Lompat ke konten Lompat ke sidebar Lompat ke footer

Pengertian Nirmana, Macam, Unsur, Cara Mengolah dan Contohnya

pengertian-dan-contoh-nirmana

Pengertian Nirmana

Pengertian Nirmana (Rupa Dasar) didefinisikan sebagai ilmu pengetahuan yang mempelajari tentang berbagai hal yang berhubungan dengan persepsi, bentuk, warna, ruang, dan bahan berwujud dua maupun tiga dimensi. Inti dari ilmu ini adalah mengembangkan keterampilan dalam mengolah dan mengkomunikasikan bahasa rupa dengan teknik dan bahan tertentu menjadi suatu kesatuan.

Nirmana sering dianggap sebagai konsep dasar dalam seni dan desain yang berkaitan dengan pengenalan bentuk, warna, garis, ruang, tekstur, dan komposisi. Ini adalah fondasi bagi para seniman dan desainer untuk memahami bagaimana elemen-elemen tersebut dapat digunakan untuk menciptakan karya yang seimbang dan harmonis.

Dalam konteks pendidikan seni di Indonesia, Nirmana biasanya diajarkan sebagai bagian dari kurikulum untuk memperkenalkan siswa kepada prinsip-prinsip dasar desain. Ini mencakup pembelajaran tentang 2D (dua dimensi) dan 3D (tiga dimensi) serta bagaimana elemen-elemen tersebut berinteraksi dalam ruang.

Beberapa ahli mungkin mengaitkan Nirmana dengan pemahaman mendalam tentang bagaimana persepsi manusia terhadap bentuk dan ruang, serta bagaimana elemen-elemen tersebut dapat dikelola dalam suatu karya untuk menghasilkan respons emosional atau intelektual tertentu dari penonton.

Macam-Macam Nirmana

Nirmana (Rupa Dasar) terbagi menjadi dua, yang pertama adalah nirmana 2D (dwimatra) atau lebih dikenal nirmana datar, kedua adalah nirmana 3D (trimatra) atau dikenal dengan nirmana ruang.

a. Nirmana dwimatra

Pengertian Nirmana dwimatra adalah suatu nirmana yang dibuat di bidang datar, yang hanya mempunyai ukuran panjang dan lebar. Jenis ini berguna untuk melatih seseorang kepada unsur-unsur rupa seperti bentuk, garis, warna, dan penerapannya.

b. Nirmana trimatra

Pengertian Nirmana trimatra adalah gambar yang dibuat di sebuah bidang yang mempunyai panjang, lebar dan tinggi, atau memiliki volume. Sama seperti nirmana dua dimensi, nirmana tiga dimensi juga melatih kepekaan seseorang. Rupa dasar 3D juga digunakan untuk pengenalan berbagai bahan untuk membuat berbagai karya seni rupa seperti material, struktur, dan sifatnya.

Perbedaan antara nirmana datar (dwimatra) dengan nirmana ruang (trimatra) adalah nirmana tiga dimensi bisa dinikmati dari berbagai sudut pandang sedangkan nirmana dua dimensi hanya depan saja. Karya nirmana tiga dimensi dapat juga dilihat dari sudut yang berbeda untuk mencapai keserasian rupa.

Unsur-Unsur Nirmana

Terdapat sejumlah unsur yang menjadi dasar terbentuknya wujud seni rupa, yaitu: titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, ruang, dan gelap terang.

a. Titik

Titik merupakan unsur yang paling kecil dari seni menggambar. Pada saat menggambar kita akan memulai goresan pensil melalui sebuah titik, begitu juga pada saat kita mengakhiri sebuah gambar, kita akan mengakhirinya dengan sebuah titik. Walaupun titik ini hanya sebuah unsur yang kecil namun kita tidak bisa meremehkan peranan titik dalam menggambar. Salah satu buktinya, kita dapat menggambar hanya dengan menggunakan unsur titik saja.

b. Garis

Garis merupakan unsur pada gambar yang terbentuk dari beberapa titik yang dihubungkan menjadi satu. Garis adalah goresan yang merupakan batas dari suatu benda yang berbentuk memanjang dan memiliki arah tertentu. Garis menjadi unsur yang sangat penting dalam sebuah gambar. Tanpa adanya suatu garis gambar benda yang dimaksud tidak akan nampak. Garis memberikan batas, ruang, warna, tekstur dan bidang pada sebuah gambar.

Ada beberapa macam garis yang umum digunakan pada saat menggambar model dalam seni rupa yang masing-masing garis tersebut memiliki makna ungkapan yang berbeda, yaitu sebagai berikut.  

1) Garis lurus baik secara vertikal maupun secara horizontal, merupakan garis yang memberikan makna suatu ketenangan, keras, tegas, statis, dan stabilitas.

2) Garis putus-putus, adalah garis yang digunakan untuk memberikan makna ungkapan gerak dan perasaan gelisah.

3) Garis lengkung, merupakan garis yang memberikan ungkapan makna sesuatu yang lambat, berirama, dan rileks.

4) Garis silang/diagonal, adalah garis yang mengungkapkan kesan yang tegang dan keraguan.

c. Bidang

Bidang adalah suatu bentuk pipih tanpa ketebalan, mempunyai dimensi panjang, lebar, dan luas serta mempunyai kedudukan, arah dan dibatasi oleh garis. Adapun bentuk dari bidang dapat geometris, organis, bersudut, tak teratur, dan bulat.

Dalam hasil karya seni rupa dua dimensi, bidang terbentuk karena pertautan garis yang membatasi suatu bentuk. Bidang sendiri memiliki dimensi panjang dan lebar atau biasa disebut dengan pipih.

Dalam unsur dasar seni rupa, terdapat bidang dasar yakni bidang segiempat, segitiga, lingkaran, trapesium dan sebagainya yang merupakan bidang dua dimensi. Silinder, piramida, dan bola adalah beberapa bentuk bidang tiga dimensi yang lebih umum.

Bidang menjelaskan sesuatu yang tiga dimensi dan terdiri dari volume, memiliki panjang, lebar, dan tinggi, juga bentuk dua dimensi atau datar yang memiliki ukuran panjang dan lebar saja.

d. Bentuk

Di dalam seni rupa, bentuk bisa diartikan pula wujud atau rupa yang berada di alam. Bentuk merupakan perwujudan fisik nyata dari suatu objek yang dapat dilihat oleh mata. Bentuk juga biasa disebut dengan sosok.

Bentuk digunakan sesuai dengan kebutuhan fungsi praktis. Pada fungsi praktis ini suatu gambar akan dibuat berdasarkan dengan nilai kegunaannya. Selain pemenuhan fungsi praktis, gambar juga dibuat berdasarkan apa yang dirasakan oleh pembuatnya.

Pada seni rupa, bentuk memiliki beberapa jenis. Pada setiap jenisnya bentuk memiliki sifat yang berbeda. Berikut ini penjelasan mengenai sifat-sifat dan berbagai jenis bentuk.

1) Bentuk organik, merupakan bentuk pada karya seni yang menggunakan objek dari kebanyakan makhluk hidup, yaitu manusia, binatang, dan tumbuhan.

2) Bentuk dwimatra, merupakan bentuk dari karya seni yang memiliki batas yang jelas. Pada bentuk dwimatra ini, karya seni rupa memiliki dua ukuran yaitu panjang dan lebar. Misalnya karya seni pada bentuk lukisan atau fotografi.

3) Bentuk trimatra, merupakan bentuk karya seni yang memiliki tiga ukuran sekaligus yaitu panjang, lebar, serta tinggi. Misalnya bentuk karya seni pada bentuk patung, ukiran kayu dan sebagainya.

4) Bentuk diam dan bergerak, merupakan bentuk dari karya seni yang menggambarkan sesuatu yang diam misalnya lukisan serta sesuatu yang bergerak misalnya sepeda kuno.

