Skip to main content

Posts

Pengertian Seni Lukis, Tujuan Berkarya Seni Lukis dan Aliran Seni Lukis

Jika dihadapkan pada selembar kertas kosong dan dilengkapi dengan alat tulis, pasti ada keinginan kita untuk mencoret-coret kertas itu, mungkin hanya berupa garis-garis saja, tapi dari coretan garis tadi akan menjadi sebuah bidang-bidang yang bersinggungan. Sehingga dihasilkan sebuah bentuk. Sewaktu mencoret kertas tadi dengan garis-garis, eskpresi jiwa kita ikut larut di dalamnya, sehingga apa yang kita gambarkan di kertas tadi, mewakili gejolak jiwa yang kita rasakan.
Ekspresi atau coretan-coretan itu bisa dikembangkan menjadi sebuah lukisan, agar lebih bermakna coretan itu perlu disempurnakan misalnya imajinasi, emosi, kelenturan, intensitas tebal-tipisnya termasuk dalam hal ini goresan warna-warnanya.
Tetapi, apakah sesederhana itu melukis? Untuk itu, kita perlu mengenal apakah pengertian seni lukis.
Pengertian seni lukis menurut beberapa ahli antara lain, sebagai berikut. a) Seni lukis adalah sebuah pengembangan dari menggambar, biasanya memiliki keunikan atau ciri khas tersendir…

Tangga Nada Gamelan Slendro dan Pelog

Tangga nada pentatonis adalah tangga nada yang terdiri dari lima (penta) nada (tonus). Dengan berbekal pemahaman kita tentang tangga nada diatonis dan interval, kita akan mencoba mengenal secara lebih dekat tangga nada pentatonis Jawa dalam kesejajarannya dengan tangga nada diatonis.
Sistem tangga nada Jawa secara umum dibagi dalam dua sebutan, yakni Sistem tangga nada pelog dan slendro. Tangga nada pelog terdiri dari nadal 1-2-3-4-5-6-7 (dibaca: ji, ro, lu, pat, mo, nem, pi). Sementara itu tangga nada slendro terdiri dari nada: 1-2-3-5-6-'1 (dibaca: ji, ro, lu, mo, nem, ji).
Dua tangga nada ini dalam penyejajarannya dengan tangga nada solmisasi diatonis mayor adalah sebagai berikut (perhatikan interval-intervalnya):

Dengan bermodal dua induk tangga nada tersebut, dalam musik Jawa, dibentuk beberapa tangga nada turunan. Tangga nada yang baru tersebut memiliki susunan yang disebut patet.
Sistem Tangga Nada Gamelan Pelok Dari tangga nada pelog dapat dibentuk tiga susunan tangga nada…

Musik Jepang: Sistem Tangga Nada dan Alat Musik Jepang

Musik Jepang banyak berkembang di kalangan para pendeta Budha penganut aliran Zen. Beragam acara dan upacara mereka, seperti masuknya para pendeta ke biara ditandai dengan bel, gong, drums, atau cymbal sebagai pemberitahuan.
Dalam suasana ketenangan upacara, dikumandangkan suara alat musik yang disebut Roshi yang menambah kekusyukan meditasi. Roshi adalah semacam tabung logam yang kecil. Bila alat ini ditiup menghasillkan suara yang tajam dan menusuk secara terus-menerus. Tiap awal dan akhir upacara para biksu itu ditandai dengan suara Cloves (Hyosighi) dan kayu keras yang saling dipukulkan sehingga menghasilkan suara yang melengking tajam.

Sistem Tangga Nada Jepang Tangga nada Jepang apabila dicarikan kesejajarannya dengan sistem tangga nada diatonik yang kita kenal adalah:

Karena tangga nada tersebut terdiri dari lima nada maka dapat pula digolongkan dalam sistem tangga nada pentatonis.
Alat Musik Jepang a. Sakuhaci Sakuhachi merupakan sejenis seruling di Jepang.

b. Koto Koto adalah sej…

Sistem Tangga Nada India dan Nama Alat Musik India

Sistem Tangga Nada India Musik India mengenal tangga nada 1 oktaf D-E-F-G-A-B-C-D sama dengan tangga nada Phrygis dalam musik Gregorian. Masing-masing nada itu memiliki nama sebagai berikut.

Sa dari kata SadjaRi dari kata RisabhaGa dari kata GandharaMa dari kata MadhyanaPa dari kata PancamaDha dari kata DhaivataNi dari kata Nisada Satu oktaf nada pada musik India dibagi atas 22 shruti. Setiap 13 shruti membentuk jarak kwint murni yang dihitung dari nada dasar ke atas (oktaf naik) dan oktaf turun.
Tiap tetrachord mengandung 9 shruti. Musik India menganut polyrythmic. Pola ini sangat nampak nyata dari pukulan sepasang kendang India (Tabla).
Nama Alat Musik India Beberapa macam nama-nama alat musik India antara lain, yaitu; a. Flute. Flute merupakan suling India yang cara membunyikannya mengikuti lekuk-lekuk shruti.

b. Shannai (Suling diagonal). Alat musik ini diperkirakan berasal dari suling-ganda Mesopotamia. Suling jenis ini biasanya memiliki bonggol yang terbuat dari sejenis labu - lab…

Musik Cina: Sejarah, Tokoh Musik, dan Alat Musik Cina

Musik Cina/Tionghoa memiliki sejarah yang panjang dan dipercaya sudah mulai sekitar 7000 tahun yang lalu. Pada awalnya musik Cina seperti juga musik dunia lainnya, sangat terkait dengan upacara keagamaan. Pada masa itu pemusik adalah penyihir. Musik zaman dahulu pada masa Kaisar Kuning, Yao dan Shun serta dari Dinasti Xia, Shang dan Zhaou disebut Liuyue. Selama dinasti Zhou, liuyue dipersembahkan kepada para leluhur dan juga kepada langit dan bumi, matahari dan bulan, serta gunung dan sungai. Dalam catatan sejarah, musik tradisi Cina sangat mempengaruhi Jepang dan Korea. Bahkan dalam buku Liu-Dsi (400 SM) disebut pula pengaruh musik Cina pada bangsa Mongol dan Tibet. Pada waktu itu siter Cina telah dikenal dengan rangkaian nada pada dawainya dengan nama: Shang, Cou, Yo, Chi dan Gung yang menggambarkan 5 musim di Cina Tengah.
Sejarah Musik Cina Musik tradisi Cina berkembang di kalangan para pengikut Tao yang banyak mengembangkan musik keagamaan. Banyak tokoh Tao yang bermukim dengan li…

Sejarah Musik Arab Dari Masa Prasejarah hingga Modern

Sejarah musik Arab dari masa ke masa mengalami perkembangan yang cukup beragam. Musik Arab dapat diketahui keberadaanya dari masa prasejarah kemudian pada masa pra-Islam dan selanjutnya pada masa masuknya Islam musik Arab mengalami beberapa perubahan. Musik Arab juga banyak terpengaruh oleh keberadaan musik-musik Eropa terutama Yunani dan Spanyol. Perkembangan sejarah musik Arab dari masa ke masa antara lain sebagai berikut ini.
1. Masa Prasejarah Diduga sudah sejak tahun 3000 SM daerah antara Mesir dan Mesopotamia menjadi pusat kebudayaan dunia Di Arab selatan pada abad 10 SM sudah terdapat beberapa kota besar. Ada satu cerita dari daerah itu bahwa alat musik tamburin (duff) dan gendang (tabl) ditemukan oleh Tubal. Lyra (mi'zaf) ditemukan oleh Dilal adiknya. Ayah dari kedua anak ini Lamak menciptakan lute (‘ud).

Orang Badui/Beduin (badawi) para pengembara di daerah itu dalam perjalanannya selalu menyanyikan huda' dengan irama rajaz. Menurut cerita irama ini diambil dari irama…

Mengenal Pola Birama, Pola Melodi, dan Tangga Nada dalam Mengaransemen Lagu

Agar kita lebih mudah dalam menentukan akor apa yang sebaiknya kita gunakan dalam mengiringi sebuah melodi lagu yang akan kita aransemen kita perlu memperhatikan beberapa hal berikut. a. Pola birama, b. Pola Melodi, c. Tangga nada, serta sifat/jiwa lagu.
a. Pola Birama Pola birama yang lazim digunakan pencipta lagu pada umumnya adalah: 1. Pola 2 yaitu: 2/4, 2/2 Contoh: Lg. Hari Merdeka Cipt. : H. Mutahar

Untuk lagu-lagu yang menggunakan pola ini, umumnya akor diletakkan dan ditentukan oleh nada melodi yang terletak pada ketukan pertama tiap biramanya. Nada melodi pada ketukan kedua bisa pula diberi akor sebagai variasi.
2. Pola 3 yaitu: 3/4 Contoh : Lg Melati Suci Cipt. H. Singgih

Untuk lagu-lagu yang mengunakan pola ini umumnya akor diletakkan dan ditentukan oleh nada melodi yang terletak pada ketukan pertama. Pada nada melodi yang terletak pada ketukan ketiga, bisa kita tambahkan akor sesuai kebutuhan ataupun kreativitas arranger.
3. Pola 4 yaitu: 4/ 4 Contoh: Lg. Maju Tak Gentar Ci…

Pengertian Aransemen dan Aransemen Akor Pengiring

Pengertian dasar dari aransemen berasal dari bahasa Inggris yang berarti menyusun atau mengatur. Jadi seseorang disebut mengaransemen jika ia mengatur atau menyusun melodi, harmonisasi serta ritme sebuah lagu. Seseorang yang mengerjakan sebuah aransemen disebut sebagai arranger. Ada beberapa hal-hal yang perlu kita pelajari guna menjadi kenal dan terampil dalam mengaransemen. Hal-hal tersebut antara lain: 1. Aransemen akor pengiring 2. Aransemen 2 suara atau lebih (paduan suara) 3. Aransemen sebuah ansambel musik (instrumen musik)

Pembahasa lebih detail tentang pengertian aransemen dan cara membuat aransemen lagu silahkan baca artikel Pengertian Aransemen Lagu dan Cara Membuat Aransemen
Belajar tentang aransemen dan mengaransemen lagu diawali dari penguasaan beberapa teori musik berikut ini. A. Tangga Nada Di Sekolah tingkat SMP telah diajarkan beberapa macam tangga nada baik diatonis mayor, diatonis minor, maupun pentatonis. Untuk mengingat kembali tiga sistem tangga nada tersebut, b…

Sejarah Musik Zaman Barok dan Tokohnya

Istilah Barok berasal dari bahasa Italia barocco yang digunakan untuk menyebut seni arsitektur pada masa itu. Seni bangunan di masa itu bersifat dinamis, dengan mencerminkan emosi dan gerak. Pilar-pilar bangunan yang pada masa sebelumnya berupa tiang kokoh yang berdiri polos, pada masa barok ini dipenuhi dengan ornamen-ornamen yang bergerak dinamis seolah-olah tak mau berhenti. Demikian pula halnya musik pada periode ini sangat istimewa karena menunjukkan gerak dinamis dengan berbagai hiasan ornamentik yang berlimpah-limpah. Pada zaman ini orang lebih suka dengan kelancaran gerak, dinamika antara forte (keras) dan piano (lembut).
Tokoh-tokoh terbesar pada zaman barok ialah; 1. Johann Sebastian Bach (1685-1750) dan 2. George Friderich Handel (1685-1759).
1. Johann Sebastian Bach (1685-1750) J.S. Bach lahir dari keluarga musik. Sejak kecil, ia sudah mengenal musik gesek dan tiup dari ayahnya. Setelah ayahnya wafat, ia belajar organ pada kakaknya, Johann Cristoph. Ia mulai menjadi kompon…

Sejarah Musik Zaman Romantik dan Tokohnya

Pada periode romantik ini terjadi suatu aliran seni yang lebih mengutamakan ungkapan perasaan dan watak subjektif seseorang terhadap musiknya. Para komponis dan sastrawan memiliki suatu keakraban dalam mewujudkan seni yang lebih romantis. Banyak karya-karya sastra dijadikan suatu nyanyian sehingga nyanyian yang diciptakan benar-benar mengena dalam perasaan para pendengar atau orang yang membawakannya. Istilah "romantis" sendiri sulit didefinisikan. Istilah ini digunakan untuk memberi batasan pada tokoh-tokoh dan peristiwa yang luar biasa dan menarik. Unsur-unsur kuno, dunia dongeng, dunia hantu, dan malam yang cukup menakutkan tidak jarang pula dikaitkan dengan istilah ‘romantis’; meskipun unsur-unsur ini tidak dengan sendirinya termasuk di dalamnya. Semuanya itu diekspresikan dalam musik dengan teknik-teknik tertentu bagai berikut.
Hiasan ornamentik lenyap, kecuali trilling.Perubahan tiba-tiba dalam dinamika dan tempo. Suatu peralihan crescendo dan decrescendo, serta accele…