Friday, February 16, 2018

Tarian Tradisional Papua Lengkap Penjelasannya

Jenis-jenis tarian yang ada di Provinsi Papua sangat sederhana. Biasanya gerakan-gerakannya meniru lingkungan alam sekitar. Ada yang menirukan cenderawasih, kasuari, kus-kus, dan lain-lain. Tarian-tarian tersebut dilakukan dalam penyelenggaraan upacara-upacara atau pesta adat seperti upacara bakar batu (pulang dari perang), ritual pernikahan, ritual kematian, tolak bala, pengobatan, dan upacara penyambutan tamu. 

Tari Perang
Tari perang merupakan jenis tari yang sangat populer dalam tradisi suku-suku bangsa asli Papua. Tari perang menggambarkan tradisi perang antarsuku di Papua yang biasanya dipicu oleh perebutan wilayah, wanita, dan hewan piaraan. Bahkan, tari perang juga melambangkan kesuburan dan kesejahteraan. Suku-suku bangsa di Lembah Baliem, seperti suku bangsa Dani, suku bangsa Yali, suku bangsa Lani, suku bangsa Mek, suku bangsa Ekagi, dan suku bangsa Moni mempertunjukkan tarian ini pada puncak Festival Lembah Baliem. Sedikit berbeda, suku bangsa Asmat biasanya mempertontonkan tarian perang ini di atas perahu ketika berlangsung pesta budaya suku bangsa Asmat. Suku bangsa Asmat juga memiliki tari Perang, tari Bakar Batu, dan tari Jos Papancar.

gambar tari perang papua

Tari Wor
Pada kehidupan masyarakat Biak berkembang tari Wor yang menggambarkan semua aspek kehidupan orang Biak. Mulai dari tradisi cukur rambut (wor kapapnik), tradisi mengenakan pakaian (wor fam), upacara tolak bala (wabah penyakit/kemalangan), sampai tradisi perang antarsuku diwujudkan dalam tarian ini. Wor dalam masyarakat Biak sudah bermakna tari dan lagu.

gambar tari wor papua

Selain tari-tari tersebut masih banyak jenis tari yang lain. Tari Yospan dari Biak dan Yapen menggambarkan tari pergaulan. Tari Cenderawasih menggambarkan keindahan burung cenderawasih. Tari Ethor Kasuari dari daerah Marind Anim merupakan tarian untuk menyambut orang-orang yang pulang dari perang. Tari Mandohi merupakan tarian untuk penyambutan pulang perang. Tari Musyoh merupakan tarian untuk mengusir roh orang yang meninggal karena kecelakaan. Tari Soanggi merupakan tarian yang menggambarkan kekuatan gaib yang dimiliki soanggi (orang sakti). 

Thursday, February 15, 2018

Cara Membuat Korsase 10 Macam Bunga, Lengkap Gambar dan Penjelasannya

Sebelum memulai kreasi sulam korsase bunga, perlu kalian persiapkan alat dan bahan yang dibutuhkan dalam berkreasi sulam korsase ini. Berikut ini alat dan bahan yang dibutuhkan.

A. Alat 
  1. Perlengkapan untuk menggambar pola berupa pensil kapur, perlengkapan menjiplak dengan karbon (karbon, plastik kaca, jarum pentul, dan pulpen kosong), atau perlengkapan menyablon (screen pasta, pigmen, dan triplek). 
  2. Pemidangan digunakan untuk memudahkan saat menyulam karena pemidangan membuat permukaan bahan lebih kencang. Ada dua macam pemidangan, yaitu dari kayu dan dari plastik berbentuk bulat. Pemidangan dari kayu lebih kencang dibanding dari plastik. Sebelum dipakai, pemidangan dibungkus dengan peterban atau pita agar memidangnya lebih kencang dan tidak merusak bahan yang akan disulam. 
  3. Ukuran jarum yang dipakai tergantung jenis sulaman yang akan dibuat.
  4. Mata nenek. Alat bantu untuk memasukkan benang kejarum. 
  5. Gunting 

B. Bahan 
  1. Bahan(kain). Dipilih sesuai dengan kebutuhan.
  2. Benang Benang yang dipakai, yaitu benang jahit katun, dan benang nilon. 
  3. Pita. Pita terdiri atas berbagai ukuran, seperti 1/8 inci, 14 inci, 12 inci, 1 inci, dan 1 1/2 inci. Bahan dasarnya, seperti satin, organdi, dan sutera. Terdiri atas bermacam-macam warna. 
  4. Kertas desain (motif). Tempat untuk mencetak desain dari komputer atau hasil gambar tangan.

Sebelum mulai menyulam, persiapkan dulu gambar desain sesuai keinginan Anda. Berikut ini tiga cara membuat gambar desain. 

1. Menggambar langsung di atas kain 
Metode ini digunakan pada kain yang mudah digambar, seperti blacu dan katun. Caranya, dengan membuat langsung desain gambar di atas kain menggunakan pensil kapur.
2. Menjiplak dengan karbon 
Metode ini banyak digunakan karena mudah dan dapat dilakukan pada berbagai jenis kain. Caranya, letakkan karbon di antara kain dan gambar. Lapisi kertas dengan plastik kaca. Selanjutnya, jiplak dengan pulpen kosong. 
3. Menjiplak dengan metode sablon 
Ini dilakukan jika bahan susah untuk digambar langsung atau dijiplak dengan karbon, seperti bahan kaos, beludru, spandex. Metode sablon juga digunakan saat menjiplak dalam jumlah besar. 
Selanjutnya, sulam gambar desain anda dengan beragam teknik sulam. Ikuti tahapan-tahapannya berikut ini. 

C. Cara Membuat Korsase 10 Macam Bunga


1. Melati

gambar korsase melati

Cara membuat Korsase Melati
1) Siapkan satu lembar pita organdi ukuran 4 inci dengan panjang 8,5 inci. 
2) Bagi pita menjadi lima bagian. Dari pinggir kanan dan kiri berjarak 0,5 inci sehingga ukuran pita setelah dikurangi bagian pinggimya menjadi 7,5 inci. Bagi lima sehingga masing-masing 1,5 inci. 
3) Jelujur bagian yang diberi tanda garis putus-putus dan ikuti arah tanda panah sebagai arah benang. 
4) Tarik benang hingga berkerut dan membentuk bunga. 
5) Rapikan bagian bawahnya dengan dijahit. 

2. Mawar tunggal

gambar korsase mawar tunggal

Cara membuat Korsase Mawar tunggal:
1) Siapkan satu lembar pita organdi ukuran 1/2 inci dangan panjang 11 inci. 
2) Bagi pita menjadi lima bagian, pinggiran pita kiri dan kanan masing-masing 0,5 inci (lihat ilustrasi langkah ke-2 pembuatan melati).
3) Jelujur pita searah tanda panah A mengikuti garis putus-putus. 
4) Tarik benang hingga berkerut dan membentuk bunga. 
5) Rapikan bagian bawahnya dengan dijahit.

3. Mawar dua susun

gambar korsase mawar dua susun

Cara membuat Korsase Mawar dua susun:
1) Siapkan satu lembar pita organdi 1/2 inci sepanjang 11 inci. 
2) Bagi pita menjadi lima bagian dengan pinggiran pita kiri dan kanan masing-masing 0,5 inci (lihat ilustrasi langkah ke-2 pembuatan melati). 
3) Jelujur pita searah tanda panah mengikuti garis putus-putus. 
4) Tarik benang hingga berkerut dan membentuk bunga. 
5) Rapikan sisa pita dengan cara dijahit. 
6) Gunting satu lembar pita organdi 1 inci sepanjang 8 1/2 inci. 
7) Bagi pita menjadi empat bagian. Lakukan hal yang sama seperti pita sebelumnya. 
8) Gabungkan kedua bunga dengan dijahit. Bunga yang labih besar di bagian bawah.

4. Mawar pom-pom 

gambar korsase mawar pom-pom

Cara membuat Korsase Mawar pom-pom:
1) Siapkan satu lembar pita organdi ukuran 1/2 inci sepanjang 20 inci. 
2) Jelujur bagiah bawah pita dari ujung satu ke ujung lain. 
3) Tarik benang pelan-pelan agar berkerut. 
4) Temukan ujung-ujung pita lalu rapikan bagian bawahnya dengan dijahit.

5. Pensis

gambar korsase pensis

Cara membuat Korsase Pensis:
1) Siapkan dua lembar pita organdi ukuran 1 1/2 inci sepanjang 6 inci untuk bunga besar, satu lembar pita organdi ukuran 1 inci panjang 12 inci untuk kelopak, dan satu lembar pita organdi ukuran 1 inci panjang 3 inci untuk bunga kecil. 
2) Bentuk pita bunga besar seperti huruf V. 
3) Jelujur bagian yang diberi tanda garis putus-putus pada pita bunga besar. Tarik benang hingga berkerut dan membentuk bunga. 
4) Jahit bagian bawah kelopak bunga besar agar rapi. 
5) Bentuk menjadi seperti huruf U pada pita bunga kecil.
6) Jelujur mengikuti garis putus-putus searah tanda panah. Tarik benang hingga berkerut dan membentuk bunga. 
7) Tekuk memanjang pita kelopak dengan bagian belakang lebih tinggi dari bagian depan. 
8) Jelujur mengikuti garis putus-putus searah tanda panah. Tarik benang hingga berkerut dan membentuk kelopak bunga. 
9) Satukan bunga besar, bunga kecil, dan kelopak dengan cara dijahit. 

6. Kuncup

gambar korsase kuncup

Cara membuat Korsase Kuncup:
1) Siapkan satu lembar pita organdi ukuran 1 inci sepanjang 4 inci. 
2) Lipat pita, temukan kedua ujungnya. Jelujur bagian ujung pita. 
3) Balik pita sehingga jahitan berada di dalam. 
4) Jahit bagian bawah pita dengan cara dijelujur. 
5) Tarik benang sehingga membentuk bunga, beri putik di tengahnya lalu jahit bagian bawah bunga. 
6) Jahit bagian atas bunga dengan cara dijelujur. Tarik benang hingga bunga menguncup. 

7. Mawar besar 

gambar korsase mawar besar

Cara membuat Korsase Mawar besar:
1) Siapkan empat lembar pita organdi 1 1/2 inci sepanjang 12 inci. 
2) Jelujur pita bagian tepi membentuk huruf U (mengikuti garis putus-putus). 
3) Tarik benang pelan-pelan agar berkerut. 
4) Temukan ujung-ujung pita, lalu rapikan bagian bawahnya dengan dijahit. 
5) Lakukan hal yang sama dengan tiga pita lain, lalu satukan. Tambahkan putik dengan cara dijahit. Rapikan bagian bawah bunga. 

8. Mawar bergelung 

gambar korsase mawar bergelung

Cara membuat Korsase Mawar bergelung:
1) Siapkan lima lembar pita organdi ukuran 1 1/2 inci dengan panjang 6 inci. 
2) Tandai bagian tengah pita. 
3) Gulung salah satu sisi pita dengan bantuan sumpit ke arah tengah, lalu jahit bagian bawahnya. 
4) Jelujur bagian bawah pita dari sisi yang lain ke arah tengah, lalu tarik benang. 
5) Jahit putik ke kelopak. Lakukan hal yang sama pada keempat pita lain. 
6) Gabung kelima kelopak dengan posisi pita yang bergelung berdekatan sehingga membentuk satu kuntum bunga. Rapikan bagian bawah dengan dijahit. 

9. Mawar putar 

gambar korsase mawar putar

Cara membuat Korsase Mawar putar:
1) Siapkan satu lembar pita organdi 1 inci sepanjang 10 inci. 
2) Tekuk bagian pangkal pita. 
3) Putar sehingga membentuk pangkal bunga. 
4) Jahit bagian bawah. 
5) Tekuk ke arah luar, lalu putar berulang-ulang sampai pita habis. Jahit bagian bawah bunga.

10. Gardenia 

gambar korsase gardenia

Cara membuat Korsase Gardenia:
1) Siapkan 5 lembar pita organdi ukuran 1 1/2 inci dengan panjang 6 inci. 
2) Tandai bagian tengah pita. 
3) Gulung salah satu sisi pita dengan bantuan sumpit ke arah tengah, lalu jahit bagian bawahnya. 
4) Lakukan tahap tiga pada sisi pita yang lain. Jahit bagian bawahnya. 
5) Lakukan hal yang sama dengan empat pita lain. Gabung dengan cara dijahit.

Monday, February 12, 2018

Pengertian Alat Musik Ritmis Lengkap 7 Contoh dan Gambarnya

Alat musik ritmis merupakan alat musik yang dalam permainannya memberikan irama (ritme) tertentu dalam pergelaran musik. Hal ini juga berhubungan dengan ketukan (pulsa) dan birama. Yang termasuk dalam alat musik ritmis adalah gong, kempul, kethuk, kenong, kendang, marwas/ gedumba, tifa, dan lain-lain.

Secara umum, cara memainkan alat musik ritmis ini adalah dengan cara dipukul, namun ada juga beberapa alat musik ritmis yang dimainkan dengan cara digoyangkan dan digesek. Alat musik ritmis merupakan bentuk alat musik yang tidak menghasilkan nada, bunyi yang dihasilkan adalah bunyi-bunyi ritmis yang memiliki fungsi sebagai pengiring alunan nada-nada melodis dan harmonis serta mengatur ritme musik.

Alat musik ritmis merupakan bagian dari jenis alat musik berdasarkan fungsinya dalam pergelaran. Selain alat musik ritmis, berdasarkan fungsi dalam pergelaran terdapat pula jenis alat musik melodis, dan alat musik harmonis. Alat musik melodis yaitu alat musik yang digunakan untuk memainkan rangkaian nada-nada atau melodi sebuah lagu, contohnya seperti rekorder, biola, gitar melodi, dan lain-lain.

Sedangkan alat musik harmonis yaitu alat musik yang dalam permainannya lebih berperan sebagai pembawa paduan nada (akor), misalnya gitar pengiring, ukulele, banjo, dan kolintang. Alat musik melodis sebenarnya dapat berdiri sendiri, baik dalam hal melodi, ritme, maupun paduan nada iringannya. Dari perpaduan aneka jenis alat musik berdasarkan fungsinya tersebut dapat dikemas dalam sebuah grup musik ansambel.

Macam-Macam Alat Musik Ritmis Serta Contoh Gambarnya 

1. Tamborin memiliki logam pipih di bagian dindingnya, sehingga gemerincing bila digoyang atau dipukulkan ke badan. Alat ini berfungsi untuk mempertahankan bunyi-bunyi panjang, memberi tekanan, bunyi khusus, dan irama. Bunyi yang dihasilkan alat musik ini cocok digunakan sebagai pengiring musik yang berirama riang gembira.

alat musik ritmis rebana

2. Rebana adalah sejenis kendang berukuran kecil yang sering dimainkan dalam pertunjukan marawis maupun sebagai alat musik terbang di Jawa. Rebana memiliki membran yang terbuat dari kulit binatang. Rebana banyak ragamnya sehingga warna nadanya pun berbeda-beda. Cara memainkannya dengan ditepuk pada bagian tengah atau tepi membran. 

3. Kendang merupakan alat musik pukul sejenis rebana dengan ukuran tabung resonansi yang lebih besar serta menggunakan membran kulit binatang. Diberbagai daerah di nusantara mengenal alat musik ini, seperti di Melayu dan Jawa terdapat alat musik kendang sebagai bagian dari alat musik perkusi daerahnya.  Kendang Melayu bentuknya seperti rebana tetapi memiliki ukuran yang lebih besar. Cara memainkannya sama seperti rebana. Kendang di Jawa sering dimainkan dalam pertunjukan campursari, wayang kulit, dan beragam kesenian tradisional lainnya.
Rebana dan kendang berfungsi untuk menegaskan pukulan tetap (beat) irama, aksen, dan tempo.

alat musik ritmis tifa

4. Tifa merupakan alat musik ritmis yang berasal dari Indonesia bagian timur, yaitu papua. Alat musik ini sejenis kendang yang dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tangan. Alat musik ini memiliki bentuk tabung memanjang sebagai resonansi dan terdapat membran dari kulit binatang pada salah satu ujungnya. Pada bagian samping alat musik ini terdapat pegangan khusus untuk menenteng pada saat menari sambil memainkan alat musik.

5. Triangle merupakan alat musik ritmis berbentuk segitiga yang terbuat dari logam. Alat musik ini dimainkan dengan cara dipukul menggunakan tongkat yang terbuat dari logam pula. Dapat dipukul pada bagian dalam sudutnya dengan arah bolak-balik. Alat musik ini jarang dimainkan karena peranannya dalam suatu pertunjukan tidak terlalu penting.

6. Kastanyet (castanets) merupakan alat musik ritmis yang sering dimainkan sebagai pengiring lagu dan tarian khas Spanyol. Alat musik ini terbuat dari 2 keping kayu berbentuk cekung yang dimainkan dengan cara mengatupkan kedua kepingnya pada telapak tangan kita.

alat musik ritmis marakas

7. Marakas merupakan salah satu alat musik ritmis yang berasal dari Amerika Latin. Alat musik ini dimainkan dengan cara digoyangkan hingga menghasilkan suara rincikan yang semarak. Alat musik ini dapat menghasilkan bunyi yang berasal dari gesekan butiran-butiran kecil dengan wadah berbentuk bulat telur. Dahulu marakas terbuat dari labu yang dikeringkan kemudian diisi butiran kecil berupa, biji-bijian, manik-manik dan sejenisnya, kemudian dilengkapi dengan pegangan.

Pengertian Seni, Cabang Seni, dan Fungsi Seni Secara Lengkap

Seni dalam pergaulan kalian sehari-hari pasti sering kamu ucapkan. Namun, apa sesungguhnya pengertian seni tersebut. Berikut ini akan kami ulas beberapa pengertian seni menurut beberapa ahli dan beberapa fungsi seni dalam kehidupan masyarakat.

PENGERTIAN SENI
  • (Kamus Besar Bahasa Indonesia) Seni mempunyai pengertian: (1) halus, kecil juga halus, tipis juga halus, lembut juga enak didengar. mungil serta elok; (2) terampil menciptakan karya yang bermutu; (3) kesanggupan akal dalam menciptakan suatu karya yang bernilai tinggi (Iuar biasa); orang yang memiliki kemampuan luar biasa. 
  • (Plato) Seni merupakan bentuk tiruan terhadap alam, sehingga karya seni merupakan objek peniruan dari bentuk-bentuk alam seperti manusia, tumbuhan dan binatang.
  • (Menurut Aristoteles) Menurut Aristoteles seni merupakan peniruan terhadap alam sebaik dan seideal mungkin. Aristoteles sependapat dengan Plato, yaitu seni merupakan peniruan bentuk-bentuk alam. Aristoteles berpendapat bahwa seni yang merupakan peniruan bentuk alam tersebut harus sebaik mungkin. Misalnya, menggambar bentuk dengan meniru bentuk alam harus sempurna, membuat lukisan manusia harus ideal (anatomi, proporsi, dan komposisinya). 
  • (Suzanne K. Langer) Kesenian adalah penciptaan wujud-wujud yang merupakan simbol dari perasaan manusia. 
  • (Ensiklopedia Indonesia) Seni itu meliputi penciptaan dari segala hal atau benda yang karena keindahan bentuknya orang senang melihatnya atau mendengarnya. 
Dengan demikian dapat dikatakan, bahwa seni adalah ekspresi gagasan atau perasaan manusia yang diwujudkan melalui pola kelakuan yang menghasilkan karya yang bersifat estetis dan bermakna.
Pembahasan lengkapnya silahkan klik 15 Pengertian Seni Secara Lengkap Menurut Para Ahli

Ekspresi seni manusia di muka bumi sangatlah beragam. Ekspresi yang muncul dari berbagai gagasan, bentuk, dan corak ungkapan, justru berbeda-beda atau beragam. Keragaman ini berkembang sejalan dengan kebudayaan masyarakat yang bersangkutan. Perbedaan budaya, kondisi sosial, serta alam sekitar akan membentuk seni yang berbeda. Seni dan budaya nusantara sangat beragam, karena indonesia terdiri dari berbagai ragam suku bangsa dan adat istiadat. Setiap suku bangsa memiliki ekspresi seni masing-masing. Keragaman ini merupakan kekayaan budaya bangsa yang sangat bernilai. Keragaman seni rupa, seni tari, seni musik maupun seni drama bukanlah pemecah bangsa melainkan sebagai alat pemersatu bangsa.

Dengan beragamnya nilai-nilai budaya di nusantara timbullah kesenian nusantara. Kesenian Nusantara yaitu ekspresi gagasan atau perasaan manusia yang mengandung nilai-nilai budaya nusantara melalui pola kelakuan yang menghasilkan karya yang bersifat estetis dan bermakna. Dengan kata lain, kesenian nusantara adalah kesenian yang bernilai  budaya nusantara. 

CABANG-CABANG SENI
Seni memiliki empat cabang, yaitu seni rupa, seni musik, seni tari, dan seni drama. Seni musik, seni tari, dan seni drama termasuk dalam satu jenis seni pertunjukan. Pengertian dari keempat cabang seni tersebut antara lain.

Seni Rupa 
Seni rupa adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media: titik, garis, bidang, bentuk, warna, tekstur, dan gelap terang yang ditata menggunakan prinsip tertentu. 

Seni Musik
Seni musik adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media suara (manusia maupun alat) yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu. 

Seni Tari
Seni tari adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna yang diwujudkan melalui media gerak tubuh manusia yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu. 

Seni Drama 
Seni drama atau teater adalah ungkapan gagasan atau perasaan yang estetis dan bermakna melalui media: gerak, suara, dan rupa yang ditata dengan prinsip-prinsip tertentu. 

FUNGSI SENI
Untuk menyalurkan ekspresi seninya, manusia selalu mencari peluang disela-sela waktu pemenuhan kebutuhan hidup sehari-harinya. Seni termasuk kebutuhan hidup manusia yang penting, sebab seni selalu menjadi bagian dari kehidupan manusia. Manusia prasejarah mengekspresikan rasa seninya pada dinding-dinding gua lewat lukisan-lukisan. Seperti yang terdapat di Gua Leang-leang Maros Sulawesi Selatan, Kepulauan Maluku, dan Papua. Seni juga tertuang dalam berbagai benda pakai yang digunakan manusia. Seperti keramik Cina, tenun sutra India, kapak jaman batu. nekara jaman Iogam, sampai kepada mobil, pesawat telepon, dan komputer di masa kini. Lihat juga berbagai alat musik yang terdapat di seluruh penjuru dunia beserta lagu-Iagu dan irama yang diciptakannya. Ketipung, sitar, gondang, angklung, tifa, biola, harpa, saxophone, tamburin, dan marakas adalah sebagian kecil dari alat-alat musik di dunia. Belum Iagi berbagai jenis tarian berikut perlengkapannya. Seperti Legong di Bali, Seudati di Aceh, Bambu Gila di Sulawesi Utara, sampai dengan flamenco di Spanyol, tango di Argentina, dan balet di seluruh daratan Eropa. Sedangkan wayang orang di Jawa, kabuki di Jepang, sampai teater kontemporer adalah contoh seni drama. Di belahan bumi mana pun seni tak dapat dipisahkan dari kehidupan manusia. 

Kebutuhan hidup manusia dapat dikelompokkan ke dalam 3 jenis, yaitu kebutuhan pokok (primer) seperti sandang, pangan, dan papan; kebutuhan sosial (sekunder) yang terwujud melalui usaha dalam memenuhi kebutuhan primer dengan melibatkan orang atau sejumlah orang; dan kebutuhan integratif atau yang berkaitan dengan berbagai kebutuhan manusia sebagai makhluk budaya. Seni merupakan kebutuhan manusia yang tergolong kebutuhan integratif yang terkait dengan kebutuhan pokok dan kebutuhan sosial. 

Seni dan kebutuhan pokok
Sandang (pakaian)
Pakaian tak hanya berfungsi menutupi tubuh dari kondisi alam saja, pakaian juga berfungsi sebagai sarana sosial budaya. Semakin tinggi peradaban manusia, maka semakin tinggi pula fungsi sosial budaya pada pakaian tersebut. Pakaian merupakan lambang status sosial pemakainya, dan merupakan suatu gengsi.

Selain itu, pakaian dikenakan manusia berdasarkan pertimbangan nilai-nilai moral dan kesopanan yang dianut oleh masyarakat. Pakaian juga dapat berfungsi sebagai identitas budaya pada masyarakat tertentu. Misalnya, pakaian adat Flores tentu berbeda dengan pakaian adat Minahasa. 

Baju tak hanya benda pakai, tapi juga benda hias. Baju membalut tubuh manusia agar tampak lebih indah. Orang memakai baju agar dirinya tampak lebih menarik. Bukankah kamu juga melakukan hal ini? Baju terbentuk dari berbagai komponen yang dipadukan menjadi suatu karya seni yang indah dipandang dan nyaman dikenakan. Para perancang busana dan perancang kain, baik yang tradisional maupun yang profesional, adalah seniman-seniman pencipta karya seni pakaian. 

Maka dari itu dapat dikatakan, bahwa bahwa pakaian merupakan benda pakai sebagai pelindung dan penutup tubuh manusia sekaligus juga benda hias yang dianggap sebagai identitas sosial budaya manusia.

Pangan (makanan) 
Makanan tidak menyangkut hal perut semata. Wujud makanan yang cantik dilihat tentu lebih menggugah selera orang yang akan menyantapnya. Itulah sebabnya terdapat seni menyajikan hidangan. Masyarakat selalu memiliki keinginan untuk memperindah makanan yang dikonsumsinya, terlebih lagi makanan tersebut disajikan untuk orang lain. Warna dan bentuk makanan dirancang sedemikian rupa sesuai cita rasa masyarakatnya. Setiap daerah di indonesia mempunyai cara sendiri dalam memasak, membentuk, menghias, dan menata makanannya masing-masing. Dari ibu rumah tangga, koki restora, sampai pengusaha katering merupakan seniman dalam hal makanan.

Maka dari itu, dapat dikatakan bahwa bentuk makanan yang dikonsumsi dan disajikan sehari-hari dapat dikatakan untuk memenuhi kebutuhan seni yang berkaitan dengan kebutuhan pangan.

Papan (tempat tinggal)
Manusia menciptakan sebuah rumah karena dorongan kebutuhan akan tempat tinggal sekaligus untuk melindungi diri dari gangguan alam seperti panas, hujan, angin, dan binatang buas.

Betapapun sederhanya, rumah merupakan karya seni hasil ekspresi manusia yang dipedomani oleh budayanya. Rumah terbuat dari berbagai komponen hasil alam sekitar yang disusun secara artistik. Bagian demi bagian rumah seperti kamar tidur, atap, dapur dan bagian-bagian lainnya disusun sedemikian rupa sehingga nyaman ditinggali dan berfungsi sebagaimana mestinya.

Rumah juga memiliki fungsi sebagai identitas sosial-budaya. Secara fisik, bentuk rumah daerah di Indonesia begitu beranekaragam. Lihat saja rumah gadang Minangkabau, rumah joglo Jawa, dan rumah tongkonan Toraja. semua punya nilai seni tersendiri yang memperkaya khasanah budaya bangsa. Arsitektur Barat dan modern juga menambah keragaman seni bangunan di Indonesia. 

Seni dan Kebutuhan Sosial
Pendidikan Seni
Fungsi seni dapat dirasakan langsung maupun tidak secara langsung bagi manusia. Secara langsung seni dapat dirasakan sebagai media ekspresi, komunikasi, bermain, dan menyalurkan bakat yang dimiliki. Secara tidak langsung seni dapat diperoleh melalui manfaat yang diperoleh dalam pengembangan kemampuan dasar pendidikan seni. Melalui pendidikan seni manusia dapat memperoleh kehalusan budi pekerti, karena seni mengolah kepekaan terhadap alam sekitar serta hal-hal yang berkaitan dengan keindahan. 

Kemampuan dasar manusia yang dapat dikembangkan melalui seni meliputi: fisik, daya serap, daya pikir, emosi, daya cipta, cita rasa keindahan. dan sosial. Perkembangan fisik yang berkaitan dengan kegiatan seni adalah kemampuan gerak. Gerak/motorik dapat dibedakan menjadi motorik kasar dan motorik halus. Seni banyak terkait dengan motorik halus. Menggambar, membentuk, memotong, serta menggerakkan jari sewaktu menari dan memainkan alat musik merupakan gerak motorik halus. Gerakan tubuh manusia saat menari dan bermain peran merupakan contoh motorik kasar. Melalui seni, kemampua motorik manusia dapat dikembangkan.

Daya serap berhubungan dengan kemampuan menerima masukan-masukan dari indera manusia. Kepekaan manusia dalam menafsirkan dan merespon masukan-masukan sangatlah penting dalam kegiatan belajar. Menyerap hal yang terjadi di Iingkungan dan digubah dalam sebuah Iagu, menyerap kesan alam sekitar untuk dituangkan lewat lukisan, menyerap gerak sesama penari untuk diselaraskan, dan menyerap reaksi Iawan main dalam seni peran merupakan contoh penggunaan daya serap dalam seni. 

Daya pikir berkaitan dengan kemampuan manusia mengolah kesadaran terhadap Iingkungannya, mengolah pengetahuan yang dimiliki, dan menunjukkan hubungan dirinya dengan lingkungannya. Melalui kegiatan berolah seni, manusia mengembangkan kesadaran terhadap lingkungan sekitarnya. Dari hal-hal yang telah diserap tadi diperlukan proses olah pikir untuk bisa menjadi suatu karya seni. Sehingga, dapat meningkatkan ,kemampuan pengamatan dan berpikir kritis. 

Emosi berkaitan dengan kemampuan manusia mengungkapkan perasaannya secara bebas dan spontan. Segala hal yang tidak dapat diungkapkan melalui kata-kata dapat diekspresikan melalui karya seni. Misalnya sebuah lagu yang sering kali merupakan sebuah ekspresi luapan emosi dari pengalaman hidup penciptanya. Melalui kegiatan berolah seni ini, manusia dapat meluapkan ekspresi jati dirinya.

Daya cipta atau kreativitas berkaitan dengan kemampuan manusia berpikir kreatif. Kreatif berkaitan dengan hal yang baru, unik, dan khas. Karya seni yang baik bukan hasil mencontek atau meniru karya lain. 

Dalam menciptakan sebuah karya seni yang indah tentu saja cita rasa keindahan sangat dibutuhkan. Cita rasa keindahan berhubungan dengan kemampuan menata unsur-unsur seni secara harmonis sesuai dengan kaidah-kaidah seni. Cita rasa keindahan lebih lebih condong pada kegiatan dalam mengolah kepekaan rasa akan nilai keindahan tersebut. Bagi manusia nilai keindahan berkaitan dengan kepuasan batinnya. Kesadaran akan nilai-nilai keindahan lewat kegiatan berolah seni, berfungsi sebagai penyelaras otak kanan dan otak kiri sehingga mendorong rasa berpikir kreatif dan kritis. 

Dari segi sosial, seni pun memberi kesadaran bahwa manusia satu berhubungan dengan manusia yang lain. Kesadaran sosial ini diolah dalam kegiatan seni sehingga menumbuhkan sikap dan perasaan dalam berkomunikasi, bekerja-sama, dan menghargai pendapat manusia lain. Dalam kegiatan berkarya seni, seseorang dapat berhubungan dengan orang lain, baik dari pencarian ilham, proses pembuatan, sampai apresiasi/ penilaian suatu karya. 

Keagamaan 
Setiap manusia memiliki kesadaran terhadap Tuhan yang diwujudkan dalam agama. Setiap agama memiliki pedoman tata cara beribadah dan tempat ibadah. Sebagai karya seni bangunan, selain bernilai religi, tempat ibadah juga merupakan ungkapan manusia yang memiliki nilai keindahan. Tempat ibadah secara fisik dapat dikatakan sebagai suatu bangunan hasil karya manusia yang diatur dan diarahkan oleh budaya masyarakat setempat berdasarkan kaidah-kaidah agama tertentu. Demikian halnya dengan alat keperluan ibadah lainnya seperti bunyi-bunyian, tari-tarian merupakan sumbangan seni terhadap kebutuhan beribadah manusia.

Ritus Kehidupan
Setiap manusia yang berbudaya memiliki ritual atau upacara yang berkaitan dengan lingkaran hidup manusia. Dari dalam kandungan hingga saat kematian banyak sekali rangkaian upacara yang dilakukan. Dalam kegiatan upacara ini melibatkan beragam karya seni. Dalam pesta adat pernikahan misalnya, tempat pesta pernikahan ditata sedemikian indah, disajikan hiburan musik, tari-tarian, serta berbagai bentuk sajian makanan yang dikemas secara apik, dan para tamu menggunakan pakaian dengan berbagai model dan warna yang menarik.

Sunday, February 11, 2018

Alat Musik Tradisional Sulawesi Utara Lengkap, Gambar dan Penjelasannya

Kolintang adalah alat musik khas provinsi Sulawesi Utara. Kolintang berasal dari Minahasa. Alat musik ini serupa dengan gambang (xylophone) kayu dan populer di seluruh negeri. Alat musik ini dibuat dari kayu lokal yang ringan tetapi kuat seperti telur, bandaran, wenang, kakinik yang mempunyai konstruksi fiber paralel. Nama kolintang berasal dari suaranya: tong (nada rendah), ting (nada tinggi) dan tang (nada biasa). Dalam bahasa daerah, ajakan ”Mari kita lakukan TONG TING TANG” adalah Mangemo kumolintang. Ajakan tersebut akhirnya berubah menjadi kata kolintang.

gambar alat musik kolintang sultara

Terompet bambu telah dibuat dan dimainkan selama ratusan tahun di Sulawesi Utara, terutama di Sangihe dan Talaud. Bambu yang sangat tua dan berkualitas tinggi dibentuk menjadi terompet yang indah yang menghasilkan bunyi yang merdu. Untuk memastikan terompet akan tahan lama dan berkualitas bagus, galah bambu direndam dalam air yang mengalir, biasanya sungai, selama sekitar tiga bulan. Bambu tersebut kemudian dikeringkan dengan cara ditempatkan pada papan di atas nyala api kecil selama sekitar empat bulan.

gambar alat musik terompet bambu sultara

Hanya dengan cara itu bambu siap untuk diolah menjadi terompet. Ada berbagai model instrumen bambu. Misalnya, saksofon bambu disebut sesuho, sementara terompet bambu dikenal sebagai pepato. Jika semua instrumen dalam suatu orkes seluruhnya terbuat dari bambu, kelompok orkes itu disebut grup musik bambu melulu. Jika ada tambahan alat musik lain seperti alat musik tiup atau kaleng, maka grup musik itu disebut grup musik klarinet bambu atau seng bambu.

Bia merupakan alat musik yang dibuat dari bahan kerang laut. Alat musik ini kurang popular, namun di beberapa tempat wilayah Provinsi Sulawesi Utara masih dimainkan, terutama saat perayaan liburan.
gambar alat musik bia sultara

Alat musik masyarakat Bolaang Mongondow antara lain kantung, rababo, tantabua’, bansi’ atau tualing, oli-oli’, dadalo’, bonsing, bolontung, gimbal, gandang, dan gulintang.

Tarian Tradisional Daerah Kalimantan Tengah yang Eksotis

Provinsi Kalimantan Tengah memiliki beraneka ragam jenis tarian. Tarian tersebut biasanya ditampilkan dalam berbagai acara, upacara adat, dan penyambutan tamu. Desa Lopus bersebelahan dengan ibu kota Kecamatan Delang yaitu Kudangan. Desa Lopus dikenal sebagai desa yang kaya akan musik tradisional dan tarian. Berikut ini beberapa tarian yang terdapat di Provinsi Kalimantan Tengah. 

Tari Pagar Ruyung sering ditampilkan untuk menyambut kedatangan tamu dari luar daerah. Tari Ksatria Dayak melambangkan olahjiwa dan olahraga untuk menghadapi segala tantangan hari esok. Tari Mandau adalah tarian yang ditarikan di temaram malam. Tarian ini dimaksudkan sebagai persiapan menghadapi kegiatan-kegiatan hidup esok hari, serta mengasah kemampuan dan daya tahan para pejuang Dayak.

gambar tari pagar ruyung kalimantan tengah

Dahulu di provinsi ini terdapat tradisi mamanca. Mamanca merupakan bagian dari tradisi saling menguasai serta menjadi ancaman dan kekerasan yang sering terjadi di kalangan masyarakat Dayak. Kekerasan yang terjadi dimaksudkan untuk mencari pemimpin atau saling mengalahkan. Kepandaian mamanca sangat bergantung pada kelihaian bermain silat.

gambar tari ksatriya dayak kalimantan tengah

gambar tari mandau kalimantan tengah

Pada perkembangan selanjutnya, mamanca menjadi bagian dari prosesi perkawinan masyarakat Dayak Ngaju dan masyarakat tradisional di pedalaman. Mamanca di sini untuk peragaan kelihaian dan saling mengenal para pesilat dari kedua pihak mempelai, meski tidak untuk saling mengalahkan. Tujuan prosesi mamanca pada lawang sakepeng hanya untuk membuka pintu gapura. Tari Mamanca atau Tari Lawang Sakepeng biasanya dilakukan oleh dua lelaki dewasa yang memiliki kepandaian bermain silat. 

Balian dipercaya memiliki kemampuan untuk berkomunikasi dengan roh-roh leluhur. Komunikasi itu bisa melalui tarian atau komunikasi verbal. Tari dipercaya menjadi media. Pukulan alat musik yang disajikan dapat menjadi penghubung untuk sebuah pola komunikasi. Pemukul alat musik biasanya dilakukan berkaitan dengan ritual penyembuhan penyakit, ritual untuk membersihkan kampung dari berbagai kemungkinan petaka, atau berbagai keperluan lainnya. 

Tari-tarian tradisional lain yang ada di Kalimantan Tengah yaitu Tari Maggeten, Tari Manasai, Tari Giring-giring,  Tari Selamat Datang,  dan lain-lain.

Alat Musik Tradisional Jawa Timur Lengkap, Gambar dan Penjelasannya

Alat musik tradisional daerah Jawa Timur pada umumnya sama dengan alat-alat musik tradisional/daerah yang terdapat di Jawa Tengah, yaitu gamelan. Jenis-jenis alat musik lain juga terdapat di Provinsi Jawa Timur. Alat musik ini digunakan untuk mengiringi berbagai jenis kesenian. Berikut beberapa jenis musik beserta alat musik yang digunakan untuk mengiringi. Beberapa seni musik tradisional di Provinsi Jawa Timur sebagai berikut.

Gamelan
Musik tradisional Jawa yang terdiri atas beberapa instrumen (alat) musik, seperti bonang, saron, kendang, gong, gambang, gender, demung, ketuk, dan rebab. Seperangkat musik gamelan yang terdiri atas gamelan laras slendro dan laras pelog disebut gamelan sepangkon.

alat musik gamelan jawa timur

Pengiring Reog
Jenis musik untuk mengiringi kesenian Reog Ponorogo yang terdiri atas terompet, gong, dan kendang.

alat musik tradisional jawa timur

Patrol
Jenis musik yang peralatannya menggunakan kentongan bambu atau kayu yang dibunyikan dengan irama teratur sehingga menghasiikan suara yang enak didengar. Pada awalnya digunakan untuk kegiatan ronda malam (siskamling), kemudian berkembang menjadi musik yang diperdengarkan pada malam hari di bulan Ramadan untuk membangunkan orang sahur.

Gedokan
Jenis musik tradisional dari daerah Kabupaten Banyuwangi yang dipergelarkan pada waktu orang punya hajatan. Alat musiknya terdiri atas lumpang (lesung), alu (antan), dan dua potong besi.

Bordah
Jenis musik tradisional dari daerah Kabupaten Banyuwangi yang bernapaskan Islam. Alat musiknya terdiri atas terbangan atau rebana dalam berbagai ukuran. Rebana tersebut dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu kasidahan.

gambar alat musik tradisional jawa timur

Terbang
Jenis musik tradisional dari daerah Kabupaten Banyuwangi yang bernapaskan Islam. Alat musik terbang terdiri atas beberapa alat musik pukul, diantaranya seperti rebana (sebagai alat musik pokok) yang dilengkapi dengan kendang, ketuk, jidor (bedhug) dengan tiga macam ukuran, gong, dan organ.

angklung jawa timur

Angklung
Musik tradisional dari daerah Kabupaten Banyuwangi yang dimainkan oleh 12-14 orang dengan peralatan angklung, saron, kendang, dan gong. Jenis musik angklung ada empat macam, yaitu angklung caruk, angklung tetak, angklung paglak, dan angklung blambangan.

Saturday, February 10, 2018

6 Tarian Tradisional Kalimantan Selatan Lengkap Penjelasannya

Seni tari mendapat perhatian besar masyarakat Kalimantan Selatan. Seni tari suku Banjar terbagi menjadi dua kelompok, yaitu seni tari yang berkembang di lingkungan keraton (istana), dan seni tari yang berkembang di dalam lingkungan masyarakat. Seni tari keraton ditandai dengan nama ”Baksa” yang berasal dari kata ”beksan” (bahasa Jawa) yang menandakan kehalusan gerak dalam tata tarinya. Contohnya, tari Baksa Kembang, tari Baksa Panah, tari Baksa Dadap, tari Baksa Lilin, dan tari Baksa Tameng. Tari-tari ini telah ada sejak ratusan tahun yang lalu. Namun, gerakan dan busananya telah disesuaikan dengan nilai-nilai Islam. Gerakan yang dianggap tidak sesuai dengan adab Islam diubah.

Beberapa tari tradisional itu sebagai berikut.

1. Tari Sinoman Hadrah Rudat
Tarian ini merupakan salah satu bentuk paduan seni tari dan musik khas Banjar yang paling dikenal. Sinoman hadrah rudat bersumber dari budaya yang dibawa oleh pedagang dan pendakwah Islam dari Arab dan Persia. Budaya asing ini diterima dan berkembang menjadi kebudayaan pada masyarakat pantai pesisir Kalimantan Selatan hingga Kalimantan Timur.

Kesenian ini sangat dipengaruhi nilai-nilai Islam. Puja dan puji kepada Allah swt. serta Rasul Muhammad saw. mengisi syair dan pantun yang dilagukan bersahutan dalam irama kasidah yang merdu. Para penarinya melakukan gerakan dinamis dengan dilindungi payung ubur-ubur. Payung ini merupakan lambang keagungan dalam kehidupan tradisional di Indonesia. Sinoman hadrah rudat biasanya ditampilkan untuk mengiringi pengantin Banjar dan untuk menyambut kedatangan tamu.

Tari Sinoman Hadrah Rudat kalsel

2. Tari Hudo
Tari ini menggambarkan kedatangan utusan dewa ke dunia untuk mengusir roh-roh jahat yang mengganggu ketenteraman hidup manusia. Melalui tarian ini diperoleh gambaran bahwa suku bangsa Dayak mempercayai adanya makhluk halus yang menguasai kehidupan di dunia.

3. Tari Giring-Giring
Ini tari pergaulan khas suku bangsa Dayak Tari pergaulan ini biasanya melibatkan para tamu pada suatu pesta adat penyambutan untuk ikut bergembira.

4. Tari Baksa Kembang
Tarian ini juga sering dipentaskan pada acara-acara pernikahan ataupun acara adat lainnya. Saat ini tari Baksa Kembang masih sering dipakai pada saat acara penyambutan tamu yang dihormati. Tari baksa kembang berasal dari kata baksa yang berarti kelembutan, artinya bentuk kelembutan tuan rumah dalam penyambutan tamu agung dengan cara memberikan rangkaian bunga oleh penari kepada tamu yang dihormati.

Penari tari Baksa selalu ganjil yang memberikan rangkaian bunga (mawar dan melati) yang disebut masyarakat setempat dengan kembang Bogam.

gambar tarian tradisional kalimantan selatan

5. Tari Sakaduwa
Tari ini khusus ditampilkan dalam upacara selamatan panen besar. Gerak tari yang dinamis dan penuh kegembiraan menggambarkan kegembiraan masyarakat karena hasil panen besar yang memuaskan.

6. Tari Mandau Talawang
Tarian ini sebagai ucapan selamat jalan bagi para pahlawan suku yang akan pergi ke medan perang. Selain Mandau Talawang, tari yang berfungsi sama adalah tari Solep Pimping. Sumpit digunakan dalam tari Solep Pimping. Kedua tarian ini melambangkan apakah perang akan berlangsung secara berhadap-hadapan atau dalam jarak jauh. Apabila mandau talanang yang ditarikan, berarti perang akan berlangsung dalam jarak dekat. Sebaliknya, apabila solep pimping yang ditarikan, maka perang akan berlangsung dalam jarak jauh.

Wednesday, February 7, 2018

Upacara Adat Daerah Papua Lengkap Penjelasannya

Seperti halnya di provinsi daerah lain, dalam tradisi masyarakat Papua juga berkembang berbagai upacara tradisional (adat). Setiap suku bangsa memiliki jenis upacara yang berbeda sesuai dengan keyakinan suku bangsa tersebut. Upacara-upacara adat Provinsi Papua dikategorikan menjadi dua, yakni upacara adat yang berhubungan dengan daur hidup dan upacara adat lainnya. 

Upacara adat daur hidup meliputi masa kehamilan, kelahiran, perkawinan, dan kematian. Berikut ini contoh upacara daur hidup yang terdapat dalam budaya masyarakat suku bangsa Asmat. 

UPACARA KEHAMILAN DAN KELAHIRAN 
Selama proses ini berlangsung, bakal generasi penerus dijaga dengan baik agar dapat lahir dengan selamat dengan bantuan ibu kandung atau ibu. Ketika bayi lahir disambut dengan upacara selamatan secara sederhana. Pada prosesi itu dilaksanakan upacara pemotongan tali pusar menggunakan sembilu. Bayi disusui oleh ibu selama 2-3 tahun. 

