Reog Ponorogo Seni Pertunjukan Berbau Mistis

Reog Ponorogo Seni Pertunjukan Berbau Mistis - Salah satu kesenian terkenal Indonesia yang berasal dari Kabupaten Ponorogo, Jawa Timur ini sarat akan dunia mistis dan kekuatan supranatural. Banyak hal yang terkesan mistis dibalik pertunjukan Reog Ponorogo, misalnya Warok yang dianggap sebagai tokoh sentral dalam kesenian Reog. Dalam cerita Reog, Warok menggambarkan pasukan yang bersandar kebenaran dalam pertarungan antara yang baik dan yang jahat. Warok tua, adalah tokoh yang dianggap pengayom, sedangkan Warok muda adalah warok yang masih dalam taraf menuntut ilmu.

Konon warok dipersepsikan sebagai tokoh yang pemerannya harus memiliki kekuatan magis tertentu. Menurut tokoh Warok Ponorogo, Mbah Wo Kucing, untuk menjadi warok membutuhkan perjalanan yang cukup panjang, berliku, dan penuh godaan. Untuk mencapainya harus menguasai apa yang disebut Reh kamusankan sejati, jalan kemanusaian yang sejati. Warok tua, hingga saat ini masih mendapat tempat sebagai sesepuh di masyarakatnya (di daerah tertentu). Kedekatannya dengan dunia spiritual membuat warok sering dimintai nasehat atas hal-hal yang berhubungan dengan dunia mistis.

Selain Warok, Pembarong atau pemanggul Dadakmerak memiliki peran yang tidak dapat disepelekan. Apalagi kesenian ini mengandalkan kekuatan tubuh dan atraksi akrobatik yang nyata. Seorang pembarong harus memiliki kekuatan ekstra untuk menopang beban Dadakmerak berbentuk kepala harimau dihiasi ratusan bulu-bulu merak setinggi dua meter dengan berat kurang lebih 50 kg menggunakan kekuatan rahang dengan gigitannya. Sekali lagi kekuatan gaib sering digunakan pembarong untuk menunjang peranannya, misalnya menggunakan susuk, dan sebagainya. Untuk menjadi pembarong tidaklah cukup mengandalkan kekuatan tubuh. Seorang pembarong harus dilengkapi sesuatu yang disebut kalangan pembarong dengan wahyu. Wahyu inilah yang diyakini memiliki peranan penting dalam sebuah pertunjukan Reog. Apabila seorang pembarong tidak diberakati wahyu, tarian yang diperagakan pembarong akan nampak tidak pas dan tidak enak untuk ditonton.

Semula banyak kalangan pecinta seni dan seniman Reog khawatir akan kelangsungan kesenian khas Ponorogo ini. Pasalnya kemajuan zaman akan membuat pemuda tidak tertarik ikut melestarikan Reog, apalagi menjadi pembarong. Namun, kini telah lahir banyak pembarong muda yang sedikit demi sedikit meninggalkan hal-hal yang berbau mistis. Maraknya kesenian ini, kini tidak lagi hanya diikuti dan diperankan oleh seniman reog dari Ponorogo. Pemeran kesenian Reog ini sudah tersebar diberbagai daerah di Indonesia.

Saat ini banyak pembarong yang menyangkal penggunaan kekuatan gaib pada pementasannya. Namun sebenarnya kekuatan gaib adalah elemen spiritual yang menjadi nafas dalam pertunjukan kesenian ini. Semoga kesenian tradisi Reog yang dimiliki bangsa ini tetap dapat kita jaga dan kita lestarikan sebagai warisan budaya bangsa agar nanti masih tetap dapat dinikmati anak cucu kita. Terlepas dari ada tidaknya hal-hal mistis dan magis yang mungkin dianggap bertentangan dengan Agama, biarlah ini menjadi bagian dari kekayaan budaya bangsa yang membentuk identitas jatidiri kita sebagai bangsa yang berbudaya.
kesenian-reog-ponorogo

Tokoh-Tokoh Pementasan Reog Ponorogo
Untuk lebih mengenal dan memahami pengetahuan pembaca tentang Reog Ponorogo, berikut ini kami ulas secara singkat tokoh-tokoh pada pementasan Reog.
  1. Jathil merupakan salah satu tokoh dalam seni Reog yang digambarkan dengan prajurit berkuda. Jathilan merupakan tarian yang menggambarkan ketangkasan prajurit berkuda yang sedang berlatih di atas kuda.
  2. Warok berasal dari kata wewarah adalah orang yang mempunyai tekad suci, memberikan tuntunan dan perlindungan tanpa pamrih. Warok artinya wong kang sugih wewarah (orang yang kaya akan pengetahuan). Maksudnya, seseorang menjadi warok karena mampu memberi pengajaran atau petunjuk kepada orang lain tentang hidup yang baik.
  3. Barongan (Dadak merak) merupakan peralatan tari yang paling dominan dalam kesenian Reog Ponorogo. Memiliki bagian antara lain; Kepala Harimau (caplokan), terbuat dari kerangka kayu, bambu, rotan ditutup dengan kulit Harimau Gembong, dihiasi dengan ratusan bulu merak dengan panjang kira-kira 1-2 meter.
  4. Klono Sewandono atau Raja Kelono adalah seorang raja sakti mandraguna yang memiliki pusaka andalan berupa Cemeti yang sangat ampuh dengan sebutan Kyai Pecut Samandiman kemana saja pergi sang Raja yang tampan dan masih muda ini selalu membawa pusaka tersebut.
  5. Bujang Ganong (Ganongan) atau Patih Pujangga Anom adalah salah satu tokoh yang enerjik, kocak sekaligus mempunyai keahlian dalam seni bela diri sehingga disetiap penampilannya senantiasa di tunggu - tunggu oleh penonton khususnya anak-anak.
Demikian ulasan kami tentang "Reog Ponorogo Seni Pertunjukan Berbau Mistis" yang dapat kami sampaikan. Semoga artikel ini dapat memberikan tambahan pengetahuan dan manfaat bagi pembaca. Baca juga artikel seni menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.

0 Response to "Reog Ponorogo Seni Pertunjukan Berbau Mistis"

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang baik dan sopan, komentar dengan link aktif akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel