ataupun warnanya. Pada prinsipnya tata busana tari sama dengan tata rias, yaitu membantu menghidupkan perwatakan penari. Busana adalah semua kebutuhan sandang yang dikenakan pada tubuh penari di atas pentas yang sesuai dengan peranan yang dibawakan.

Tata lampu dalam pergelaran seni sangat dibutuhkan. Pentingnya tata lampu di dalam pergelaran tari, di samping untuk penerangan juga dipakai untuk membentuk suasana yang diperlukan dalam adegan-adegan yang ditampilkan. Dengan demikian seorang penata lampu harus peka terhadap efek yang ditimbulkan akibat pengaturan lampunya.

Tata panggung adalah arena pertunjukan tari yang dipakai untuk pergelaran disesuaikan dengan ide garapan. Pengaturan tempat pertunjukan di sini adalah pengaturan bentuk lantai tari yang akan dipakai untuk pementasan sampai pada dekorasi yang dikenakan atasnya. Yang menjadi tugas pokok penata panggung adalah memberikan kesan kesatuan antara panggung dengan tari yang dipentaskan.

Dengan adanya keserasaian dan keselarasan kelima unsur penunjang dalam tari tersebut, maka sebuah pertunjukan tari akan menjadi satu kesatuan yang utuh. Demikian penjelasan "unsur-unsur keindahan seni tari, lengkap" yang dapat kami sampaikan. Semoga uraian singkat kami ini dapat memberikan tambahan pengetahuan bagi pembaca.
Baca juga:
Read more