UPACARA PERNIKAHAN
Proses ini berlaku bagi seorang anak laki-laki dan perempuan yang berumur 17 tahun. Pernikahan dilakukan oleh pihak laki-laki setelah terjadi kesepakatan dengan pihak perempuan. Biasanya didahului dengan upacara uji keberanian yaitu membeli mempelai perempuan dengan mas kawin piring antik. Nilai mas kawinnya ini berdasarkan nilai uang kesepakatan perahu Johnson (merek motor penggerak perahu suku bangsa Asmat).

gambar upacara adat papua

UPACARA KEMATIAN
Apabila kepala suku atau kepala adat yang meninggal, maka jasadnya disimpan dalam bentuk mumi dan dipajang di depan joglo suku ini. Sebaliknya, apabila yang meninggal warga biasa jasadnya dikuburkan. Proses ini dijalankan dengan iringan nyanyian berbahasa Asmat dan pemotongan ruas jari tangan dari anggota keluarga yang ditinggalkan. Orang Asmat juga melakukan upacara selamatan yang disebut emaketsjem. Tradisi potong jari juga dikenal dalam tradisi suku-suku bangsa yang menghuni Lembah Baliem. 

Sedikit berbeda dengan tradisi suku bangsa Marind di Kabupaten Merauke, dalam rangkaian upacara kematiannya ada upacara tanam sasi (sejenis kayu). Sasi ditanam 40 hari setelah hari kematian dan dicabut kembali setelah 1.000 hari. Sementara itu, pada tradisi suku-suku bangsa di Lembah Baliem diikuti dengan upacara bakar batu. Namun begitu, upacara bakar batu tidak hanya dilakukan ketika ada kematian. 

Upacara bakar batu bagi suku bangsa penghuni Lembah Baliem bermakna luas dan sangat mendalam. Hampir semua upacara adat di Lembah Baliem melaksanakan tradisi bakar batu. Mulai dari upacara kelahiran, pernikahan, kematian, menyambut prajurit pulang dari perang, upacara perdamaian antar suku, sampai dengan menyambut tamu. Bahkan, pada masa sekarang, upacara peresmian pun diikuti dengan tradisi bakar batu. Upacara bakar batu menjadi tradisi semua suku bangsa di Provinsi Papua. 

Sasuai namanya, upacara bakar batu menggunakan batu panas membara sebagai unsur utamanya. Batu panas dipersiapkan dengan membakar batu-batuan menggunakan kayu kering. Perlengkapan lainnya berupa daging babi, ubi, talas, buah merah, dan berbagai macam sayuran. Setelah batu panas membara, diambil dan dikumpulkan pada tanah yang sudah dilubangi. Di atasnya disusun berbagai perlengkapan itu secara berlapis, mulai dari daging babi, ubi, talas, dan buah merah. Sebagai pelapisnya digunakan berbagai macam sayuran. Terakhir pada bagian atas dilapisi sayuran dan dedaunan sebagai penutup. Sekitar dua jam kemudian masakan telah matang dan dibongkar. Daging babi, ubi, talas, buah merah, dan sayuran dibagikan kepada seluruh warga masyarakat yang hadir di lokasi upacara. 

Upacara adat lainnya biasanya berhubungan dengan kegiatan sehari-hari dan berhubungan dengan lingkungan alam. Sebagai gambaran, orang Asmat akan membuat patung setiap kali ada keluarganya yang meninggal. Upacara ini disebut bis dan dipimpin oleh seorang dewen (dukun). Begitu pula ketika akan mendirikan bangunan, orang Asmat menyelenggarakan upacara joai. Upacara yang lebih meriah dan sakral adalah saat upacara penobatan kepala perang yang dinamakan mambri babo. Upacara ini didahului dengan berbagai pertandingan keterampilan berperang seperti memanah dan menombak. Dari sinilah dipilih seorang yang mahir berperang. 

Bahasa Daerah Papua Lengkap Penjelasannya

Seperti diketahui bahwa Provinsi Papua dihuni oleh banyak suku bangsa. Tercatat lebih kurang ada 191 suku bangsa asli di Provinsi Papua. Setiap suku bangsa itu memiliki bahasa sendiri-sendiri yang dipergunakan sebagai bahasa pergaulan sehari-harinya (lingua franca). Nama bahasa daerahnya sesuai nama suku bangsa penuturnya. Misalnya suku bangsa Asmat menggunakan bahasa Asmat, suku bangsa Mee menggunakan bahasa Mee, suku bangsa Dani menggunakan bahasa Dani, suku bangsa Yali menggunakan bahasa Yali, suku bangsa Sentani menggunakan bahasa Sentani, suku bangsa Tobati menggunakan bahasa Tobati, dan orang Biak menggunakan bahasa Biak

Persebaran bahasa-bahasa tersebut juga sangat terbatas, hanya berkisar di sekitar kelompoknya saja. Untuk suku bangsa yang memiliki ikatan garis keturunan menggunakan bahasa yang sama dengan dialek berbeda. Sebagai contoh bahasa Asmat memiliki beberapa dialek, seperti Asmat Pantai Kasurarina, Asmat Tenggah, Asmat Utara, Asmat Yaosakor. Begitu juga bahasa Dani yang terbagi atas bahasa Dani Atas, Dani Tengah, dan Dani Bawah. Dialek-dialek itu menunjukkan perbedaan daerah mukim penuturnya. Perbedaan dialek tersebut banyak ditemui pada kelompok suku bangsa yang memiliki populasi besar dengan persebaran yang cukup luas. 

Dari sekian banyak bahasa di Provinsi Papua, bahasa yang persebarannya paling luas adalah bahasa Biak. Bahasa Biak tidak hanya dituturkan oleh masyarakat Biak yang tinggal di Kepulauan Biak. Namun, penuturnya menyebar sampai ke pulau pulau di sekitarnya, seperti Pulau Yapen dan Pulau Supiori. Bahkan, wilayah daratan seperti Kota Jayapura, Nabire, dan Sarmi juga dapat dijumpai orang-orang yang berkomunikasi dengan bahasa Biak. Oleh karena itu, ada wacana untuk menjadikan bahasa Biak sebagai bahasa daerah Provinsi Papua. 

Di wilayah Provinsi Papua juga dapat dijumpai penggunaan bahasa-bahasa daerah lain. seperti bahasa Jawa, Padang, Bali, Madura, Ambon, Makassar, Maluku, dan Bugis. Penggunaan bahasa-bahasa itu banyak dijumpai di wilayah perkotaan dan pesisir pantai yang banyak bermukim suku-suku pendatang. Dari bahasa yang dituturkan akan dapat diketahui daerah asalnya. 

Selanjutnya, sebagai bahasa komunikasi antarsuku di Provinsi Papua digunakan bahasa Indonesia dialek Papua. Meskipun begitu, persebaran bahasa Indonesia belum begitu merata di Provinsi Papua, terutama wilayah pedalaman. Tidak semua suku bangsa asli Provinsi Papua dapat menggunakan bahasa Indonesia dengan baik. Bahkan, ada suku-suku bangsa kecil di pedalaman yang tidak memahami bahasa resmi negara kita. Bahasa Indonesia sering dipergunakan untuk berkomunikasi dengan para pendatang dan wisatawan yang berkunjung ke Provinsi Papua. 

Rumah Adat Papua Lengkap Penjelasannya

Rumah-rumah adat suku-suku bangsa asli Provinsi Papua sangat sederhana. Pengaruh lingkungan alam (rimba belantara) sangat kuat. Modelnya ada yang segi empat, ada pula yang bulat seperti tabung. Bahan-bahan pembuatnya dari alam atau lingkungan sekitar. Atapnya terbuat dari daun sagu atau rumput alang-alang. Tiang-tiang terbuat dari kayu-kayu hutan dan dinding-dindingnya terbuat dari kulit kayu, batang daun sagu, atau yang lainnya. Begitu sederhananya sehingga tidak dijumpai hiasan-hiasan seperti ukir-ukiran pada rumah tradisional Provinsi Papua. 

Secara umum ada dua jenis rumah tradisional di Provinsi Papua, yaitu rumah panggung dan bukan panggung. Rumah panggung banyak digunakan oleh penduduk yang tinggal di pesisir pantai, rawa, bantaran sungai, dan hutan. Sementara itu, untuk rumah bukan panggung banyak digunakan oleh penduduk yang tinggal di wilayah pegunungan, dataran tinggi, dan lembah. 

Rumah Adat Suku Dani
Masyarakat suku bangsa Dani yang bermukim di Lembah Baliem tinggal bersama dalam kompleks bangunan rumah yang disebut sili atau silimo. Kompleks ini mirip benteng yang di dalamnya terdapat beberapa rumah yang disebut honai (rumah bulat), hunu atau humila (rumah panjang untuk dapur), wanai atau wamaele (kandang babi), dan tempat menyimpan abu jenazah keluarga. Honei untuk laki-laki disebut pilamo, sedangkan honei untuk perempuan disebut eloy atau abe ae

Konstruksi rumah honei berbentuk bulat yang terdiri atas dua bagian. Bagian bawah (lantai) beralaskan rumput kering sebagai tempat berbincang anggota keluarga. Bagian atas terbuat dari batang pohon yang disusun rapi dan dilapisi rumput kering sebagai tempat tidur. Karena bentuknya membulat, penghuni rumah pun dapat tidur membujur dengan posisi kaki berada di tengah.

gambar rumah adat papua

Rumah Adat Suku Asmat
Berbeda lagi dengan rumah suku bangsa Asmat yang bertempat tinggal di wilayah pesisir pantai, rawa, dan bantaran sungai, kompleks rumah suku bangsa Asmat berbentuk panggung atau bertiang. Tinggi tiangnya disesuaikan dengan ketinggian air pasang di kawasan tersebut. Setiap rumah dihuni oleh beberapa keluarga (2-4 keluarga). Banyaknya keluarga dapat dilihat dari jumlah tungku masak yang ada dalam rumah karena setiap kepala keluarga memiliki tungku masak sendiri. 

Dalam kompleks rumah adat suku bangsa Asmat terdiri atas jew (rumah bujang) dan tsejewi (rumah keluarga) yang dihuni oleh beberapa keluarga. Rumah bujang (jew) merupakan pusat kegiatan upacara adat, pendidikan anak-anak seperti membuat ukiran dan latihan perang, serta tempat untuk bermusyawarah atau pengambilan keputusan-keputusan adat lainnya. Sementara itu, rumah keluarga (tsejewi) berfungsi sebagai tempat orang Asmat melaksanakan kegiatan sehari-hari dan tempat menyimpan baik senjata maupun peralatan untuk berburu, menangkap ikan, meramu hasil hutan, dan berkebun.

Rumah Adat Suku Koroway
Rumah panggung bukan milik suku bangsa Asmat saja. Suku-suku yang tinggal di lingkungan berair memilih bentuk rumah seperti ini. Rumah suku bangsa Sentani yang tinggal di Danau Sentani juga berbentuk panggung. Rumah masyarakat Biak dan masyarakat Jayapura yang tinggal di pesisir juga berbentuk panggung. Bahkan, suku bangsa Koroway yang bermukim di hutan belantara Kabupaten Mappi mempunyai rumah panggung yang sangat unik. Rumah suku bangsa Koroway dibangun di atas pohon sehingga disebut rumah pohon. Tiang utama rumah berupa batang pohon yang masih hidup. Ketinggian rumah pohon ada yang mencapai 30 meter. Fungsi rumah ini terutama untuk mendeteksi kedatangan musuh dan melindungi dari serangan suku bangsa lain. 

Upacara Adat Sulawesi Tengah Lengkap Penjelasannya

Sebagian besar masyarakat Sulawesi Tengah telah memeluk agama Islam dan Kristen. Akan tetapi, masih banyak upacara adat yang tetap dijalankan sampai saat ini. Berbagai upacara yang diselenggarakan terutama yang berkenaan dengan daur hidup manusia, yang terdiri atas kelahiran, masa dewasa, perkawinan, dan kematian. 

Upacara Kelahiran

Upacara menjelang kelahiran diselenggarakan ketika seorang wanita memasuki bulan ketujuh mengandung bayi yang pertama. Upacara ini bertujuan untuk memohon agar anak lahir dengan selamat, menjadi orang yang baik dan saleh, murah rezeki, dapat mengangkat martabat keluarga, dan sebagainya. 

Menyongsong kelahiran bayi, dukun telah mempersiapkan bahan-bahan yang terbuat dari daun-daunan untuk mencegah gangguan makhluk-makhluk halus, yang digantungkan pada tempat sudut rumah, jendela, atau kolong rumah. Ketika bayi lahir, dukun memotong tali pusar dengan menggunakan sembilu, kemudian mengikatnya dengan kulit kayu libau. Tembuni disimpan dalam belanga tanah dan dicampur dengan abu dapur untuk ditanam atau digantung pada pohon yang tinggi. 

Sesudah bayi berumur tujuh hari, diadakan upacara menginjak-injak tanah atau menyentuhkan kaki bayi di tanah. Upacara ini bertujuan menolong bayi yang untuk pertama kalinya menginjak bumi. Setelah pelaksanaan upacara ini, diadakan musyawarah untuk mencarikan nama untuk bayi tersebut. 

Selanjutnya diadakan upacara menaikkan bayi dalam buaian (toya), yang dilaksanakan ketika bayi berusia 14 hari. Upacara ini melambangkan bahwa keluarga dan masyarakat menerima kehadirannya sebagai anggota keluarga baru. 

Setelah bayi berumur 40 hari diadakan selamatan khusus yang disebui nosalama. Upacara ini merupakan tahap pengenalan bayi terhadap dunia luar. 


Masa Dewasa 

Ketika anak berusia 12 tahun diadakan upacara nokeso/ noloso, baik untuk anak laki-laki maupun anak perempuan. Anak yang menjalani upacara ini disebut Toniasa yang artinya ”dibuat tenang" atau ”didewasakan“. Sebelum menjalankan upacara Nokeso, anak dimasukkan ke dalam suatu ruangan yang tertutup. Dia harus menjalankan aturan serta disiplin yang sudah ditentukan adat. 

Semalam menjelang pelaksanaan upacara, diadakan malam pacar bagi toniasa, yaitu jari-jari tangan dan kakinya diberi warna dengan bunga pacar oleh tujuh orang tua pria dan wanita. Bagi pemeluk agama Islam, anak laki-laki yang menjelang dewasa harus dikhitan dan menamatkan belajar membaca Alquran. Bagi anak-anak yang beragama Kristen, biasanya mereka dibaptis. 


Upacara Perkawinan

Adat dan upacara perkawinan pada umumnya melalui beberapa proses yang dilaksanakan secara bertahap. 

Nitangka (Dipertunangkan) 
Pria dan wanita yang sudah terikat dalam pertunangan tidak diperkenankan lagi mengadakan hubungan dengan pria atau wanita lain. Selama tahap ini peranan orang tua kedua belah pihak sangat panting untuk menjaga hubungan anak-anak mereka. 

Neduta (Meminang) 
Upacara yang diadakan saat keluarga pihak laki-laki meminta kepada pihak keluarga wanita agar anak gadis mereka boleh diambil sebagai menantu. Pada saat upacara tersebut pihak keluarga laki-laki menyerahkan sebuah tempat sirih (sambulu) lengkap dengan isinya, sebentuk cincin emas, seperangkat pakaian wanita lengkap, dan tujuh jenis buah-buahan sebagai mas kawin (sunda). 

Membawa Harta 
Upacara ini dilakukan tiga hari menjelang upacara perkawinan. Pengantaran harta dilakukan oleh tujuh pasang pria dan wanita ke rumah calon mempelai wanita. 

Malam Pacar 
Upacara ini dilakukan sehari sebelum hari perkawinan, biasanya dihadiri oleh tokoh-tokoh adat dan orang-orang tua. Upacara ini dilakukan di rumah calon mempelai wanita. Kedua calon mempelai jari-jari tangan dan kakinya diolesi bunga pacar. 

Mencukur Rambut
Upacara ini adalah mencukur bulu-bulu tubuh khususnya bulu alis dan tengkuk. Upacara ini melambangkan bahwa kedua calon mempelai akan mengakhiri masa lajang mereka dan memasuki kehidupan baru dalam perkawinan.

upacara perkawinan adat sulawesi tengah

Perkawinan
Pada saat upacara ini berlangsung, kedua calon pengantin mangenakan pakaian kebesaran sesuai dengan adat yang berlaku. Pengantin pria diantar oleh orang tua, sanak keluarga, dan para tokoh adat ke rumah pengantin wanita. Terlebih dahulu diadakan upacara pendahuluan oleh kedua pihak keluarga. Setelah itu upacara perkawinan dilakukan dengan cara memercikkan air pada kepala kedua mempelai. Kemudian peresmian perkawinan dilangsungkan berdasarkan agama Islam atau Kristen. 

Nipoloanga 
Upacara ini adalah upacara penutupan dari seluruh rangkaian upacara perkawinan. Upacara ini diadakan tiga hari setelah peresmian perkawinan. Kedua pengantin dimandikan dengan air yang dicampur bunga-bungaan dan daun-daunan yang berbau harum serta mayang kelapa. Upacara ini dilaksanakan di depan pintu masuk ke dalam rumah. 

Upacara Kematian

Upacara kematian dilaksanakan dalam beberapa tahap, yaitu menjelang kematian (nopadama) dan masa kematian yang terdiri atas tiga tahap, yaitu persemayaman (molumu), penguburan (motana tomate), serta sesudah penguburan. 
1. Nopadama
Upacara ini dilakukan saat seseorang akan mengembuskan napasnya yang terakhir dengan ditunggui seluruh anggota keluarganya. Upacara tersebut bertujuan untuk saling memaafkan kesalahan, mendoakan agar orang tersebut dapat meninggal dengan tenang, serta merupakan pernyataan solidaritas terhadap keluarga yang sedang dirundung musibah. 
2. Moriu tomate (memandikan jenazah). 
3. Mosompu tomate (mengkafankan jenazah). 
4. Nosambayaki tomate (menyembahyangkan jenazah) 
5. Molumu (menyembahyangkan jenazah). 
6. Motana tomate (menguburkan jenazah). 
7. Mojunuki dayo (menyiram kuburan dengan air). 
8. Upacara sesudah pemakaman terdiri atas tiga tahap, yaitu motahalele (membaca tahlil) yang dilakukan pada hari ke-7, ke-14, ke-20, ke-30, ke-40, ke-50, dan ke-100 setelah hari kematian, moombo (masa berpantang di kampung), dan motana bate (menanam batu nisan pada makam). 

Tuesday, February 6, 2018

6 Tarian Tradisional Papua Barat Lengkap Penjelasannya

Kekayaan suku bangsa yang berdiam di Provinsi Papua Barat menghasilkan berbagai bentuk kesenian tradisional. Seni yang berkembang di daerah ini antara lain adalah seni pahat, patung, dan seni tari. Berikut ini beberapa kesenian tari yang terdapat di Provinsi Papua Barat.

1. Tari Musnok
Tan Musnok adalah tarian suku bangsa Arfak. Tarian ini menceritakan tentang penyebaran agama nasrani di Kota Sorong. Tari Musnok menggunakan alat musik seperti tifa, okulele, triton, suling bambu, upsal dan tempurung kelapa. Penari Musnok biasanya berjumlah 20-50 orang, baik laki-laki maupun perempuan.

2. Tari Magasa 
Tari Magasa adalah tarian tradisional orang Arfak yang disebut pula dengan tari ular. Sebutan tersebut karena gerak dan formasi tari yang menyerupai liukan ular mengikuti irama lagu yang dinyanyikan. Tarian ini biasanya digelar pada acara ulang tahun, perkawinan, panen raya, penyambutan tamu, dan acara-acara lain. 

Idealnya tarian ini dilakukan secara berpasangan antara pria dan wanita, bergandengan tangan, saling himpit, melompat, dan menghentakkan kaki ke tanah.Tarian ini tidak diiringi alat musik, tetapi hanya diiringi nyanyian dengan syair lagu berbentuk pantun yang bersifat spontan sebagai manifestasi romantisme, pemujaan, kepahlawanan, dan keindahan alam. 

gambar tarian tradisional papua barat

3. Ris
Ris atau Sifieris berarti dansa adat. Dansa adat ini digelar sebagai bagian dari upacara adat dan dilakukan dengan iringan nyanyian disertai alat musik tifa (pondatu) dan gong (mawon). Syair nyanyian disesuaikan dengan makna upacara yang dilakukan. 

4. Balengan
Balengan adalah tarian pergaulan yang biasanya dibawakan oleh pemuda-pemudi atau anak-anak remaja di kampung secara berpasangan. Balengan ditarikan mengikuti irama musik yang dimainkan dengan tempo sedang hingga cepat tergantung dari lagu yang dilantunkan. Alat musik yang biasanya digunakan terdiri atas gitar bolong, gitar kecil yang disebut juglele, gitar bass besar, dan alat musik tabuh (tifa). 

5. Suling Bambu
Suling bambu dimainkan dalam kelompok yang sedikitnya terdiri atas enam orang. Empat orang memainkan suling bambu. Masing-masing dengan ukuran yang barbeda. Keempat orang tersebut menghasilkan suara sopran, alto, tenor, dan bass. Dua orang lainnya menabuh tifa atau tambur dengan diameter yang berbeda satu sama lain. Tambur biasanya terbuat dari kulit rusa. 

Suling bambu dimainkan pada acara-acara penyambutan tamu, kegiatan gereja (keagamaan), mengantar atau menguburkan jenazah. Pada acara duka biasanya tidak diiringi dengan tambur.

6. Tumbu Tanah 
Tumbu tanah atau tarian ular biasanya dilakukan oleh penduduk dari suku bangsa Sough. Tumbu tanah ini dilakukan untuk perayaan-perayaan tertentu. Bagian kepala ular dipimpin oleh satu orang sambil memegang sebuah parang. 

Upacara Adat Papua Barat Lengkap Penjelasannya

Sebagian besar penduduk Provinsi Papua Barat telah menganut agama Kristen dan Katolik. Akan tetapi, sampai saat ini mereka masih menjalankan beberapa upacara ritual yang berkaitan dengan daur hidup serta kegiatan sehari-hari. 

Upacara daur hidup biasanya dilakukan untuk memperingati saat-saat penting sepanjang hidup manusia, seperti kelahiran, menjelang dewasa, perkawinan, dan kematian. Setiap suku bangsa memiliki cara yang berbeda dalam melaksanakan upacara daur hidup. Berikut ini contoh upacara daur hidup suku bangsa Biak yang tinggal di Kabupaten Raja Ampat. 

Upacara Kelahiran

Wanita yang akan melahirkan harus tinggal dalam sebuah kandang di bawah rumah. Wanita tersebut duduk di tikar yang ditaburi pasir putih. Ia dibantu oleh dua orang wanita. Seorang wanita duduk di belakang sebagai sandaran punggung dan pinggul wanita yang akan melahirkan. Sementara itu, seorang wanita lagi duduk di depan wanita yang hamil tersebut untuk menerima bayi yang akan dilahirkan. 

Ketika bayi sudah lahir, tali pusarnya dipotong dengan sebilah pisau bambu dan dikeringkan. Ari-arinya dimasukkan ke dalam kantong yang telan diisi dengan tanah. Kemudian ari-ari tersebut ditanam di sekitar rumah. 

Masyarakat suku bangsa Biak mempunyai kepercayaan bahwa jika suatu keluarga mempunyai anak kembar, maka salah satunya harus dibunuh. Oleh karena menurut mereka anak kembar tersebut akan membawa sial. Ada pula kepercayaan jika wajah anak laki-laki mirip dengan wajah ayahnya atau wajah anak perempuan mirip dengan wajah ibunya, maka ayah atau ibu dari bayi ini akan meninggal. 

Ketika seorang anak laki-laki sudah berumur sepuluh tahun, anak tersebut biasanya tinggal di rumah bujang. Pada saat itu mereka akan belajar kegiatan yang dilakukan oleh kaum pria.

Upacara Menjelang Dewasa 

Upacara menjelang dewasa ini berlaku untuk anak laki-laki dan perempuan. Upacara yang dilaksanakan untuk anak laki-laki disebut k’bor. Inti dari upacara ini adalah sama dengan upacara khitan dalam agama Islam. 

Sebelum melaksanakan upacara ini, anak dikurung dalam sebuah bilik selama sembilan hari. Badannya ditutupi tikar. Pada saat pelaksanaan upacara, anak tersebut dikhitan oleh seorang dukun khitan. Selesai dikhitan dia harus masuk kembali ke dalam bilik. Makanannya diantar oleh seseorang yang harus memalingkan mukanya ketika memberikan makanan. 

Untuk anak perempuan diadakan upacara aro era tu ura. Upacara ini dilakukan untuk anak yang berusia 3-5 tahun. Seorang dukun (aebe siewi) akan melubangi daun telinga dan cuping hidung anak tersebut. 

Upacara Perkawinan

Upacara perkawinan biasanya dilakukan di rumah pihak pria. Seorang pemuda harus memberikan mas kawin (ararim) kepada calon istrinya. Kedua mempelai mengenakan bermacam-macam perhiasan rambut, gelang, kalung kerang, dan lain-lain sehari sesudah hari pernikahan. 

Upacara pernikahan dilaksanakan di atas sebuah panggung yang didirikan di tengah rumah. Pada tengah malam tiap-tiap mempelai dipanggul oleh kerabatnya. Mempelai wanita dipanggul oleh wanita dari kerabat calon suami. Sebaliknya, mempelai pria dipanggul oleh pria dari kerabat calon istri. Kemudian, keduanya didudukkan di atas panggung. Baik mempelai pria maupun mempelai wanita masing-masing diangkat oleh empat orang kerabatnya secara bergantian. Upacara ini bertujuan untuk menunjukkan persamaan status kedua belah pihak. 

Upacara Kematian

Jika ada kerabat yang meninggal, biasanya jenazah disemayamkan sampai dua hari. Hidung, mulut, dan telinga jenazah itu disumbat dengan tembakau. Kepala jenazah dipalingkan dan matanya ditutup. Salah seorang kerabat orang yang meninggal tadi mencukur rambut jenazah, kecuali rambut yang ada di atas dahi. Kemudian, jenazah dimasukkan ke dalam celopen yang dijahit. Posisi tangan disilangkan ke dada. Lutut dilipat ke atas, lalu dibungkus tikar. Jenazah lalu dibaringkan di dalam kuburan berbantalkan sebutir kelapa muda. Setelah kuburan ditutup, semua anggota klen melangkahinya. 

Di atas kuburan dibangun sebuah rumah kecil tempat meletakkan benda-benda yang pernah dipakai oleh orang yang sudah meninggal. Sebulan setelah penguburan, kuburan digali kembali untuk mengambil kepala orang yang sudah meninggal. Hal tersebut dilakukan karena mereka menganggap kepala adalah tempat nenek moyang bersemayam. 

upacara  Kiuturu Nandauw papua barat

Selain upacara-upacara tersebut ada pula upacara adat yang dilakukan oleh suku bangsa asli yang tinggal di Kabupaten Teluk Wondama. Upacara tersebut adalah Wamendereow (Parwabuk) dan Kiuturu Nandauw (Kakarukrorbun). Wamendereow (Parwabuk) adalah upacara adat pernikahan. Dalam upacara ini biasanya seluruh warga kampung berkumpul dan menghampar tikar di kediaman pengantin pria. Kiuturu Nandauw (Kakarukrorbun) adalah upacara adat potong rambut pertama kali pada anak berusia lima tahun.