Kesenian Tradisional Jawa Timur Lengkap Penjelasannya

Kesenian Tradisional Jawa Timur Lengkap Penjelasannya - Jawa Timur mempunyai beragam kesenian khas yang berkembang pada masyarakatnya sampai saat ini. Beberapa kesenian tradisional Jawa Timur yang masih dapat ditemui dalam kehidupan masyarakat Jawa Timur diantaranya adalah sebagai berikut.


Tarian Tradisional Jawa Timur

Kesenian tari tradisional Daerah jawa Timur yang dikenal masyarakatnya sangatlah beragam. Seni tari tradisional di Jawa Timur secara umum dikelompokkan ke dalam gaya Jawa Tengahan, gaya Jawa Timuran, tarian Jawa gaya Osing, dan trian gaya Madura. Beberapa seni tari tradisional khas Jawa Timur antara lain Tari Remo, Tari Seblang, Tari Barongan, Tari Gandrung Banyuwangi, Tari Jaran Kepang, Tari Kalipang, Tari Jejer, Tari Pecut, dan lain-lain.
Pembahasan lengkapnya silahkan klik 8 Tarian Tradisional Jawa Timur Lengkap Penjelasannya


Seni Drama Tradisional Jawa Timur

Seni drama tradisional merupakan seni pertunjukan dengan suatu cerita yang disertai gerak-gerik dan dialog (percakapan) dari para pemainnya. Seni drama tradisional yang diperankan manusia disebut teater tradisional, sedangkan seni drama tradisional yang diperankan dengan bantuan alat peraga disebut teater boneka. Berbagai jenis seni drama tradisional yang terdapat di Provinsi Jawa Timur sebagai berikut.
  • Ludruk merupakan teater tradisional yang sangat merakyat di Provinsi Jawa Timur. Kesenian ludruk memiliki beberapa ciri khas, antara lain selalu menghadirkan tandhak, yaitu pemain pria yang memainkan peran sebagai wanita, diawali dengan tari Remo (Ngremo) sebagai tari pembuka, serta ada nyanyian-nyanyian sindiran yang kemudian membuka cerita. Dialognya menggunakan bahasa Jawa Timuran yang dalam pertunjukannya selalu dibumbui dengan pantun-pantun (parikan) yang kocak.
  • Reog Ponorogo adalah sebuah sendratari tradisional yang berasal dari daerah Ponorogo. Pertunjukan ini didukung oleh kekuatan mistik sehingga menimbulkan kesan menyeramkan. Sebuah grup reog dipimpin oleh seorang warok atau jagoan.
  • Kethoprak merupakan teater tradisional yang terkenal di Jawa Timur, Jawa Tengah, dan Daerah Istimewa Yogyakarta. Pada awalnya kethoprak merupakan permainan masyarakat desa yang sedang menghibur diri dengan menabuh lesung secara berirama pada waktu bulan purnama. Permainan ini dikenal dengan sebutan gejog.
  • Wayang wong atau wayang orang merupakan bentuk pewayangan panggung dengan pemainnya terdiri atas orang-orang yang memerankan tokoh-tokoh wayang dengan mempergunakan perangkat atau pakaian yang dibuat mirip dengan pakaian yang ada pada wayang kulit.
  • Topeng dalang termasuk jenis teater tradisional dengan pemain terdiri atas pengrawit (penabuh gamelan), dalang, dan penari. Cerita yang ditampilkan dalam kesenian topeng dalang biasanya cerita Ramayana dan Mahabarata.
  • Jemblung merupakan jenis teater tradisional yang berkembang di Desa Bandar dan Lirboyo, Kediri. Unsur-unsur kesenian jemblung meliputi dalang, panjak, musik pengiring, dan pesinden. Gamelan pengiringnya terdiri atas kendang, kethuk, kenong, penerus (titil), terbang, dan jidor. Tembang yang dilagukan oleh pesinden berupa syair atau puisi, yang biasanya ditekankan pada salawatan. Ceritanya merupakan adaptasi (penyesuaian) dari cerita Arab atau Persia.
  • Janger Banyuwangen merupakan perpaduan antara seni drama Andhe-Andhe Lumut dengan tari Arja dari Pulau Bali. Kesenian ini juga disebut Dhamarulan atau Jinggoan dengan menampilkan cerita rakyat Banyuwangi, yaitu DhamarwuIan-Minak Jingga.
  • Wayang merupakan bentuk teater tradisional yang menggunakan boneka wayang sebagai pemainnya. Sarana lain yang digunakan adalah kelir (layar), batang pisang, blencong sebagai sarana penerangan, kotak sebagai alat untuk menyimpan wayang, dan cempala sebagai alat untuk memukul kotak. Jenis wayang yang terdapat di Jawa Timur, antara lain wayang timplong di Kabupaten Nganjuk, wayang brayut di Kediri, Trenggalek, dan Tulungagung, wayang suluh di Bojonegoro, wayang krucil di Blitar, Tulungagung, dan Trenggalek, wayang beber di Pacitan, serta wayang purwo dapat ditemui dihampir seluruh wilayah Jawa Timur.
  • Karapan sapi adalah kesenian khas rakyat Madura dilaksanakan setelah panen padi dengan mengadakan lomba balapan sapi, yang disebut dengan karabe sape. Kesenian ini berawal dan alasan untuk menambah semangat dalam menggarap sawah. Akan tetapi, lama kelamaan masyarakat menjadi gemar melakukan adu sapi ini. Kemudian adu sapi ini berkembang menjadi sebuah kesenian atau hiburan rakyat. Kesenian ini bertujuan untuk mengungkapkan rasa kegembiraan masyarakat setelah melakukan kerja berat di lahan pertanian mereka.
tradisi karapan sapi madura

Alat Musik Tradisional Jawa Timur

Alat musik tradisional daerah Jawa Timur pada umumnya sama dengan alat-alat musik tradisional/ daerah yang terdapat di Jawa Tengah, yaitu gamelan. Jenis-jenis alat musik lain juga terdapat di Provinsi Jawa Timur. Alat musik ini digunakan untuk mengiringi berbagai jenis kesenian. Berikut beberapa jenis musik beserta alat musik yang digunakan untuk mengiringi. Beberapa seni musik tradisional di Provinsi Jawa Timur sebagai berikut.

  • Gamelan merupakan jenis musik tradisional Jawa yang terdiri atas beberapa instrumen (alat) musik, seperti bonang, saron, kendang, gong, gambang, gender, demung, ketuk, dan rebab. Seperangkat musik gamelan yang terdiri atas gamelan laras slendro dan laras pelog disebut gamelan sepangkon. 
  • Pengiring Reog adalah jenis musik untuk mengiringi kesenian Reog Ponorogo yang terdiri atas terompet, gong, dan kendang.
  • Patrol merupakan jenis musik yang peralatannya menggunakan kentongan bambu atau kayu yang dibunyikan dengan irama teratur sehingga menghasiikan suara yang enak didengar. Pada awalnya digunakan untuk kegiatan ronda malam (siskamling), kemudian berkembang menjadi musik yang diperdengarkan pada malam hari di bulan Ramadan untuk membangunkan orang sahur.
  • Gedokan termasuk jenis musik tradisional dari daerah Kabupaten Banyuwangi yang dipergelarkan pada waktu orang punya hajatan. Alat musiknya terdiri atas lumpang (lesung), alu (antan), dan dua potong besi.
  • Bordah merupakan jenis musik tradisional dari daerah Kabupaten Banyuwangi yang bernapaskan Islam. Alat musiknya terdiri atas terbangan atau rebana dalam berbagai ukuran. Rebana tersebut dimainkan untuk mengiringi lagu-lagu kasidahan.
  • Terbang merupakan jenis musik tradisional dari daerah Kabupaten Banyuwangi yang bernapaskan Islam. Alat musiknya terdiri atas rebana (sebagai alat musik pokok) yang dilengkapi dengan kendang, ketuk, jidor (bedhug) dengan tiga macam ukuran, gong, dan organ.
  • Angklung adalah musik tradisional dari daerah Kabupaten Banyuwangi yang dimainkan oleh 12-14 orang dengan peralatan angklung, saron, kendang, dan gong. Jenis musik angklung ada empat macam, yaitu angklung caruk, angklung tetak, angklung paglak, dan angklung blambangan.
gambar gamelan jawa timur
Pembahasan lengkapnya silahkan klik Alat Musik Tradisional Jawa Timur Lengkap, Gambar dan Penjelasannya

