Nama-Nama Tari Tradisional Indonesia dan Daerah Asalnya

Nama-Nama Tari Tradisional Indonesia dan Daerah Asalnya - Negara Indonesia adalah negara yang kaya akan seni dan budaya salah satunya adalah seni tari. Indonesia juga kaya akan keanekaragaman jenis-jenis tari yang terdapat di berbagai daerah-daerah Nusantara. Salah satunya adalah jenis tari tradisional, yaitu seni tari yang sudah ada sejak zaman nenek moyang serta diwariskan secara turun temurun. Keanekaragaman seni tari di Indonesia dipengaruhi oleh keanekaragaman adat, suku, dan budaya yang ada di berbagai daerah di Nusantara. Setiap suku atau daerah memiliki adat, budaya dan kesenian daerah yang menjadi ciri khas suatu daerah.

Keanekaragaman seni dan budaya Nusantara merupakan warisan bangsa yang tidak ternilai. Beragam kesenian bisa kita temukan di berbagai wilayah di Indonesia.

Dengan keanekaragaman seni dan budaya Nusantara, salah satunya adalah seni tari tradisional  yang tersebar di berbagai daerah Nusantara, maka sebagai masyarakat yang berbudaya kita harus memiliki wawasan seni dan budaya Nusantara, salah satunya adalah nama-nama tari tradisional Indonesia dan dari mana asal daerahnya. Untuk menambah wawasan seni dan budaya Nusantara, berikut ini kami sajikan daftar nama-nama tari tradisional Indonesia dan daerah asalnya.
nama-nama tari tradisional indonesia dan daerah asalnya

1. Provinsi Nangroe Aceh Darussalam
  • Tari Saman

Tari saman merupakan salah satu kesenian tari tradisional yang penyajiannnya mengungkapkan rasa puji syukur kepada Allah SWT. Biasanya tarian ini disajikan pada acara penyambutan tamu.
  • Tari Pukat
Tarian ini berhubungan dengan kehidupan nelayan masyarakat Aceh. Dalam tarian ini diceritakan seorang nelayan yang menganyam pukat, pergi ke laut untuk menangkap ikan.
  • Tari Bines
Tari Bines merupakan tarian tradisional Aceh yang berasal dari Kabupaten Gayo Lues. Tarian ini diperkenalkan oleh seorang ulama bernama Syech Saman dalam rangka dakwah keagamaan. Tarian ini ditarikan oleh penari wanita dengan cara duduk berjajar sambil menyanyikan syair dakwah atau informasi pembangunan.

2. Provinsi Sumatera Utara
  • Tari Baluse
Tari baluse adalah tarian khas masyarakat suku Nias yang melambangkan kegagahan di medan perang.
  • Tari Manduda
Tari manduda merupakan tarian yang melambangkan perasaan suka cita saat sedang panen.
  • Tari Sekapur Sirih
Tarian ini dikhususkan untuk menyambut tamu yang ditarikan oleh beberapa wanita yang membawa bunga untuk ditaburkan.

3. Provinsi Sumatera Barat
  • Tari Piring
Tari piring berasal dari kata tarian dan piring. Penari menggunakan piring sebagai alat utama dalam tariannya. Tarian ini dipercaya berasal dari Minangkabau, Sumatera Barat. PembahasanTari Piring secara jelas dan lengkap silahkan baca di "Tari Piring, Sejarah, Asal Usul, dan Cara Menari Tari Piring".
  • Tari Randai
Randai dalam masyarakat Minangkabau suatu kesenian yang dimainkan secara berkelompok. Tari Randai membawakan cerita rakyat seperti cerita Cindua Mato, Anggun Nan Tongga, Malin Deman, dan cerita rakyat lainnya. Tari Randai bertujuan menghibur masyarakat dan diadakan pada saat pesta rakyat atau pada saat hari besar keagamaan. Randai terdapat di pesisir selatan, sebuah daerah bagian selatan di Provinsi Sumatera Barat.

4. Provinsi Riau (Kepulauan Riau dan Bangka Belitung)
  • Tari Melemang
Tari melemang sudah dikenal sejak abad ke-12 (zaman kerajaan Bentan). Pada waktu itu tarian ini merupakan tarian istana yang ditarikan oleh para pedagang di sekitar istana. Tarian ini dipersembahkan ketika Sang Raja sedang beristirahat. Tari Melemang mementaskan kecakapan para penari saat mengambil sesuatu (uang receh, sapu tangan, dan lain sebagainya) dengan cara melemang (berdiri sambil membungkukkan badan ke arah belakang), oleh karena itu tarian ini disebuat sebagai Tari Melemang. Di daerah Tanjungpisau, tarian ini dikenal dengan sebutan Melemang Penaga atau tari Melemang Bintan Penaga.
  • Tari Zapin
Tari Zapin diinspirasikan oleh keturunan arab yang berasal dari Yaman. Menurut sejarah, Tari Zapin merupakan tari hiburan untuk kalangan raja-raja di istana yang dibawa dari Yaman oleh para pedagang-pedagang di awal abad ke-16. Tarian Tradisional ini bersifat edukatif dan menghibur, yang digunakan sebagai media dakwah islamiyah melalui syair-syair lagu zapin yang didendangkan.

5. Provinsi Jambi
  • Tari Puti Cinde
Tari Puti Cinde merupakan salah satu tari tradisional yang diinspirasi oleh relief yang terdapat di candi Muara Takus yang menunjukkan kebesaran, keagungan dari hati untuk menyambut tamu agung.
  • Tari Selampit Delapan
Tarian ini menceritakan kebijaksanaan mengenai iman yang dapat menjadi alat paling kuat pada hubungan genarasi muda. Tarian ini dibawakan oleh delapan pasangan muda-mudi yang mempesona dan saling terikat dengan syal, yang mengartikan bagaimana janji-janji yang diucapkan tetap kuat yang menyatukan hati mereka.
  • Tari Kain Kromong
Tarian ini menceritakan ritual peminangan, dimana biasanya mereka bernyanyi secara bersama-sama.

6. Provinsi Sumatera Selatan
  • Tari Gending Sriwijaya
Tari Gending Sriwijaya merupakan tari tradisional masyarakat Palembang yang digelar untuk menyambut para tamu istimewa yang berkunjung ke daerah tersebut. Tarian ini berasal dari Kerajaan Sriwijaya pada masa kejayaannya di kota Palembang yang mencerminkan sikap tuan rumah yang ramah, bahagia dan gembira, tulus dan terbuka terhadap tamu istimewa yang berkunjung ke daerah tersebut.

Tari Gending Sriwijaya dibawakan oleh 9 penari muda yang cantik-cantik yang berbusana adat Aesan Gede, selendang mantri, paksangkong, dodot, dan tanggai. Mereka adalah penari inti yang dikawal dua penari lain yang membawa payung dan tombak.

7. Provinsi Lampung
  • Tari Cangget
Tari Cangger merupakan tarian tradisional masyarakat daerah lampung yang dimainkan oleh para pemuda dan memudi. Tari cangget ditampilkan pada setiap upacara yang berhubungan dengan gawi adat, seperti; upacara mendirikan rumah, panen raya, dan pada saat mengantar orang yang menunaikan ibadah haji. Ada beberapa macam tari cangget, antara lain yaitu Cangger Nyambuk Temui, Cangget Bakha, Cangget Penganggik, Cangget Pilangan, dan Cangget Agung.

8. Provinsi DKI Jakarta
  • Tari Blantek
Tari ini dipentaskan sebagai pembuka pada setiap pertunjukan kesenian Blantek yang berasal dari Betawi. Dalam perkembangannya, tari blantek merupakan tarian lepas yang dipertunjukkan untuk acara penyambutan tamu.
  • Tari Cokek
Tari Cokek merupakan tari garapan baru yang diangkat dari kesenian cokek dan merupakan tari pergaulan yang dimainkan sepasang muda-mudi dengan rasa riang, gembira dan suka canda.
  • Tari Gitek Balen
Gitek artinya goyang dan balen artinya bergantian (yang diambil dari istilah dalam tetabuhan musik Ajeng). Tarian ini sebagai manifestasi dari kedinamisan dan kelincahan gadis-gadis yang menginjak dewasa.
  • Tari Ngarojeng
Tarian ini diadaptasi dari musik ajeng yang berkembang di daerah Betawi pinggir. Musik Ajeng merupakan tetabuhan dalam upacara pengantin masyarakat Betawi yang menjadi inspirasi garak tari ngarojeng.

9. Provinsi Jawa Barat
  • Tari Topeng
Secara historis, pertunjukan tari topeng berawal di Cirebon pada abad ke 19, yang dikenal dengan Topeng Babakan. Menurut R. Tjetje Soemantri (1951), didaerah Jawa Barat yaitu Sumedang, Garut, Bandung, dan Tasikmalaya, pada tahun 1930 didatangi rombongan topeng wayang wong dengan dalangnya bernama Koncer dan Wentar. Berdasarkan data historis inilah, taori awal masuknya tari topeng ke daerah Jawa Barat (Priangan), kemudian ditetapkan sebagai awal perkembangan Tari Topeng Priangan.
  • Tari Merak
Tarian ini merupakan tari kreasi baru dari daerah Jawa Barat yang menggambarkan segala tingkah laku burung merak yang suka ria, canda dan harmonis dalam bentuk visual dari warna yang dimiliki burung merak yang menggambarkan tarian ini.

10. Provinsi Jawa Tengah
  • Tari Roro Anteng dan Joko Seger
Tarian ini mengisahkan perjalanan waktu dari mulai bertemunya Roro Anteng yang merupakan putri Prabu Brawijaya dengan Garwa Padmi, raja terakhir Majapahit, yang terkenal berwajah ayu rupawan dengan seorang Senopati berdarah Brahmana yang bernama Jaka Seger.
  • Tari Srimpi
Tarian ini ditarikan oleh empat putri, yang masing-masing mendapat sebutan; air, api, angin, dan bumi, yang selain melambangkan terjadinya manusia juga melambangkan empat penjuru mata angin. Sedangkan nama peranannya adalah gatak, gulu, gadha, dan buncit. Komposisi segi empat melambangkan tiang pendopo, seperti Bedhaya. Tari Srimpi ini ada yang duci atau disakralkan, yaitu tari Srimpi Anglir Mendhung.
  • Tari Blambangan Cakil 
Tari Blambangan Cakil merupakan tarian tradisional yang berasal dari Jawa Tengah yang mengisahkan perjuangan Srikandi melawan Buto Cakil. Tarian ini melambangkan penumpasan angkara murka.
  • Tari Bedhaya Ketawang
Tari Bedhaya Ketawang merupakan jenis tarian tradisional klasik dari Keraton Surakarta yang hanya dipertunjukkan pada saat tinggalan dalem Jumenengan Keraton Surakarta (upacara peringatan kenaikan tahta raja). Tarian Bedhaya Ketawang merupakan tarian sakral di Keraton Surakarta. Bedhaya Ketawang merupaka tarian yang berfungsi bukan hanya sebagai hiburan, karena tarian ini disajikan pada acara khusus dan bersifat resmi. Tari Bedhaya Ketawang menggambarkan hubungan asmara raja-raja Mataram dengan Ratu kidul. Lebih jelas dan lengkap pembahasan tentang tari Bedhaya Ketawang silahkan baca di "Tari Bedhaya Ketawang, Tarian Sakral dari Surakarta".

11. Provinsi Daerah Istimewa Yogyakarta
  • Tari Langen Mandra Wanara
langen Mandra Wanara adalah salah satu bentuk drama tari jawa yang menggunakan materi tradisi klasik gaya Yogyakarta. Drama Tari ini menggambarkan banyaknya wanara (kera) dan memiliki fungsi menghibur. Drama tari ini merupakan perkembangan dari drama tari Langendriya yang bersumber dari serat Damarwulan. Langendriya dan Langen Mandra Wanara disajikan dalam bentuk tari dengan posisi jengkeng atau jongkok, disertai dengan dialog yang berupa tembang macapat.
  • Tari Bedhaya Semang
Tari Bedhaya semang merupakan jenis tari tradisional klasik yang diciptakan oleh Hamengku Buwono I pada tahun 1759, yang menceritakan perkawinan Sultan Agung dari Mataram dengan Ratu Kidul. Tari Bedhaya Semang merupakan tarian yang sangat dikeramatkan di keraton Yogyakarta. Tarian ini ditarikan oleh sembilan penari putri menggunakan rias busana yang serba kembar.
  • Tari Srimpi SanguPati
Tari Srimpi SanguPati diciptakan dengan nama Srimpi Sangapati yang berasal dari gabungan kata sang dan apati yang secara harfiah diartikan sebagai sang pengganti raja. Pada masa pemerintahan Pakubuwono IX nama tari Srimpi Sangapati diubah menjadi Srimpi Sangupati. Tari Srimpi Sangupati memiliki makna mendalam tentang nilai-nilai luhur agar manusia mampu mengendalikan dan melawan hawa nafsunya sendiri.

12. Provinsi Jawa Timur
  • Tari Ebeg
Tari ebeg merupakan kesenian tari tradisional yang berasal dari daerah Banyumas, Jawa timur. Tarian ini menggunakan kuda yang terbuat dari anyaman bambu dengan ijuk sebagai rambut di kepalanya. Tarian ini menggambarkan prajurit perang yang gagah berani sedang menunggang kuda.

13. Provinsi Bali
  • Tari Bebali
Seni tari Bali pada umumnya dapat dikategorikan ke dalam tiga kelompok, yaitu Tari Wali atau seni tari pertunjukan sakral, Tari Bebali atau seni tari untuk upacara adat dan juga untuk pengunjung, serta Tari Balih-Balihan atau seni tari untuk hiburan pengunjung. Lebih jelas dan lengkap tentang pembahasan beragam jenis Tari Bali ini, silahkan baca pada artikel berikut ini;
14. Provinsi Nusa Tenggara Barat
  • Tari Batunganga
Tari Batunganga merupakan tarian tradisional yang berlatar belakang cerita rakyat. Tarian ini mengisahkan tentang kecintaan rakyat terhadap putri raja yang masuk ke dalam batu. Mereka memohon kepada sang pencipta agar sang putri dikeluarkan dari batu tersebut.
  • Tari Mpaa Lenggogo
Tari Mpaa Lenggogo merupakan sebuah tari tradisional yang disajikan untuk menyambut Maulid Nabi Muhammad SAW. Tarian ini juga sering ditarikan pada saat upacara perkawinan atau upacara khitan keluarga raja.

15. Provinsi Nusa Tenggara Timur
  • Tari Gareng lameng
Tari Gareng lameng merupakan tari tradisional dari daerah Nusa Tenggara Timur yang sering dipertunjukkan pada saat upacara khitan. Tarian ini berupa ucapan selamat dan memohon kepada sang pencipta agar anak yang di khitan sehat lahir batin serta sukses dalam hidupnya.
  • Tari Gawi
Tari gawi adalah tarian tradisional masyarakat Ende, Flores, Nusa Tenggara Timur yang dilakukan secara massal. Tarian ini merupakan tarian adat masyarakat Ende Lio sebagai ungkapan rasa syukur atas berkat rahmat yang diberikan tuhan kepada mereka.
  • Tari Perang
Tari Perang merupakan tarian tradisional masyarakat Nusa Tenggara Timur yang menunjukkan sifat keperkasaan dan kepandaian memainkan senjata berupa cambuk dan perisai.

16. Provinsi Kalimantan Barat
  • Tari Zapin Tembung
Tari Zapin tembung merupakan salah satu bentuk tari pergaulan pada masyarakat Kalimantan Barat.
  • Tari Monong
Tari Monong merupakan salah satu tari tradisional masyarakat Kalimantan Barat yang bertujuan sebagai tari penolak penyakit. Penari melakukan perilaku seperti dukun dengan jampi-jampi tujuannya agar penyakit si penderita dapat segera sembuh.

17. Provinsi Kalimantan Tengah
  • Tari Balean Dadas
Tari Balean Dadas merupakan tarian tradisional masyarakat Kalimantan Tengah yang bertujuan untuk memohon kesembuhan bagi mereka yang sakit.
  • Tari Gong
Tari Gong merupakan tarian tradisional masyarakat Kalimantan Tengah yang dipertunjukkan sebagai upacara penyambutan tamu agung. Tarian ini dapat pula dipertunjukkan pada saat upacara kelahiran bayi keturunan kepala suku.
  • Tari Perang
Tari Perang merupakan tarian tradisional masyarakat Kalimantan Tengah yang diperagakan oleh dua orang pemuda dalam memperebutkan seorang gadis.

18. Provinsi Kalimantan Selatan
  • Tari Baksa Kumbang
Tari Baksa Kumbang merupakan tari tradisional dari Kalimantan Selatan yang dipertunjukkan pada saat menyambut tamu agung dengan menyampaikan untaian bunga.
  • Tari Radab Rahayu
Tari Radab Rahayu merupakan tari tradisional masyarakat Kalimantan Selatan yang dipertunjukkan pada upacara tepung tawar, yaitu pada saat sebelum pengantin pria dan wanita dipersandingkan.

19. Provinsi Kalimantan Timur
  • Tari Kanjar
Tari Kanjar merupakan tarian sakral masyarakat suku Kutai dari Keraton Kasultanan Kutai Kertanegara ing Martadipura, Kalimantan Timur. Tari Kanjar yang ditarikan oleh penari laki-laki disebut tari Kanjar laki, dan tari Kanjar yang ditarikan oleh penari wanita disebut tari Kanjar Bini.
  • Tari Rembara
Tarian Rembara merupakan tarian tradisional masyarakat Kalimantan Timur yang diadakan khusus untuk upacara adat, atau kegiatan ritual lainnya seperti ritual pengobatan (upacara balian).
  • Tari Gintur
Tari Gintur berasal dari Kabupaten Paser. Masyarakat Paser menyebut tari ini sebagai tari giring-giring. Tarian ini menceritakan pahlawan yang baru pulang dari medan perang.

20. Provinsi Sulawesi Utara
  • Tari Maengket
Tari Maengket merupakan tarian tradisional Minahasa. Tari Maengket adalah perpaduan gerak dan nyanyian yang saat ini populer dikalangan masyarakat Tou Minahasa. Tarian ini terdiri atas tiga babak, yaitu; Maoweykamberu, Marambak, dan Lalayan.

21. Provinsi Sulawesi Tengah
  • Tari Lumense
Tari Lumense adalah jenis tarian untuk menyambut tamu terhormat, yang diakhiri dengan menaburkan bunga kepada para tamu tersebut.
  • Tari Mamosa
Tari Mamosa adalah tarian perang yang dibawakan seorang penari pria dengan membawa parang dan perisai dari kayu, yang ditarikan dengan gerakan melompat-lompat seperti menangkis serangan musuh.
  • Tari Pajoge
Tarian ini berasal dari lingkungan istana. Biasanya dipertunjukkan pada waktu pelantikan raja. Para penarinya terdiri atas tujuh penari wanita dan seorang penari pria.

22. Provinsi Sulawesi Barat
  • Tari Salabose Daeng Parolle
Tarian ini melambangkan perjuangan I Salabose Daeng Parolle salah seorang Raja Banggae yang menentang para perampok dari suku Tidung.
  • Tari Elo-Elo
Tarian ini melambangkan kesetiaan dan keteguhan kaum wanita. Tarian ini merupakan salah satu rangkaian upacara adat bandangan di Kecamatan Malunda, Kabupaten Majene.
  • Tari Pallaga
Tarian ini merupakan salah satu tari rakyat/ tari tradisional Mandar. Tari ini dimainkan dua orang atau lebih dengan menggunakan aksesories kepala kerbau.

23. Provinsi Gorontalo
  • Tari Polopalo
Tari Polopalo merupakan jenis tari pergaulan bagi muda mudi daerah Gorontalo. Polopalo berasal dari nama sebuah alat musik tradisional Gorontalo.
  • Tari Dana-Dana
Tari Dana-Dana merupakan tarian tradisional Gorontalo yang berasal dari bahasa daerah yaitu daya-dayango yang memiliki arti menggerakkan seluruh tubuh sambil berjalan. Tarian ini merupakan tari pergaulan remaja yang ditarikan oleh 2 sampai 4 penari laki-laki.
  • Tari Saronde
Tari Saronde merupakan tarian tradisional masyarakat Gorontalo yang diangkat dari tradisi masyarakat saat malam pertunangan dalam rangka upacara perkawinan adat.

24. Provinsi Sulawesi Tenggara
  • Tari Molulu
Molulu adalah tarian pergaulan suku Tolaki yang dibawakan secara massal sambil bergandengan tangan membentuk lingkaran besar. Filosofi tarian ini adalah ungkapan rasa syukur masyarakat atas suatu keberhasilan yang dicapai yang sekaligus sebagai ajang pertemuan muda-mudi untuk menjajaki perasaan diantara mereka.
  • Tari Balumpa
Tari Balumpa merupakan tari tradisi rakyat yang berasal dari Button. Tarian ini merupakan tari selamat datang dalam menyambut tamu agung.

25. Provinsi Sulawesi Selatan
  • Tari Kipas Pakarena
Tari Kipas Pakarena merupakan salah satu tarian tradisional daerah Gowa, Sulawesi Selatan. Tarian ini ditarikan oleh penari wanita yang berbusana adat dengan melakukan gerakan khas menggunakan kipas sebagai atribut menarinya.
  • Tari Pattenung
Tari Pattenung merupakan salah satu tarian tradisional masyarakat Sulawesi Selatan. Tarian ini menggambarkan wanita-wanita yang sedang menenun. Tarian ini juga menggambarkan kesabaran, kegigihan dan ketekunan wanita Toraja yang menenun benang menjadi kain.
  • Tari Ma'gellu
Tari Ma'gellu merupakan tarian tradisional masyarakat Sulawesi Selatan yang ditarikan oleh remaja putri berjumlah ganjil, diiringi gendang yang ditabuh oleh empat remaja putra.

26. Provinsi Maluku
  • Tari Katreji
Tari Katreji merupakan tari pergaulan dari daerah Maluku yang sering dipentaskan pada acara pelantikan Kepala Desa, Bupati maupun Gubernur. Tarian ini dipercaya merupakan produk akulturasi budaya dari pejajah masa lalu serta budaya lokal Maluku.
  • Tari Orlapei
Tari Orlapei merupakan tari tradisional Maluku yang dipentaskan pada saat penyambutan tamu kehormatan dalam acara desa di Maluku.Tari Orlapei menggambarkan suasana kegembiraan seluruh masyarakat atas kedatangan tamu kehormatan di Desanya.
  • Tari Saureka Reka
Tari Saureka Reka merupakan tarian tradisional Maluku yang mirip dengan  permainan engklek. Perbedaan dengan permainan engklek adalah Penari Saureka Reka harus melompat menari sekaligus menghindari hentakan gaba-gaba yang dimainkan oleh pemain lainnya.

27. Provinsi Maluku Utara
  • Tari Cakalele
Tari Cakalele merupakan tarian yang berasal dari Maluku Utara yang masuk dalam kategori tari tradisional berupa tari perang. Tarian ini umumnya ditarikan oleh sejumlah pria, namun ada juga beberapa wanita sebagai pendukungnya.
  • Tari Bambu Gila
Tari Bambu Gila merupakan tarian mistis dari daerah hutan bambu di kaki gunung Gamalama, Maluku Utara.
  • Tari Soya-Soya
Tari Soya-Soya merupakan salah satu tarian tradisional dari Maluku Utara. Tarian ini menggambarkan perjuangan masyarakat Kayoa, Kabupaten Halmahera Selatan pada zaman dahulu.

28. Provinsi Papua
  • Tari Musyroh
Tarian ini merupakan salah satu tarian sakral Papua yang diadakan jika ada sanak saudara atau warga mengalami kecelakaan maut dan diperkirakan arwahnya tidak tenang. Tarian ini biasanya ditarikan oleh sekelompok penari pria.
  • Tari Sajojo
Tarian ini ciptakan sebagai cerminan budaya warga Papua yang senang bergaul. Tarian ini dapat ditarikan oleh siapa saja dan dalam jumlah yang tidak terbatas.
  • Tari Yospan
Tari Yospan merupakan tarian tradisional Papua dengan gerakan yang sangat energik yang menandakan pergaulan masyarakat Papua. Tarian ini dipentaskan pada acara-acara besar seperti upacara adat, acara seni budaya, dan upacara penyambutan.

29. Provinsi Papua Barat
  • Tari Perang
Tari Perang merupakan tarian tradisional yang berasal dari Papua Barat yang menggambarkan kepahlawanan dan kegagahan masyarakat Papua Barat. Tarian ini dibawakan oleh penari pria yang membawa panah sebagai atribut menari.
  • Tari Wutukala
Tari Wutukala merupakan tari tradisional masyarakat suku Moy di Papua Barat yang menggambarkan aktifitas masyarakat saat berburu ikan. Tarian ini biasanya dilakukan secara berpasangan atau berkelompok. Tari Watukara merupakan tarian terkenal di Papua Barat, khususnya masyarakat di daerah tempat tinggal Suku Moy, yaitu di pesisir Sorong.
  • Tari Magasa
Tari Magasa merupakan tarian tradisional masyarakat suku Arfak di Papua Barat yang dibawakan secara massal oleh penari pria dan wanita. Tarian ini dilakukan dengan cara menari saling bergandengan tangan dan membentuk barisan memanjang seperti ular, sehingg ada yang menyebut tarian ini sebagai tarian ular. Tarian ini cukup terkenal di Papua Barat terutama di daerah tempat tinggal suku Arfak.

Demikian pembahasan tentang "Nama-Nama Tari Tradisional Indonesia dan Daerah Asalnya" yang dapat kami sampaikan. Baca juga artikel seni tari menarik lainnya disitus Senibudayaku.com.

0 Response to "Nama-Nama Tari Tradisional Indonesia dan Daerah Asalnya"

Post a Comment

Silahkan berkomentar yang baik dan sopan, komentar dengan link aktif akan kami hapus.

Iklan Atas Artikel

Iklan Tengah Artikel 1

Iklan Tengah Artikel 2

Iklan Bawah Artikel