Showing posts with label Seni Teater. Show all posts
Showing posts with label Seni Teater. Show all posts

Thursday, June 1, 2017

Pengertian, Unsur, Fungsi Teater dan Drama Menurut Para Ahli

Pengertian, Unsur, Fungsi Teater dan Drama Menurut Para Ahli - Kata Drama berasal dari bahasa Yunani, draomai  artinya berbuat, berlaku, bertindak, bereaksi dan sebagainya. Sehingga "drama" diartikan; perbuatan, tindakan.

Pengertian Drama
  • Arti pertama : Drama adalah kualitas komunikasi, situasi, action (segala yang terlihat dalam pentas) yang menimbulkan perhatian, kehebatan (exciting) dan ketegangan pada pendengar atau penonton.
  • Arti Kedua : (Menurut Moulton; drama adalah "hidup yang dilukis dengan gerak" (life present in action). Jika buku roman menggerakkan fantasi kita, maka dalam drama kita melihat kehidupan manusia diekspresikan secara langsung di muka kita sendiri), (Menurut Brander Mathews; konflik dari sifat manusia merupakan sumber pokok drama), (Menurut Ferdinand Brunetierre; drama haruslah melahirkan kehendak manusia dengan action), (Menurut Balthazar Verhagen; drama adalah kesenian melukiskan sikap dan sifat manusia dengan gerak), (Menurut Budianta, dkk (2002); drama merupakan genre sastra yang penampilan fisiknya memperlihatkan secara verbal adanya percakapan atau dialog antar tokoh-tokohnya), (Menurut Tim Matrix Media Literata mengartikan; drama merupakan bentuk kisah manusia yang menggambarkan kehidupan dan watak manusia lewat tingkah laku (akting) yang dipentaskan), (Menurut Seni Handayani & Wildan; drama merupakan bentuk karangan yang berpijak pada cabang seni sastra dan seni pentas, sehingga drama dibagi menjadi dua, yaitu drama naskah tertulis dan drama yang dipentaskan), (Menurut Anne Civardi; drama adalah sebuah kisah yang diceritakan melalui gerak dan kata-kata).
  • Arti ketiga : Drama adalah cerita konflik manusia dalam bentuk dialog, yang diproyeksikan pada pentas dengan menggunakan percakapan dan action dihadapan penonton.
Pengertian Teater
Ada yang mengatakan teater sebagai "gedung pertunjukan", dan ada pula yang mengartikannya sebagai "panggung" (stage).
Secara etimologis (asal kata), teater adalah gedung pertunjukan (auditorium).

seni teater

Dalam arti luas; Teater adalah segala tontonan yang dipertunjukkan di depan orang banyak. Misalnya ketoprak, wayang orang, srandul, ludrug, mayong, rangda, arja, reog, lenong, dagelan, topeng, akrobatik, sulap, dan sebagainya.

Dalam arti sempit; Drama, kisah hidup dan kehidupan manusia yang diceritakan di atas pentas, disaksikan oleh banyak orang, dengan media; gerak, laku, dan percakapan, dengan atau tanpa dekor (layar), didasarkan pada naskah tertulis (hasil seni sastra) dengan atau tanpa musik, nyanyian, tarian.

Pertunjukan drama disebut juga sandiwara. Kata sandiwara dibuat oleh P.K.G Mangkunegara VII almarhum sebagai kata pengganti Toneel, yang pada masa P.K.G sudah mulai mendapat perhatian kalangan terpelajar. Tetapi, pada waktu itu dilingkungan kaum terpelajar masih menggunakan bahasa Belanda. Kata baru "sandiwara" dibentuk dari kata "sandi" dan"wara", sandi (jawa) berarti rahasia, dan wara (warah jawa) adalah pengajaran. Dengan demikian menurut Ki Hajar Dewantara, Sandiwara adalah pengajaran yang dilakukan dengan perlambang.
Baca juga;
Unsur-Unsur Teater
Unsur-unsur seni teater dibedakan menjadi dua, antara lain sebagai berikut.

Unsur Internal Teater
Unsur internal merupakan unsur yang berkaitan dengan keberlangsungan pementasan suatu karya seni teater. Tanpa unsur internal pementasan seni teater tidak akan pernah ada. Oleh karena itu, unsur internal merupakan dasar pokok berlangsungnya sebuah pementasan teater. Unsur Internal teater, meliputi;
1. Naskah atau Skenario
Naskah atau skenario berisi kisah dengan nama-nama tokoh dan dialog yang nantinya akan dipentaskan. Naskah merupakan salah satu penunjang yang menyatukan beberapa unsur teater, yaitu pentas, pemain, sutradara, dan kostum.
2. Pemain
Pemain merupakan salah satu unsur penting dalam pertunjukan teater. Pemain berperan dalam menciptakan unsur suara dan gerak dalam pertunjukan teater. Terdapat tiga jenis pemain dalam seni teater, yaitu peran utama (antagonis dan protagonis), peran pembantu dan peran tambahan (figuran). Dalam film atau sinetron, pemain disebut aktor (laki-laki) dan aktris (perempuan).
3. Sutradara
Sutradara merupakan unsur sentral dalam seni teater, karena sutradara merupakan orang yang memimpin dan mengatur teknik pembuatan atau pementasan teater. Sutradara menjadi otak jalannya suatu cerita, misalnya mengarahkan aktor, membedah naskah, menciptakan ide yang akan dipentaskan, dan lain-lain.
4. Pentas
Pentas merupakan salah satu unsur yang dapat menghadirkan nilai estetika dari sebuah pertunjukan. Selain itu, pentas juga menjadi unsur penunjang yang di dalamnya terdapat tata lampu, properti, dan beberapa dekorasi lain yang berkaitan dengan pentas teater.
5. Properti
Properti merupakan aneka perlengkapan yang diperlukan dalam pementasan teater, seperti meja, kursi, hiasan ruang, dekorasi, dan lain sebagainya.
6. Penataan
Seluruh pekerjaan yang berhubungan dengan pementasan teater antara lain;
  1. Tata lampu adalah pencahayaan panggung pementasan.
  2. Tata rias adalah cara mendandani pemain sebagaimana peran atau tokoh yang diperankan dalam teater agar sesuai dengan karakter yang diperankan.
  3. Tata busana adalah pengaturan pakaian pemain sebagaimana keadaan yang dikehendaki dalam sebuah cerita.
  4. Tata suara adalah pengaturan pengeran suara atau audio sound.
Unsur Eksternal Teater
Unsur eksternal adalah unsur yang berkaitan dengan staf/ pengurus segala sesuatu yang diperlukan dalam sebuah pementasan teater. Unsur eksternal teater, antara lain.
1. Staf Produksi
Staf produksi adalah sekelompok tim atau individu yang berkaitan dengan pimpinan seluruh bagian produksi. Adapun tugas-tugas mereka adalah sebagai berikut;
  • Produser/ Pimpinan Produksi
  • Mengurus seluruh keperluan tentang produksi
  • Menetapkan personil (petugas), fasilitas, anggaran, program kerja, dan lain-lain.
2. Sutradara
  • Pembawa sekaligus pengarah jalannya naskah
  • Mencari dan menyiapkan pemain (aktor/ aktris)
  • Koordinator pelaksanaan pementasan
  • Mengatur make-up dan men-setting segala sesuatu yang dipegang desainer beserta kru
3. Stage Manager
  • Pemimpin dan penanggung jawab panggung
  • Membantu tugas sutradara
4. Desainer
Menyiapkan seluruh aspek visual yang menyangkut suasana atau setting tempat, properti atau perlengkapan pentas, tata lampu, kostum, serta perlengkapan lainnya.
5. Crew
Merupakan pemegang divisi dari setiap sub yang dipegang bagian desainer, yang meliputi; Bagian pentas/tempat, tata lampu (lighting), dan bagian perlengkapan serta tata musik;

Fungsi Seni Teater
Peranan teater telah mengalami pergeseran sejalan dengan perkembangan ilmu pengetahuan dan teknologi. Seni teater tidak hanya sebagai sarana upacara maupun hiburan, tetapi juga sebagai sarana pendidikan. Sebagai bagian dari seni, teater tidak hanya konsumsi masyarakat sebagai hiburan semata, namun juga berperan dalam nilai-nilai afektif masyarakat. Beberapa fungsi seni teater dalam masyarakat, antara lain meliputi:

1. Sebagai Sarana Upacara
Pada awalnya, kemunculan teater hadir sebagai sarana upacara persembahan pada dewa Dyonesos dan upacara pesta untuk dewa Apollo. Fungsi teater sebagai upacara tidak membutuhkan penonton, karena penontonnya adalah bagian dari peserta upacara itu sendiri.
Di Indonesia seni teateryang berfungsi sebagai sarana upacara dikenal dengan istilah teater tradisional.

2. Sebagai Media Ekspresi
Teater merupakan salah satu bentuk kesenian yang fokus utamanya terdapat pada laku dan dialog. Berbeda dengan seni musik, yang mengutamakan aspek suara dan seni tari yang menekankan keselarasan gerak dan irama. Pada praktiknya, Seniman teater mengekspresikan seninya melalui gerakan tubuh dan ucapan-ucapan.

3. Sebagai Media Hiburan
Sebagai sarana hiburan, pementasan sebuah teater harus dipersiapkan dengan usaha yang maksimal. Sehingga harapannya, dengan pertunjukan yang digelar penonton akan terhibur.

4. Sebagai Media Pendidikan
Teater merupakan seni kolektif, dalam artian teater tidak dikerjakan secara individual. Melainkan diperlukan kerja tim yang harmonis untuk mewujudkannya. Jika suatu teater dipentaskan diharapkan pesan-pesan yang ingin disampaikan penulis dan pemain dapat diterima oleh penonton. Melalui sebuah pertunjukan biasanya manusia akan lebih mudah mengerti nilai baik buruk kehidupan dibandingkan hanya dengan membaca lewat sebuah cerita.

Demikian pembahasan tentang "Pengertian, Unsur, Fungsi Teater dan Drama Menurut Para Ahli" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel seni teater menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Read more

Wednesday, May 31, 2017

5 Jenis Teater Menurut Bentuk Penyajiannya

5 Jenis Teater Menurut Bentuk Penyajiannya - Setiap bentuk penyajian memiliki kekhasan dan membutuhkan persyaratan tertentu yang harus dipenuhi, maka wajib mempelajari dan memahami langkah-langkah dalam melaksanakannya. Berikut 5 jenis teater menurut bentuk penyajiannya.

1. Teater Gerak
Teater gerak lebih banyak membutuhkan ekspresi gerak tubuh dan mimik muka dari pada wicara. Pesan yang tidak disampaikan secara verbal membutuhkan keahlian tersendiri dalam mengolahnya. Beberapa langkah yang perlu diperhatikan dalam menggarap teater gerak adalah sebagai berikut.
  • Sutradara mampu mengeksplorasi dan menciptakan gerak sesuai dengan makna pesan yang hendak disampaikan.
  • Memahami teori komposisi dan koreografi dasar tari serta pengaturan permainannya.
  • Mewujudkan bahasa verbal dalam simbol gerak.
  • Mewujudkan ekspresi emosi atau karakter peran melalui mimik para aktor karena keterbatasan bahasa verbal dalam teater gerak.
  • Mengerti kaidah musik ilustrasi.
  • Jika pemain dalam jumlah banyak, maka pengaturan blocking harus lebih teliti.
  • Jika pemain sedikit, maka motif gerak harus lebih variatif dan menyegarkan.
2. Teater Boneka
Teater boneka memiliki karakter yang khas tergantung jenis boneka yang dimainkan. Berikut beberapa langkah yang perlu diperhatikan sutradara dalam mementaskan teater boneka.
  • Mampu memainkan boneka dengan baik, karena banyak jenis boneka dan masing-masing membutuhkan teknik khusus dalam memperagakannya.
  • Mampu mengisi suara sesuai dengan karakter boneka secara konsisten.
  • Mampu menghidupkan ekspresi boneka yang dimainkan.
  • Jika banyak pemain boneka, maka harus mampu mengatur adegan agar pergerakan boneka tidak saling menggangu.
  • Jika pemain sedikit, maka harus mempu mengisi suara dengan karakter yang berbeda.
  • Mampu membangun kerjasama antara pemain boneka secara teknis dan emosi.
jenis teater menurut bentuk penyajian

3. Teater Dramatik
Pementasan teater dramatik membutuhkan kerja keras terutama terkait dengan acting pemeran. Hal ini dikarenakan tuntutan pertunjukan teater dramatik yang mensyaratkan laku aksi seperti kisah nyata, maka sutradara harus benar-benar jeli dalam menilai setiap aksi para pemeran. Demikian juga dengan suasana kejadian, semua harus tampak natural, dan tidak dibuat-buat. Berikut langkah-langkah yang perlu diperhatikan dalam menggarap teater dramatik.
  • Memahami dinamika atau ketegangan lakon yang naik turun atau tensi dramatik.
  • Memahami sisi kejiwaan karakter peran dan mewujudkannya dalam laku aktor di atas pentas.
  • Mampu meningkatkan kualitas pemeran aktor untuk menghayati pemeran secara optimal.
  • Mampu menghadirkan laku cerita seperti sebuah kenyataan hidup.
Baca juga:
4. Drama Musikal
Kemampuan Multi harus dimiliki seorang sutradara jika hendak mementaskan drama musikal. Bahasa ungkap yang beragam antara bahasa verbal, lagu, gerak dan musikal harus dirangkai secara harmonis untuk mencapai hasil mekasimal. Beberapa hal yang perlu diperhartikan sutradara dalam drama musikal adalah sebagai berikut.
  • Mengerti karya musik dramatik karena peranan musik sangat dominan dalam drama musikal.
  • Mengerti lagu dan nyanyian, karena peranan dialog verbal digubah dalam bentuk lagu dan diucapkan melalui nyanyian.
  • Mampu membuat gerak dan ekspresi berdasarkan karya musik.
  • Mampu membuat gerak, komposisi, dan koreografi dalam satu adegan cerita.
5. Teatrekalisasi Puisi
Menciptakan karya teater berdasarkan puisi yang bercerita membutuhkan keahlian tersendiri karena sifat puisi berbeda dengan lakon (sastra drama). Berikut ini hal-hal yang perlu diperhatikan dalam pementasan teatrikalisasi puisi.
  • Memahami karya sastra dalam bentuk puisi.
  • Memahami teknik membaca puisi.
  • Mewujudkan makna puisi dalam gerak, ekspresi, dan laku aktor.
  • Mengubah puisi dalam bentuk koreografi atau nyanyian.
  • Menghadirkan musik ilustrasi yang tepat.
Demikian pembahasan tentang "5 Jenis Teater Menurut Bentuk Penyajiannya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel seni teater menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.

Read more

Wednesday, March 22, 2017

Perbedaan Teater Tradisional dan Teater Modern

Perbedaan Teater Tradisional dan Teater ModernTeater sebagai seni pertunjukan berdasarkan ciri-ciri pokok seninya, dapat dibedakan ke dalam dua jenis, yaitu teater tradisional dan teater modern. Dari kedua jenis teater tersebut tentu saja ada perbedaan-perbedaan yang menjadi cirikhas masing-masing jenis teater tersebut. Perbedaan ciri-ciri pokok teater tradisional dan teater modern antara lain, sebagai berikut;
Perbedaan Teater Tradisional dan Teater Modern
No. Teater TradisionalTeater Modern
1Karya teater lebih bersifat "anonim", artinya tidak diketahui penciptanyaKarya teater diketahui pengarang atau penciptanya
2Pewarisan seni bersifat turun temurun dan bersifat abadi.Karya seni bersifat temporal.
3Tidak ada naskah baku atau naskah tertulis.Ada naskah baku atau naskah tertulis.
4Pertunjukan bersifat spontan atau tanpa latihan.Pertunjukan direncanakan dengan matang dan dilakukan melalui proses latihan.
5Pertunjukan lebih mengutamakan isi seni dari pada bentuk seni.Bentuk pertunjukan lebih beragam, tergantung stile senimannya; apakah mengutamakan isi seni, atau mengutamakan bentuk seni atau menghadirkan keduanya.
6Tempat pertunjukan bersifat bebas di area terbuka.Tempat pertunjukan bersifat khusus yakni di panggung dengan keragaman bentuk stage.
7Peralatan pentasnya lebih sederhana.Menggunakan peralatan pentas lebih modern dan lengkap dengan beberapa unsur penunjang artistiknya.
8Waktu pertunjukan dilakukan dalam jangka waktu yang relatif panjang (semalam suntuk).Waktu pertunjukan lebih pendek dan terbatas 2 atau 3 jam.
9Peristiwa pertunjukan dibangun penuh keakraban dan tanpa jarak dengan penontonnya.Peristiwa pertunjukan dapat dilakukan dengan kecenderungan adanya jarak estetis dan atau lebur menjadi satu (tanpa jarak) dengan penonton.
10Penonton bersifat bebas tanpa harus membayar.Penonton bersifat khusus dan membayar.
11Menggunakan bahasa daerah (bahasa lokal) setempat.Menggunakan unsur bahasa lebih bebas; bahasa Indonesia, bahasa daerah, bahasa asing ataupun bahasa campuran.
12Fungsi pertunjukannya berkaitan dengan upacara adat/ upacara keagamaan dalam kegiatan masyarakat secara adat.Fungsi pertunjukannya mengarah pada seni tontonan sebagai hiburan.

Berdasarkan perbedaan ciri-ciri pokok seni teater dan hubungan seni teater yang mendasari bentuk pertunjukannya dapat diambil kesimpulan bahwa keberadaan seni teater tradisional tumbuh dan berkembang ditengah masyarakat pendukungnya, baik pada masyarakat suku pedalaman, masyarakat perkampungan, pedesaan dan masyarakat istana/ keraton atau pendopo.

Dalam perkembangannya teater sebagai salah satu bentuk karya seni pertunjukan ditinjau dari media yang digunakannya, Sumardjo (2000), mengatakan teater dapat dibedakan ke dalam; teater boneka dan teater manusia.

Teater boneka adalah bentuk pertunjukan teater dengan media ekspresi seninya menggunakan alat boneka atau disebut teater muffet. Contohnya, Wayang Golek, Wayang Kulit dan sebagainya. Teater dengan media manusia, yakni dapat dibedakan menjadi teater orang dan teater tutur. Teater dengan medium utama orang atau manusia, banyak ditemukan pada bentuk dan jenis teater tradisional dan modern sebagai ciri-ciri utama manusia ditempatkan sebagai pemeran, aktor, aktris di atas pentas.

Teater tutur mempunyai kekhasan penyajian dalam penyampaian teks, dialog berupa kata-kata yang dibawakan oleh tokoh (pemeran) yang diungkap dengan cara dilagukan, bernyanyi, seperti juru dongeng atau bercerita.  Contohnya; Kentrung (Jawa Timur), Seni Patung, Beluk (Jawa Barat), MPToh (Aceh), dan lain-lain.

Teater berdasarkan bentuknya dikenali dua bentuk, yakni teater Verbal dan NonVerbal. Teater verbal, lebih menekankan pemeran (tokoh cerita) melakukan percakapan (dialog antar tokoh atau sendiri) dengan alasan bahwa pesan dalam cerita yang ingin disampaikan pada penonton disampaikan atau digambarkan menggunakan bahasa kata-kata. Contohnya; Sandiwara Radio, Teater Tutur, Stand Up Comedy, Mendongeng, Story Teling, dan lain-lain. Teater nonverbal, artinya pesan cerita yang akan disampaikan pada penonton dapat digambarkan laku dramatiknya lewat kekuatan ekspresi gerak tubuh pemeran. Contohnya; Teater Tubuh, Teater Gerak, Seni Pantomim, Teater Mini Kata (Teater Rendra, Jakarta).

Demikian pembahasan tentang "Perbedaan Teater Tradisional dan Teater Modern". Semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan dan manfaat bagi pembaca. Baca juga artikel seni menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Read more

Pengertian Teater dan Jenis-Jenis Teater di Indonesia

Pengertian Teater dan Jenis-Jenis Teater di Indonesia - Secara etimogis kata teater berasal dari bahasa Yunani "Theaomai" dan bahasa Inggris "Theatre" yang berarti dengan takjub melihat dan mendengar. Kemudian kata teater mengalami perubahan menjadi "Theatron" yang mengandung arti;
  • Gedung Pertunjukan atau pentas dizaman Thucydides, 471 - 395 SM dan dizaman Plato, 428 - 424 SM.
  • Publik/ auditorium atau tempat penonton dizaman Herodotus, 490/ 480 -424 SM.
Pengertian Teater
Dalam pengertian yang lazim teater dapat dibagi ke dalam pengertian secara umum dan sempit. Pengertian teater secara umum atau lazim adalah suatu aktivitas atau kegiatan manusia dengan menggunakan tubuh atau objek-objek yang dapat digerakkan, dimana suara, tarian, dan musik adalah media utama dalam mengekspresikan cita, rasa, dan karsa seni.

Dalam arti luas Teater adalah segala tontonan yang ditampilkan di hadapan orang banyak, misalnya; dramatari, teatertari, sendratari, opera, operet, kabaret, wayang orang, ketoprak, ludruk, wayang golek, wayang kulit, srandul, randai, lonser, dagelan, berbagai pertunjukan musik atau karawitan, karnaval seni, sulapan, akrobatik, sepak bola, dan lain-lain. Sedangkan dalam arti sempit teater adalah Drama.

1. Drama
Istilah drama dalam bahasa yunani "Dran" atau "Draomai" yang artinya beraksi, berbuat, berlaku, bertindak. Secara lazim istilah drama artinya adalah salah satu bentuk teater yang menggunakan lakon dengan cara percakapan atau gerak gerik di atas pentas yang ditunjang beberapa unsur artistik dalam pertunjukan. Inti atau dasar dalam cerita drama tersebut adalah adanya konflik atau pertentangan, antara; tokoh, dengan dirinya sendiri, dengan orang lain, dengan masyarakat atau lingkungan.

Drama merupakan kisah kehidupan manusia yang diceritakan kembali di atas pentas, disaksikan oleh banyak orang/ penonton menggunakan media; percakapan, gerak dan tingkah laku dengan dekor atau tata pentas dan berdasarkan pada naskah tertulis (narasi) dengan atau tanpa nyanyian, musik, dan tarian.

2. Sandiwara
Pertunjukan teater disebut "Sandiwara" pada zaman pendudukan Jepang. Kata sandiwara (bahasa Jawa) berasal dari dua kata yaitu "Sandi" yang artinya samar-samar, rahasia dan, "Wara" yang artinya berita, anjuran atau pengajaran. Jadi kata Sandiwara menurut Ki Hajar Dewantara artinya adalah ajaran, nasihat, atau anjuran melalui perlambangan. Istilah ini mula-mula digunakan oleh P.K.G. Mangkunegara VII sebagai pengganti Toneel.

3. Tonil
Istilah Tonil atau Toneel tidak lain adalah sandiwara atau pertunjukan atau teater di zaman pendudukan Belanda, tepatnya di tahun-tahun terakhir penjajahan Belanda, ketika muncul sebuah rombongan sandiwara bernama "Dardanella".

Jenis-Jenis Teater
Di Indonesua jenis-jenis teater dapat dibagi menjadi dua bentuk sajian. Kedudukan hidup berdampingan yang saling mempengaruhi dan bahkan merupakan sumber penciptaan yang satu terhadap yang lainnya. Dua jenis teater Nusantara tersebut dikenal dengan sebutan Teater Tradisional dan Teater Modern (Teater NonTradisional).

1. Teater Tradisional
Teater tradisional sering disebut dengan istilah "Teater Daerah" . Teater Tradisional ini merupakan salah satu bentuk teater yang berakar, bersumber dan dirasakan sebagai milik masyarakat di lingkungannya. Pengolahan teater ini berdasarkan atas cita rasa masyarakat pendukungnya. Teater tradisional ini memiliki ciri-ciri yang spesifik kedaerahan dan menggambarkan bentuk kebudayaan dilingkungannya.

Ciri-ciri utama Teater Tradisional adalah;
  • Menggunakan bahasa daerah,
  • Ada unsur nyanyian dan tarian,
  • Diiringi tetabuhan (musik daerah),
  • Dagelan/ Banyolan selalu mewarnai,
  • Adanya keakraban antara pemain dan penonton,
  • Suasana santai.
Jenis teater yang dapat dikategorikan ke dalam teater tradisional adalah; Teater Rakyat, Teater Klasik, Teater Transisi.

a. Teater Rakyat
Teater rakyat lahir secara spontanitas dalam kehidupan masyarakat, dihayati dan berkembang sesuai dengan perkembangan masyarakatnya. Umumnya teater rakyat lahir karena adanya dorongan kebutuhan masyarakat terhadap suatu hiburan, selanjutnya meningkat digunakan untuk kepentingan lain seperti kebutuhan untuk mengisi upacara adat.

Jenis-jenis teater rakyat yang ada di wilayah Indonesia, diantaranya;
  • Riau : Mendu dan Makyong.
  • Sumatera Barat : Bakaba dan Randai.
  • Kalimantan : Tatayungan dan Mamanda.
  • Bali : Topeng Arja, Topeng Cupak, Topeng Prembon.
  • Sulawesi : Sinrilli.
  • Jawa Barat :Ujungan, Sempyong (Majalengka); Angklung Sered, Buncis (Purwakarta); Dodombaan (Garut); Kuda Renggong, Lais, Sisingaan (Sumedang); Manorek, Ronggeng Gunung, Surak Ibra (Ciamis); Masres, Kuda Lumping, Akrobat (Indramayu); Uyeg (Sukabumi); Topeng Cisalak (Bogor); Wayang Bekasi (Bekasi); Topeng Banjet, Odong-odong, Sisingaan (Karawang dan Subang); Longser, Sandiwara Sunda, Wayang Golek, Pantun Sunda, Bengbengberokan (Bandung); Topeng Cirebon, Wayang Kulit, Sintren, Kuda Kepang (Cirebon).
  • DKI Jakarta : Lenong, Topeng Betawi, dan Samra.
  • Banten : Debus, Ubrug.
  • Jawa Tengah : Srandul Ketoprak, Wayang Purwa, Wayang Orang (Wayang Wong).
  • Jawa Timur : Teater Ludruk, Teater Arja, Topeng, Topeng Malangan, Reog Ponorogo, Wayang Kulit, Wayang Gambuh, Gambuh, Ketoprak, Kentrungan, Calonarang.
b. Teater Klasik
Teater klasik adalah suatu perkembangan seni teater yang telah mencapai tingkat tinggi baik corak maupun teknisnya. Kemapanan dari jenis teater klasik ini sebagai akibat dari adanya pembinaan yang terus menerus dari kalangan atas seperti; Raja, bangsawan atau tingkat sosial tinggi lainnya. Oleh karena itu jenis kesenian klasik kebanyakan lahir di lingkungan istana (pusat kerajaan). Teater yang termasuk ke dalam jenis teater klasik diantaranya; Wayang Golek (Jawa Barat), Wayang Kulit dan Wayang Orang (Jawa Tengah dan Jawa Timur).

Cara pementasan teater klasik sudah tidak sebatas teater rakyat. Teater klasik harus sudah menuruti aturan-aturan etis (tata kesopanan) dan estetis (nilai keindahan) yang telah digariskan.

c. Teater Transisi
Teater transisi pada dasarnya juga bersumber pada teater tradisional, tetapi gaya pementasannya sudah mendapatkan pengaruh teater barat. Pengaruh dari teater barat terlihat pada tata cara penyajiannya. Meskipun pada teater transisi ini masih belum setia terhadap naskah teater, namun karena tumbuh dan berkembang di masyarakat perkotaan dan dimainkan oleh para pendatang, teater ini tidak mencerminkan aspirasi masyarakatnya secara utuh.

Yang termasuk dalam jenis teater transisi pada masa awal, seperti; Dardanella dan sandiwara komedi Stambul. Teater semacam ini lebih sering disebut "Sandiwara". Sedangkan teater transisi masa sekarang adalah; sandiwara Bangsawan (Sumatera Selatan dan Utara), sandiwara Sunda (Jawa Barat), sandiwara Srimulat (Jawa Timur).

2. Teater Modern (Teater NonTradisional)
Teater modern atau istilah lainnya adalah teater nontradisional merupakan jenis teater yang tumbuh dan berkembang di lingkungan masyarakat perkotaan dan mendapatkan pengaruh teori-teori barat, terutama kaum terpelajar. Sejak abad ke-19 Indonesia sudah mengenal teater modern ini. Bentuk-bentuk pertunjukannya sangat terakomodir, antara lain; baca Puisi, Visualisasi Puisi, Musikalisasi Puisi, Deklamasi, Dramatik Reading, Monolog, Teater Konvensional, Teater Eksperimen, Teater Alternatif, Teater Jalanan, Jeprut, Happening Art, Pertunjukan Posmodernisme, Drama Televisi, Sinetron, Dunia Sineas dan Perfilman.

Bentuk pementasan teater modern cenderung lebih tertata. Panggung atau Stage selalu menjadi pilihan sebagai tempat pertunjukan. Pada perkembangannya, pertunjukan teater modern terkadang mencoba kembali lagi ke akar tradisi. Artinya, menyesuaikan tempat pertunjukan sesuai keinginan sutradara tentang bagaimana cerita itu dipentaskan, bisa ditempat terbuka bisa juga ditempat tertutup .

Teater modern membutuhkan seorang Sutradara yaitu pengatur jalannya cerita yang akan disampaikan. Sutradara akan mengatur mulai dari gerak/ action, percakapan atau dialog di atas pentas sesuai naskah, tata artistik panggung, dan juga musik pengiring suasana.

Sumber cerita karya teater modern dapat diperoleh dari karya sastra seperti puisi, cerpen, novel, otobiografi, dan biografi yang ditulis oleh sastrawan. Selain tulisan para sastrawan, sumber cerita karya teater modern dapat diperoleh dari pengamatan pola hidup masyarakat dengan berbagai kegiatan yang dilakukan dan juga budaya remaja.

Demikian ulasan tentang "Pengertian Teater dan Jenis-Jenis Teater di Indonesia" yang dapat kami sampaikan. Semoga dapat memberikan tambahan pengetahuan dan manfaat bagi pembaca. Baca juga artikel seni menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Read more

Tuesday, January 31, 2017

Pengertian Kreativitas dan Ciri-Ciri Khusus Hasil Kreativitas Seni

Pengertian Kreativitas dan Ciri-Ciri Khusus Hasil Kreativitas Seni - Pada kesempatan ini kami akan membahas pengertian Kreativitas dan ciri-ciri khusus hasil kreativitas seni yang kami rangkum dan kami kutip dari sumber buku yang dapat dipertanggungjawabkan. Lebih jelasnya silahkan baca artikel berikut ini.

Pengertian Kreativitas
Dalam usaha mencapai tujuan hidup manusia selalu berhadapan dengan kendala dan hambatan hidup yang tidak diharapkan. Dalam keadaan demikian, manusia selalu menggunakan akal pikiran untuk menyelesaikan hambatan dan kendala tersebut. Usaha menggunakan akal pikiran tersebut dinamakan kreativitas, yaitu menciptakan sesuatu yang baru untuk keluar dari suasana yang sudah ada sebelumnya. Sesuatu yang baru tersebut dapat berupa benda konkret maupun abstrak.
kreatif

Pengertian Kreativitas adalah semua cetusan daya kerohanian dan seluruh kepribadian, yang merupakan pernyataan (aktualisasi) kehidupan, baik yang berasal dari seseorang maupun dari sekelompok orang (Jelius Chandra, 1994: 12). Dalam pengertian yang luas ini, kreativitas dekat sekali dengan produktivitas rohani. Segala bentuk pengungkapan diri yang unik dapat menyandang sebutan kreatif.

Conny R. Semiawan (dalam Reni Akbar Hawadi, 2001: 04). mengemukakan bahwa kreativitas merupakan kemampuan untuk memberikan gagasan-gagasan baru dan menerapkannya dalam memecahkan sebuah masalah. Kreativitas meliputi, berbagai ciri-ciri aptitude seperti kelancaran (fluency), keaslian (originality), dan keluwesan (flexibility) dalam pemikiran maupun berbagai ciri-ciri (non-aptitude), seperti senang mengajukan pertanyaan, rasa ingin tahu, dan selalu ingin mencari pengalaman-pengalaman yang baru. Kreativitas adalah hasil dari interaksi antara individu dan lingkungannya. Seseorang dapat mempengaruhi dan dapat terpengaruh oleh lingkungan di mana ia tinggal, dengan demikian perubahan di dalam individu ataupun di dalam lingkungannya dapat menunjang atau menghambat upaya kreatif seseorang. Implikasinya adalah kemampuan kreatif seseorang dapat ditingkatkan melalui pendidikan.

Pendapat lain dikemukakan oleh Monty P. Satiadarma, & Fidelis E.Waruwu (2003: 109) kreativitas merupakan kemampuan seseorang untuk melahirkan sesuatu yang baru, baik berupa gagasan dan karya nyata, baik dalam bentuk ciri-ciri berpikir kreatif maupun berpikir afektif, baik dalam karya baru maupun kombinasi-kombinasi yang sudah ada.

Sedangkan Utami Munandar (1999: 47) merumuskan pengertian kreativitas yaitu: 
  • Kemampuan untuk membuat kombinasi baru, berdasarkan data, informasi, dan unsur-unsur yang ada; 
  • Kemampuan berdasarkan data atau informasi yang tersedia guna menemukan berbagai kemungkinan jawaban terhadap suatu masalah, di mana penekanannya adalah pada ketepatgunaan, kuantitas, dan keragaman jawaban; 
  • Kemampuan yang mencerminkan kelancaran, keluwesan, dan orisinalitas dalam berpikir, serta kemampuan untuk mengelaborasi suatu gagasan.
Dari berbagai pengertian kreativitas di atas, maka dapat disimpulkan pengertian kreativitas yaitu kemampuan mental dari segala jenis keterampilan khas manusia yang dapat menciptakan, melahirkan hal-hal yang unik, orisinal, berbeda, indah, efisien, sama sekali baru, tepat sasaran dan tepat guna.

Ciri-Ciri Khusus Hasil Kreativitas Seni
Kerja seni sangat memerlukan daya kreasi, karena kerja seni adalah kerja yang bergelut dengan penciptaan sesuatu yang belum pernah ada menjadi ada. Proses penciptaan kreativitas selalu melalui tahapan-tahapan yang rumit dan panjang. Di dalamnya dibutuhkan perenungan dan pengalaman-pengalaman batin yang dalam.

Berikut ini ciri-ciri hasil karya seni dari proses kreativitas seseorang, yang kami rangkum dalam beberapa ciri-ciri khusus hasil kreativitas seni, diantaranya sebagai berikut.
a. Unik
Unik artinya baru dan lain daripada yang lain. Sehingga unik berarti pula sesuatu yang belum pernah dibuat orang. Unik bisa dalam hal teknik, medium yang dipakai, ide, maupun unsur yang lain .

b. Individual (Pribadi)
Hasil karaya seni bersifat pribadi artinya hanya milik seniman penciptanya. Sifat ini muncul karena kekhususan-kekhususan yang dikandungnya. Kekhususan setiap pencipta seni adalah berbeda. Kekhususan yang bersifat pribadi inilah yang membuat karya seorang dikenal.
Hal ini terjadi karena setiap seniman mempunyai pandangan, penghayatan, pengalaman dan ruh yang berbeda terhadap seni.

c. Universal
Karya seni dapat dinikmati oleh setiap masyarakat. Lukisan seniman barat dapat dinikmati orang dari benua lain, demikian sebaliknya. Ia tidak memandang pendidikan, jabatan, harta atau status sosial lainnya. Karya seni bersifat universal karena rasa estetik dan artistik dimiliki setiap orang. Demikian pula proses penciptaannya.

d. Ekspresif
Karya seni berupa pembabaran ide dan perenungan pengalaman perasaan seniman. Sehingga karya seni cenderung menjadi ekspresi seniman. Karena itu sering pula menjadi misteri bagi orang lain.

e. Survival
Nilai seni dalam suatu karya bersifat abadi karena nilai estetika dalam seni bersifat konsisten. Hal ini dapat kita buktikan dengan melihat seni peninggalan zaman purba. Walau sudah melampaui kurun waktu yang panjang namun nilai estetikanya masih dapat kita nikmati.
Baca juga:
Read more

Monday, January 30, 2017

15 Pengertian Seni Secara Lengkap Menurut Para Ahli

15 Pengertian Seni Secara Lengkap Menurut Para Ahli - Tidak ada seorangpun yang tahu pasti kapan seni mulai dikenal manusia. Namun, kalau kita mempelajari jejak peninggalan manusia masa lampau, kita dapat memperoleh gambaran, bahwa seni berkembang sejajar dengan perkembangan manusia.

Manusia selalu berusaha mengembangkan seni, baik kualitas maupun kuantitasnya. Kualitas seni sangat ditentukan oleh perkembangan masyarakat pendukungnya. Di tengah masyarakat yang berwawasan luas, akan muncul karya-karya seni yang bermutu tinggi.

Karena kompleksitas dan kedalamannya, manusia berusaha membuat batasan-batasan mengenai seni. Usaha ini dimaksudkan untuk mempermudah orang memahami dan menilai seni. Konsep-konsep yang muncul itu sangan bervariasi sesuai dengan pemahaman, penghayatan, dan pandangan seseorang terhadap seni.

Pengertian Seni Menurut Para Ahli
Istilah seni secara etimologis merupakan padanan kata dari ars (Latin), art (Inggris), atau techne (Yunani). Istilah techne kerap disamakan dengan kemahiran atau keterampilan yang tinggi dalam membuat atau menciptakan benda kebutuhan hidup sehari-hari.

Pengertian seni tersebut, setiap saat mengalami perkembangan sejalan dengan perubahan zaman dan peradaban manusia. Beberapa pengertian seni menurut para ahli dalam maupun luar negeri, antara lain sebagai berikut.

1. Ki Hajar Dewantara
Seni merupakan perbuatan manusia yang timbul dari perasaannya dan bersifat indah, sehingga dapat menggerakkan jiwa perasaan manusia.

2. Achdiat Kartamihardja
Seni adalah kegiatan rohani manusia yang merefleksikan realitas ke dalam suatu karya. Bentuk dan isinya mempunyai daya untuk membangkitkan pengalaman tertentu dalam batin penerimanya.

3. Dr. Sujoko
Seni mempunyai cakupan yang cukup luas. Seni merupakan kemahiran dalam membuat dan melakukan sesuatu yang dipakai sebagai perangsang pengalaman estetik yang memuaskan. Yang dimaksud kemahiran bukan hanya sekedar membuat dan melakukan, tetapi juga harus memuaskan. Sedang memuaskan tidak harus indah, dapat juga menegangkan, mengharukan, menyedihkan, menggalakkan dan sebagainya.

4. Drs. Sudarmaji
Seni adalah segala manifestasi batin dan pengalaman estetis dengan media garis, warna, tekstur, volume, dan ruang.

5. Drs. Popo Iskandar
Seni adalah hasil ungkapan emosi seseorang yang ingin diungkapkan/ disampaikan kepada orang lain, dilakukan dengan kesengajaan dan kesadaran hidup bermasyarakat.

6. Drs. Suwaji Bastomi
Seni adalah aktifitas batin dan pengalaman estetik yang dinyatakan dalam bentuk agung yang memiliki daya membangkitkan rasa haru dan takjub. Bentuk yang agung adalah pengejawantahan pribadi kreatif yang telah masak dan matang. Sedangkan haru adalah getaran emosi yang terjadi karena ada rangsangan yang kuat dari sesuatu yang agung. Haru adalah rasa puas yang dimulai dari simpati dan empati, kemudian lebur menjadi terpesona, akhirnya memuncak menjadi haru.

7. Plato, Lessing, dan J.J. Rousseau (Naturalisme)
Seni pada hakikatnya adalah peniruan alam dengan segala segi-seginya. Teori ini beranggapan bahwa seni yang baik adalah yang mendekati bentuk alam (natural).

8. Thomas Munro (Amerika)
Seni adalah alat buatan manusia untuk menimbulkan efek-efek psikolgis atas manusia lain yang melihatnya. Efek-efek tersebut mencakup segala tanggapan yang berwujud pengamatan, imajinasi, pengenalan, yang rasional maupun emosional.

9. Aristoteles
Seni adalah peniruan bentuk alam. Namun tidak sekedar itu, pencipta harus menyertakan idenya untuk menambah keindahan seni melebihi alam nyatanya. Teori ini didasari oleh pendapat naturalisme yang dipengaruhi oleh kesenian Yunani Kuno.

10. Poul Klee
Seni bukan sekedar refleksi hal-hal yang kasat mata, bahkan lebih jauh lagi, seni juga termasuk hal-hal yang terlihat oleh alam batin/ kejiwaan. Poul Klee lebih cenderung menganggap bahwa seni adalah hasil penuangan kehidupan batin yang mempunyai nilai estetis.

11. Herbert Read
Seni adalah ekspresi. Dalam hal ini, Herbert Read lebih mengutamakan seni dari segi aktifitas seniman daripada aktifitas fisik sampai aktifitas psikologis. Penuangan hasil pengamatan yang dihubungkan dengan perasaan inilah yang disebut seni oleh Read.

12. Chatrin Muller
Seni merupakam sesuatu yang berhubungan dengan karya cipta seseorang yang dihasilkan dari unsur rasa.

13. Brade (1956)
Seni adalah pemanfaatan budi dan akal untuk menghasilkan karya yang membahagiakan jiwa spiritual manusia.

14. Parker (1964)
Seni adalah ekspresi sebuah pengalaman yang nyata dan memiliki nilai yang berdiri sendiri yang dapat ditangkap oleh panca indera.

15. Djelantik (1999)
Seni adalah hal-hal yang diciptakan dan diwujudkan oleh manusia dan dapat memberikan rasa kesenangan, kepuasan, dengan penikmatan rasa indah.

Para ahli filsafat berpendapat bahwa pengertian seni dapat diperluas, yaitu sebagai;
  • Kemahiran melakukan atau menciptakan sesuatu untuk memuaskan pengalaman seseorang dalam menikmati keindahan.
  • Kemahiran seseorang dalam mengungkap atau mengkomunikasikan perasaannya, baik secara sosial maupun individual.
  • Kemahiran dalam menyusun, merancang, atau mempertunjukkan suatu kegiatan yang memiliki nilai-nilai keindahan yang bersifat subjektif.
  • Wujud sebuah karya/ produk dengan kemahiran yang baik yang dilakukan oleh individu maupun kelompok.
  • Wujud utama hasil kebudayaan manusia atau bangsa yang bermakna dan bernilai.
Dengan demikian seni merupakan karya manusia yang diciptakan dan dilandasi oleh kemahiran untuk menciptakan keindahan. Sedangkan medium pengungkapnya amatlah bervariasi, mulai dari benda yang berwujud dua dan tiga dimensi (rupa), nada suara (musik), tulisan (sastra), gerak (tari), gerak dan suara(drama) dan lain sebagainya.

Berbicara tentang seni umumnya berkaitan dengan keindahan. Keindahan adalah nilai estetis yang menyertai sebuah karya seni. Keindahan juga dapat dipahami sebagai pengalaman estetis yang diperoleh ketika seseorang mencerap objek seni atau dapat pula dipahami sebagai sebuah karya manusia yang memiliki unsur keindahan.

Tujuan Penciptaan Seni
Sepertihalnya ilmu pengetahuan pada umumnya, tujuan penciptaan karya seni amatlah banyak. Ada yang demi kepuasan pribadi, tuntutan keadaan, tujuan praktis/ ekonomis, ada juga yang demi kepentingan kesejahteraan umat manusia. Meskipun tujuan penciptaan seni amat beragam, tetapi hakikat dari proses kreasi tersebut adalah terciptanya nilai-nilai kebaruan. Dikarenakan adanya hasrat menciptakan unsur kebaruan inilah sebuah karya seni mempunyai makna untuk kehidupan yang lebih luas.

Secara umum tujuan penciptaan seni, antara lain sebagai berikut;
  • Ekspresi pribadi; Ungkapan emosional terdalam diwujudkan dalam berbagai wujud dan bentuk melalui berbagai media ungkap seni.
  • Aktualisasi diri; Upaya untuk membangun eksistensi diri pribadi melalui ungkapan estetis.
  • Eksperimentasi; Upaya percobaan, pencarian, dan pengolahan berbagai unsur seni dengan berbagai macam media untuk memperoleh orisinilitas karya pribadi.
  • Pembaharuan nilai keindahan; Upaya kreatif dalam menciptakan dan memunculkan hal-hal baru dalam berungkap seni.
  • Objek ekonomi; Penciptaan karya seni yang sejalan dengan selera masyarakat atau penikmat untuk alasan ekonomi, galeri seni, galeri lelang, aset kekayaan, maupun peningkatan popularitas.
  • Rekaman peristiwa; Proses penciptaan karya seni dengan alasan merekam suatu peristiwa tertentu yang menyentuh dan bermakna.
  • Alat komunikasi; Upaya membangun berbagai gagassan atau imajinasi seniman sehingga dapat dipahami oleh masyarakat penikmatnya.
  • Terapi kejiwaan; Pengayaan jiwa bagi seniman ataupun penikmatnya sehingga memperoleh hiburan, pelampiasan, ketenangan, maupun penyehatan rohani.
  • Perluasan wacana; Proses penciptaan/ pertunjukan/ pagelaran seni untuk meningkatkan apresiasi masyarakat sehingga mendapatkan pengalaman baru dalam mengapresiasi karya seni itu.
  • Keagamaan; Seni sebagai media penyampaian ajaran keagamaan, pendukung upacara adat keagamaan, ataupun sebagai media pemujaan kepada sang maha pencipta.
  • Politik; Seni sebagai media/ alat pendukung kampanye, dan propaganda ideologi tertentu.
Dari beragam tujuan penciptaan karya seni di atas, dapat disimpulkan bahwa seseorang menciptakan karya seni memiliki tujuan untuk meningkatkan kualitas kehidupan di zamannya sehingga memiliki arti penting bagi generasi berikutnya. Di berbagai negara, pencapaian tersebut dapat dilihat dari hadirnya karya besar di berbagai bidang seni seperti terciptanya budaya benda yang menjadi simbol kemajuan peradaban umat manusia sekarang.

Sebagai media ekspresi tidak menutup kemungkinan penciptaan seni dipakai untuk tujuan negatif, seperti penyebarluasan pornografi, penipuan, pelecehan ataupun fitnah. Demikian pula pandangan sebagian masyarakat yang mencoba meminggirkan seni dalam proses pendidikan maupun kehidupan sehari-hari seharusnya telah ditinggalkan, karena tujuan penciptaan karya seni adalah untuk meningkatkan kualitas hidup pada zamannya, dan bukan merusaknya.

Demikian ulasan tentang "15 Pengertian Seni Secara Lengkap Menurut Para Ahli". Baca juga artikel seni budaya menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.
Baca juga;
Read more