Skip to main content

Rumah Adat Kalimantan Selatan Lengkap Penjelasannya

Rumah adat Banjar Kalimantan Selatan ada beberapa jenis. Jenis rumah yang ditinggali oleh seseorang menunjukkan status dan kedudukannya dalam masyarakat. Jenis-jenis rumah Banjar, antara lain rumah bubungan tinggi, rumah gajah baliku, rumah cacak burung, dan rumah lanting. Namun demikian rumah adat yang menjadi ikon budaya Provinsi Kalimantan Selatan adalah rumah adat Banjar yang dikenal dengan nama Rumah Bubungan Tinggi. Penjelasan beberapa rumah adat di Kalimantan Selatan tersebut adalah sebagai berikut.

Rumah Bubungan Tinggi
Rumah adat Banjar yang bernama bubungan tinggi merupakan bentuk arsitektur tradisional yang mendominasi bentuk-bentuk rumah penduduk Kalimantan Selatan. Wujudnya berupa rumah panggung yang terbuat dari kayu ulin. Rumah bubungan tinggi dahulu merupakan tempat kediaman raja. Rumah bubungan tinggi sudah digunakan sebagai rumah tinggal oleh orang Banjar sejak ratusan tahun lalu.

rumah adat bubungan tinggi kalimantan selatan

Ciri khas bangunan ini pada bentuk atapnya yang menjulang tinggi dengan kemiringan 45°. Atap model ini sering disebut atap pelana. Atap yang menutup bagian tengah rumah sampai ke depan disebut atap sindang langit, sedangkan yang menutup bagian tengah ke arah belakang disebut atap hambin awan. Di puncak bubungan atap terdapat aneka ragam motif hias.

Rumah Adat Gajah Baliku
Rumah gajah baliku mirip dengan rumah bubungan tinggi. Lantai ruangan di sisi luar tawing halat (dinding tengah) gajah baliku tidak berjenjang. Ruangan tersebut tidak memakai atap sengkuap (atap sindang langit), tetapi memakai kuda-kuda dengan atap perisai (atap gajah). Lantai ruangan yang datar menghasilkan bentuk bangun ruang yang dinamakan ambin sayup. Sementara itu, di kedua anjungnya memakai atap pisang sasikat (atap sengkuap). Rumah gajah baliku yang masih berdiri terdapat di Teluk Selong Ulu, Martapura, Kabupaten Banjar. Selain itu, ada pula rumah gajah baliku penghulu di Desa Penghulu, Marabahan, Barito Kuala.

rumah adat gajah baliku kalimantan selatan

Rumah Cacak Burung
Rumah tradisional suku Banjar yang lain ialah rumah cacak burung (rumah anjung swung). Rumah induknya memanjang dari muka ke belakang memakai atap pelana (bahasa Banjar: atap balai laki). Kemudian, ditambahkan suatu atap limas dalam posisi melintang yang menutupi ruang palidangan beserta kedua buah anjungnya. Posisi nok atap (pamuung/wuwungan) bubungan atap yang melintang ini lebih tinggi daripada posisi atap pelana pada atap muka (Paluaran). Karena denah bangunannya berbentuk + (tanda positif), rumah ini dinamakan rumah cacak burung. Cacak burung adalah tanda magis penolak bala yang berbentuk + (tanda positif).

Rumah Lanting
Provinsi Kalimantan Selatan banyak dialiri sungai. Kehidupan masyarakat suku Banjar berhubungan dengan sungai, rawa, dan danau. Orang Banjar yang tinggal di pinggiran sungai mendirikan rumah lanting sebagai tempat tinggal. Rumah lanting adalah rumah rakit tradisional suku bangsa Banjar. Fondasi rumah lanting berupa rakit mengapung yang dibuat dari susunan batang pohon yang besar. Gelagar ulin dipasang di atasnya sebagai dasar bangunan rumah. Bubungan rumah memakai atap pelana. Rumah lanting selalu terombang-ambing akibat gelombang air dari kapal yang hilir mudik di sungai.

rumah adat lanting kalimantan selatan

Demikian ulasan tentang "Rumah Adat Kalimantan Selatan Lengkap Penjelasannya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel kebudayaan daerah Kalimantan Selatan menarik lainnya di situs SeniBudayaku.com.




Sumber : Selayang Pandang Kalimantan Selatan : Tammi Prastowo

Comments