5) Bentuk yang berirama (ritmis), adalah bentuk karya seni yang menggambarkan suatu keindahan ritmis seperti pada karya seni bangunan.

6) Bentuk yang agung dan monumental, merupakan bentuk karya seni yang digunakan untuk mengenang sesuatu kejadian, misalnya pada karya seni monumen/bangunan.

e. Warna

Adapun warna merupakan kesan yang dapat ditimbulkan oleh cahaya terhadap penglihatan, oleh karenanya warna tidak akan terbentuk jika tidak ada cahaya. Setiap warna menghasilkan reaksi cahaya putih yang mengenai suatu permukaan dan memantulkan sebagian dari spektrum. Terjadinya warna-warna tersebut disebabkan oleh vibrikasi cahaya putih. Sistem yang paling sederhana agar mengetahui hubungan antarwarna adalah pada susunan warna dalam bentuk lingkaran warna. 

Pemahaman mendalam tentang teori warna membantu setiap seniman memanfaatkan warna yang mereka miliki dengan lebih baik. Warna dapat digunakan secara simbolis atau untuk membuat pola. Ini dapat dipilih untuk kontras atau untuk mengatur suasana hati tertentu. 

f. Tekstur

Tekstur adalah unsur seni rupa yang bisa memengaruhi indra peraba. Tekstur didefinisikan sebagai penjelasan tentang bagaimana sesuatu terasa atau terlihat. Pada dasarnya, tekstur didefinisikan sebagai kualitas sentuhan permukaan suatu objek.

Tekstur digunakan untuk menjelaskan bagaimana sebenarnya karya tiga dimensi terasa ketika disentuh. Dalam karya dua dimensi, seperti lukisan, ini mungkin merujuk pada “rasa” Visual sebuah karya.

Seniman menggunakan pengetahuan ini untuk mendapatkan respons emosional dari orang-orang yang melihat karyanya. Tekstur dijelaskan oleh berbagai macam kata sifat, Kasar dan halus adalah dua yang paling umum, tetapi keduanya dapat didefinisikan tebih jauh. 

g. Ruang

Ruang adalah sesuatu yang tidak nyata sehingga tidak dapat dilihat oleh mata, namun keberadaannya dapat kita rasakan. Ruang baru dapat dirasakan keberadaannya setelah adanya unsur garis dan bidang memberikan batas-batas yang jelas pada tempat yang kosong. Contohnya sebuah bangunan akan membentuk ruang, karena keempat dinding-dindingnya akan membatasi tempat yang semula kosong menjadi sebuah ruang. 

Pada seni rupa, ruang memiliki beberapa fungsi yaitu sebagai berikut.

1) Ruang akan menghadirkan kesan trimatra (tiga dimensi).

2) Ruang akan menunjukkan nilai ekspresi pada karya seni.

3) Ruang akan menghadirkan kesan fungsi pakai (nilai praktis).

h. Gelap dan terang

Gelap dan terang merupakan unsur seni rupa yang sangat berhubungan dengan pancaran cahaya. Artinya, benda akan terlihat terang jika banyak terkena pancaran cahaya, sebaliknya benda akan terlihat gelap jika pancaran cahaya yang mengenai benda tersebut hanya sedikit atau bahkan tidak ada. Ada dua jenis cahaya yang bisa digunakan dalam seni rupa, yaitu sebagai berikut.

1) Cahaya alamiah, yaitu cahaya yang berasal dari sumber alamiah, seperti cahaya matahari, sinar bulan, api dan sebagainya.

2) Cahaya buatan, merupakan cahaya yang berasal dari buatan manusia, misalnya cahaya lampu, blitz, atau baterai.

Unsur pencahayaan ini digunakan untuk memenuhi nilai keindahan (estetika). Terkadang pada sebuah gambar terdapat peralihan dari gelap menjadi terang, hal ini berfungsi untuk mempertegas volume suatu bentuk benda. Gelap dan terang dalam unsur seni rupa memiliki beberapa fungsi, simaklah keterangan berikut ini.

1) Gelap dan terang dalam karya seni akan memperkuat ekspresi yang ingin disampaikan.

2) Gelap dan terang dalam karya seni akan menjelaskan unsur emosi yang ingin disampaikan.

3) Gelap dan terang pada karya seni memberikan kesan tiga dimensi yang kuat bagi suatu benda.

Cara Mengolah Nirmana

Ada beberapa cara yang dapat digunakan untuk mengolah Nirmana (Rupa Dasar). Antara lain dengan cara menata, mengatur, mengomposisikan, menyusun, menciptakan variasi, atau merancang unsur rupa tersebut menjadi sesuatu yang menggugah persepsi pengamat. Beberapa prinsip untuk mengolah Nirmana yang umum digunakan antara lain sebagai berikut. 

a. Simetri (symmetry).

Simetri adalah dua atau lebih unsur rupa yang sama dan ditempatkan sejajar atau berdekatan serta di antara unsur rupa tersebut memiliki kesamaan atau kemiripan.

b. Irama (rhythm)

Irama adalah kesan bergerak sebuah warna garis atau bentuk, secara berulang atau dinamis, sehingga secara keseluruhan terkesan tidak monoton. Bentuk yang berirama biasa diartikan sebagai bentuk yang dinamis, perwujudannya dapat berupa bentuk yang keras, tiba-tiba lembut, kemudian keras lagi.

c. Keseimbangan (balance)

Keseimbangan adalah penempatan unsur-unsur rupa dalam satu bidang baik secara beraturan ataupun acak yang menekankan aspek keseimbangan komposisi unsur rupa di dalamnya (bentuk, warna, dan bidang). Keseimbangan dapat dicapai dengan menyusun unsur rupa yang simetris atau dengan penempatan bentuk yang dinamis.

d. Aksentuasi (accentuation)

Aksentuasi adalah penyajian unsur pembeda pada satu ungkapan rupa agar tidak berkesan membosankan atau monoton. Unsur aksentuasi dapat dibuat dengan bentuk yang berbeda, irama yang berbeda, atau bentuk yang berbeda dari keseluruhan ungkapan.

e. Varian (variant)

Varian adalah penyajian bahasa rupa yang berbeda pada besaran atau warnanya, namun tetap seragam. Varian dapat dikomposisikan berupa perulangan bentuk atau sistem modul.

f. Dinamika

Dinamika adalah penyajian bahasa rupa dengan berbagai unsur yang bervariasi di dalamnya, baik unsur bidang, bentuk, warna, maupun motifnya. Namun unsur-unsur kontras, keseimbangan, dan kesatuan tetap dipertimbangkan.

g. Gradasi

Gradasi adalah susunan bentuk atau warna yang berjajar dari nada terkuat sampai terendah, atau sebaliknya. Gradasi dapat dicapai melalui bidang, warna, ataupun bangun tiga dimensi.

h. Harmoni (harmony)

Harmoni adalah suatu pola rupa yang ditempatkan dalam satu bidang dan mengutamakan aspek keselarasan antarunsur rupa di dalamnya. Harmoni dalam bahasa rupa terbentuk karena adanya unsur-unsur keseimbangan, keteraturan, kesatuan dan kepaduan yang masing-masing saling mengisi dan berimbang selaras.

i. Kesatuan (unity)

Kesatuan adalah paduan dari berbagai unsur rupa yang membentuk sebuah konsep pengikatan dan ketautan sehingga membentuk kesan satu bentuk yang mengikat dan saling melengkapi antara satu dengan lainnya secara baik.

Demikian ulasan tentang "Pengertian Nirmana, Macam, Unsur, Cara Mengolah dan Contohnya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel seni rupa menarik lainnya hanya di situs SeniBudayaku.com

Posting Komentar untuk "Pengertian Nirmana, Macam, Unsur, Cara Mengolah dan Contohnya"