Lagu Daerah Jawa Timur

Istilah lagu daerah ada yang menyebutnya sebagai lagu rakyat. Lagu-lagu derah Jawa Timur antara lain, Kerraban Sape, Bapak Tane (Pajjer Laggu), Lir-Saailir, Dulkanaa’ Dulkannong, Gai’ Bintang, Bing Ana’, Grimis-Grimis, Jembatan Merah, Surabaya Oh Surabaya, dan Rek Ayo Rek. Selain lagu daerah, berapa suku bangsa di Provinsi Jawa Timur juga mengenal tembang yang terdiri atas:
  • Tembang Gedhe (Sekar Ageng), seperti Kusumastuti, Pamularsih, Maduretna, Lebdajiwa, Kusumawicitra, Sudiradraka, Basanta, Mangga Iagita, Sikarini, Nagabanda, Banjarsari, Tepikawuri, Bremarakrasa, Kuswarini, Sarapada, Tebukasol, Madayanti, Sudirawicitra, Meraknguwun, dan Candrakusurna.
  • Tembang Tengahan (Sekar Tengahan), seperti Balabak, Wirangrong, Jurudemung, Dudukwuluh, Pangajabsih, Lontang, Palugon, Pranasrnara, Rangsang Tuban, Sardhula Kawekas, Kenya Kedhiri, Sari Mulat, dan Rarabentrok.
  • Tembang Macapat (Sekar Macapat) seperti Maskumambang, Pocung, Gambuh, MijiI Kinanthi, Megatruh, Asmaradana, Durma, Pangkur, Sinom, dan Dhandhanggula.

Puisi-puisi lisan dalam bentuk tembang juga dikenal oleh suku Madura, dimana dalam perkembangannya banyak dipengaruhi oleh sastra Jawa. Pengaruh sastra Jawa ini dapat diperhatikan pada puisi-puisi (lisan) dalam bentuk tembang seperti Artate, Salanget (Kenanthe), Pocong, Mejil, Maskumambang, Durrna, Kasmaran, Senom, dan Pangkor.

Suku Osing di Kabupaten Banyuwangi juga mengenal tembang, misalnya Seblang Lukinta, Sekar Jenar, Liliro Kantun, Liliro Gile, Cengkir Gading, Dlimoan, Kembang Pepe, Embat-Embat, Condro Dewi, Opak Apem, Punjari, Layar Kumendung, Krimping Sawi, Celeng Mogok, dan Ratu Sabrang. Tembang-tembang ini biasanya dinyanyikan oleh penari Gandrung atau Seblang pada saat pementasan.

Seni Kerajinan Rakyat Jawa Timur

Bentuk hasil budaya masyarakat Provinsi Jawa Timur yang lain adalah seni kerajinan. Persebarannya meliputi seluruh wilayah Jawa Timur dengan ciri khasnya masing-masing. Hasil seni kerajinan rakyat daerah Jawa Timur antara lain hiasan-hiasan bambu, barang-barang dari kuningan, tenun, ukiran, gerabah, batu onyx, dan batik. Pusat hasil kerajinan rakyat Jawa Timur antara lain di berbagai daerah berikut ini.
  1. Bambu = Lamongan, Magetan, Banyuwangi, Tuban, Ponorogo, Pacitan, Mojokerto, Bawean, Jember, Lumajang, Ngawi, Kediri, Blitar, dan Probolinggo.
  2. Kayu = Surabaya, Blitar, Sumenep, Malang, Banyuwangi, Tuban, Ponorogo, Madiun, Bojonegoro, Ngawi, Magetan, Sampang, Pamekasan, Kediri, Lamongan, Bondowoso, Probolinggo, Pasuruan, dan Trenggalek.
  3. Anyaman tikar = Lamongan, Bawean, Ngawi, Madiun, Jember, Pamekasan, dan Sumenep.
  4. Batuan akik (onyx) = Tulungagung, Malang, Nganjuk, Trenggalek, dan Bojonegoro.
  5. Tenun = Lamongan, Sidoarjo, Kediri, Pasuruan, Gresik, Tuban, Probolinggo, dan Mojokerto.
  6. Batik = Pacitan, Ponorogo, Trenggalek, Tulungagung, Sidoarjo, Bangkalan, Sumenep, Sampang, Pamekasan (batik madura), Mojokerto, Gresik, Ngawi, Lumajang, dan Tuban (batik gedrog).
  7. Kulit = Magetan, Ponorogo, Surabaya, Sidoarjo, Tulungagung, Blitar, dan Jombang.
  8. Tembaga = Situbondo, Bondowoso, Pasuruan, Mojokerto, Jombang, Tulungagung, Magetan, Surabaya, dan Probolinggo.
  9. Gamelan = Magetan.

Demikian ulasan tentang "Kesenian Tradisional Jawa Timur Lengkap Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel kebudayaan Daerah Jawa Timur menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.

Berlangganan update artikel terbaru via email:

1 Response to "Kesenian Tradisional Jawa Timur Lengkap Penjelasannya"

  1. gak ada sumbernya sayangnya..dari buku apa begitu misal

    ReplyDelete

Silahkan berkomentar yang baik dan sopan, komentar dengan link aktif akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel